Seputar Kaltim

    Ketua DPRD Kutim Minta Perusahaan Perluas Lapangan Kerja di Tengah Isu PHK Nasional

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 16:35 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (foto: Lisda/seputarfakta)

    Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah memperluas lapangan kerja sebagai langkah mengantisipasi dampak isu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tengah membayangi sektor ketenagakerjaan nasional.

    Ia optimistis Kutim mampu menjaga pertumbuhan ekonomi karena merupakan daerah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) yang strategis. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

    "Kita optimis karena daerah kita merupakan penghasil sumber daya alam yang strategis bagi nasional. Semangatnya harus di situ, kita tidak boleh pesimis dan harus memaksimalkan kinerja pemerintah untuk menitikberatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Jimmi. 

    Ia mengatakan, kekhawatiran terhadap isu gelombang PHK di tingkat nasional harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kutim tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu berperan dalam membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

    "Inilah pentingnya sumber daya alam terus digali, tetapi harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Harus ada upaya membuka lapangan kerja lebih besar, artinya sedikit mengurangi keuntungan korporasi demi kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

    Ia menambahkan, tantangan ekonomi saat ini harus dijawab dengan memaksimalkan potensi daerah, baik melalui pengelolaan sumber daya alam maupun pemanfaatan anggaran pemerintah. Untuk itu, pemerintah daerah, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran aktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Efisiensi ini membuka semua mindset kita untuk memaksimalkan titik-titik produktif ekonomi. Pokoknya bagaimana caranya semua pihak punya peran aktif, karena tanggung jawab ini kita pikul bersama demi pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ketua DPRD Kutim Minta Perusahaan Perluas Lapangan Kerja di Tengah Isu PHK Nasional

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 16:35 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (foto: Lisda/seputarfakta)

    Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah memperluas lapangan kerja sebagai langkah mengantisipasi dampak isu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tengah membayangi sektor ketenagakerjaan nasional.

    Ia optimistis Kutim mampu menjaga pertumbuhan ekonomi karena merupakan daerah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) yang strategis. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

    "Kita optimis karena daerah kita merupakan penghasil sumber daya alam yang strategis bagi nasional. Semangatnya harus di situ, kita tidak boleh pesimis dan harus memaksimalkan kinerja pemerintah untuk menitikberatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Jimmi. 

    Ia mengatakan, kekhawatiran terhadap isu gelombang PHK di tingkat nasional harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kutim tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu berperan dalam membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

    "Inilah pentingnya sumber daya alam terus digali, tetapi harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Harus ada upaya membuka lapangan kerja lebih besar, artinya sedikit mengurangi keuntungan korporasi demi kemaslahatan masyarakat," tegasnya.

    Ia menambahkan, tantangan ekonomi saat ini harus dijawab dengan memaksimalkan potensi daerah, baik melalui pengelolaan sumber daya alam maupun pemanfaatan anggaran pemerintah. Untuk itu, pemerintah daerah, perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran aktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    "Efisiensi ini membuka semua mindset kita untuk memaksimalkan titik-titik produktif ekonomi. Pokoknya bagaimana caranya semua pihak punya peran aktif, karena tanggung jawab ini kita pikul bersama demi pertumbuhan ekonomi ke depan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)