Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi menilai jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat di tengah maraknya hoaks.
Menurutnya tugas jurnalis memiliki kemiripan dengan penyampai risalah karena bertanggung jawab menyampaikan informasi yang aktual, tajam, dan terpercaya kepada publik.
“Sekilas kita melihat tugas jurnalis ini mirip pengemban risalah, karena menyampaikan informasi kepada masyarakat yang betul-betul aktual,” ujar Jimmi.
Ia mengatakan keberadaan jurnalis sangat penting untuk menetralisir informasi yang tidak benar serta memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.
“Kalau jurnalis sudah melenceng sedikit saja, bisa berdampak besar. Karena sumber kebenaran informasi yang diterima masyarakat banyak berasal dari jurnalis,” katanya.
Jimmi juga menilai jurnalis memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi, termasuk dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan mewakili pertanyaan masyarakat.
Ia juga mendorong jurnalis tetap kritis dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, sikap kritis wartawan mewakili pertanyaan dan aspirasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
“Jurnalis harus kritis karena mereka mewakili masyarakat yang punya tanda tanya terhadap berbagai hal. Pertanyaan masyarakat itu disampaikan melalui jurnalis,” tuturnya.
Menurutnya berbagai perkembangan di daerah, termasuk kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur, dapat diketahui masyarakat melalui liputan media.
“Perkembangan di Kabupaten Kutim tidak akan bisa diketahui masyarakat tanpa kehadiran jurnalis. Kondisi APBD pun selalu terpantau melalui liputan-liputan dari rekan-rekan wartawan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi menilai jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat di tengah maraknya hoaks.
Menurutnya tugas jurnalis memiliki kemiripan dengan penyampai risalah karena bertanggung jawab menyampaikan informasi yang aktual, tajam, dan terpercaya kepada publik.
“Sekilas kita melihat tugas jurnalis ini mirip pengemban risalah, karena menyampaikan informasi kepada masyarakat yang betul-betul aktual,” ujar Jimmi.
Ia mengatakan keberadaan jurnalis sangat penting untuk menetralisir informasi yang tidak benar serta memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.
“Kalau jurnalis sudah melenceng sedikit saja, bisa berdampak besar. Karena sumber kebenaran informasi yang diterima masyarakat banyak berasal dari jurnalis,” katanya.
Jimmi juga menilai jurnalis memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi, termasuk dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan mewakili pertanyaan masyarakat.
Ia juga mendorong jurnalis tetap kritis dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, sikap kritis wartawan mewakili pertanyaan dan aspirasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
“Jurnalis harus kritis karena mereka mewakili masyarakat yang punya tanda tanya terhadap berbagai hal. Pertanyaan masyarakat itu disampaikan melalui jurnalis,” tuturnya.
Menurutnya berbagai perkembangan di daerah, termasuk kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur, dapat diketahui masyarakat melalui liputan media.
“Perkembangan di Kabupaten Kutim tidak akan bisa diketahui masyarakat tanpa kehadiran jurnalis. Kondisi APBD pun selalu terpantau melalui liputan-liputan dari rekan-rekan wartawan,” pungkasnya.
(Sf/Lo)