Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti masih minimnya fasilitas olahraga dan perhatian terhadap atlet daerah di sejumlah kecamatan di Kutim.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pembangunan sarana olahraga melalui Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan maksimal.
“Yang ada di Kutim ini sudah cukup lumayan. Kita berharap nanti dengan adanya perda keolahragaan itu bisa mendukung pembangunan fasilitas di kecamatan-kecamatan, sehingga terbina sejak dini,” ujar Jimmi.
Menurutnya, pembinaan atlet daerah tidak bisa hanya bergantung pada kompetisi, tetapi juga harus didukung sarana, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Ia meminta pemerintah daerah memberi perhatian lebih serius terhadap atlet-atlet lokal yang selama ini dinilai masih kurang mendapat dukungan.
“Kita berharap Pemda bisa banting tulang memperjuangkan itu. Harus ada porsi untuk keolahragaan, mulai dari peningkatan sarana, infrastruktur, dan SDM sendiri,” katanya.
Jimmi menambahkan, DPRD dan pemerintah daerah telah memiliki komitmen bersama untuk meningkatkan sektor olahraga di Kutim. Ia berharap regulasi keolahragaan nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas atlet daerah.
“Ke depan diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi. Dengan adanya regulasi, saya kira pemerintah tidak punya halangan lagi untuk bagaimana meningkatkan kualitas para atlet di Kutim,” tutupnya.
(Sf/RS)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti masih minimnya fasilitas olahraga dan perhatian terhadap atlet daerah di sejumlah kecamatan di Kutim.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pembangunan sarana olahraga melalui Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan maksimal.
“Yang ada di Kutim ini sudah cukup lumayan. Kita berharap nanti dengan adanya perda keolahragaan itu bisa mendukung pembangunan fasilitas di kecamatan-kecamatan, sehingga terbina sejak dini,” ujar Jimmi.
Menurutnya, pembinaan atlet daerah tidak bisa hanya bergantung pada kompetisi, tetapi juga harus didukung sarana, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Ia meminta pemerintah daerah memberi perhatian lebih serius terhadap atlet-atlet lokal yang selama ini dinilai masih kurang mendapat dukungan.
“Kita berharap Pemda bisa banting tulang memperjuangkan itu. Harus ada porsi untuk keolahragaan, mulai dari peningkatan sarana, infrastruktur, dan SDM sendiri,” katanya.
Jimmi menambahkan, DPRD dan pemerintah daerah telah memiliki komitmen bersama untuk meningkatkan sektor olahraga di Kutim. Ia berharap regulasi keolahragaan nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas atlet daerah.
“Ke depan diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi. Dengan adanya regulasi, saya kira pemerintah tidak punya halangan lagi untuk bagaimana meningkatkan kualitas para atlet di Kutim,” tutupnya.
(Sf/RS)