Ketua DPRD Kutim Soroti Kecanduan Gawai dan Judi Online, Minta Guru Awasi Perubahan Siswa

    Seputarfakta.com – Lisda -

    Seputar Kaltim

    30 November 2025 03:06 WIB

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Beragam masalah sosial yang kini banyak dialami pelajar, seperti kecanduan gawai dan judi online, menjadi perhatian pemerintah daerah. 

    Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti kondisi tersebut dan menilai guru memiliki peran penting dalam memantau perubahan perilaku siswa.

    Menurutnya, masalah yang dialami anak dapat memengaruhi kondisi psikologis dan cara mereka bergaul di sekolah. 

    “Masalah sosial dan psikologis murid pasti berpengaruh pada keseharian mereka,” ujar Jimmi.

    Ia menambahkan, persoalan ini telah dibahas dalam rapat bersama Forkopimda, terutama terkait deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak. Guru diminta memperhatikan jika ada siswa yang menunjukkan perubahan sikap yang tidak biasa.

    “Peran guru menjadi sangat penting. Mereka yang paling dekat dengan siswa bisa melihat kondisi anak dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ada perubahan sikap yang berbeda dari biasanya, itu bisa menjadi tanda adanya masalah di rumah,” tambahnya.

    Jimmi berharap kerja sama antara sekolah dan berbagai pihak terkait tetap berjalan agar masalah siswa bisa cepat diketahui dan ditangani.

    “Kita ingin koordinasi terus jalan supaya persoalan siswa bisa terdeteksi sejak awal,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Ketua DPRD Kutim Soroti Kecanduan Gawai dan Judi Online, Minta Guru Awasi Perubahan Siswa

    Seputarfakta.com – Lisda -

    Seputar Kaltim

    30 November 2025 03:06 WIB

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Beragam masalah sosial yang kini banyak dialami pelajar, seperti kecanduan gawai dan judi online, menjadi perhatian pemerintah daerah. 

    Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti kondisi tersebut dan menilai guru memiliki peran penting dalam memantau perubahan perilaku siswa.

    Menurutnya, masalah yang dialami anak dapat memengaruhi kondisi psikologis dan cara mereka bergaul di sekolah. 

    “Masalah sosial dan psikologis murid pasti berpengaruh pada keseharian mereka,” ujar Jimmi.

    Ia menambahkan, persoalan ini telah dibahas dalam rapat bersama Forkopimda, terutama terkait deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak. Guru diminta memperhatikan jika ada siswa yang menunjukkan perubahan sikap yang tidak biasa.

    “Peran guru menjadi sangat penting. Mereka yang paling dekat dengan siswa bisa melihat kondisi anak dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ada perubahan sikap yang berbeda dari biasanya, itu bisa menjadi tanda adanya masalah di rumah,” tambahnya.

    Jimmi berharap kerja sama antara sekolah dan berbagai pihak terkait tetap berjalan agar masalah siswa bisa cepat diketahui dan ditangani.

    “Kita ingin koordinasi terus jalan supaya persoalan siswa bisa terdeteksi sejak awal,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)