Seputar Kaltim

    Ketua DPRD Bontang Minta Defisit APBD Tak Ganggu Insentif Pendidik dan Kader Kesehatan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 20:50 WITA

    Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat menanggapi terkait difisit APBD Bontang sebesar Rp150 miliar. (Foto: Instagram Andi Faiz)

    Bontang - Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun ini yang mengalami defisit sekitar Rp150 miliar menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Meski begitu, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan agar situasi tersebut tidak berdampak pada insentif tenaga pendidik, kader kesehatan, dan bantuan sosial lainnya.

    Ia menyampaikan, saat ini defisit APBD Bontang berada di kisaran Rp150 miliar. Ke depan, dengan proyeksi APBD yang bisa turun hingga Rp1,5 triliun, seluruh pihak diminta melihat kondisi ini sebagai tantangan bersama.

    “Hari ini kita ada defisit kurang lebih Rp150 miliar. Tentunya ini kita tidak mengalahkan belanja pegawai 30 persen. Ketika APBD kita tahun depan menjadi Rp1,5 triliun, tidak ada pilihan kita harus sama-sama melihat ini sebagai sebuah tantangan. Ini adalah sebuah regulasi yang harus kita jalankan,” ujar pria yang akrab disapa Andi Faiz itu.

    Meski ada tekanan fiskal, DPRD menekankan agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Terutama insentif bagi RT, tenaga guru swasta, serta kader posyandu.

    “Hari ini mudah-mudahan bisa menjadi catatan dan masukan dari kami ke depan buat pemerintah, utamanya juga untuk bantuan-bantuan sosial. Seperti yang tadi disampaikan, yakni insentif RT, tenaga guru swasta, hingga kader posyandu, kami berharap jangan sampai dikurangi karena sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya.

    Menurutnya, insentif tersebut bukan hanya bentuk dukungan kepada masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga roda ekonomi tetap bergerak di tengah keterbatasan anggaran.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ketua DPRD Bontang Minta Defisit APBD Tak Ganggu Insentif Pendidik dan Kader Kesehatan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 20:50 WITA

    Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat menanggapi terkait difisit APBD Bontang sebesar Rp150 miliar. (Foto: Instagram Andi Faiz)

    Bontang - Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun ini yang mengalami defisit sekitar Rp150 miliar menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

    Meski begitu, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan agar situasi tersebut tidak berdampak pada insentif tenaga pendidik, kader kesehatan, dan bantuan sosial lainnya.

    Ia menyampaikan, saat ini defisit APBD Bontang berada di kisaran Rp150 miliar. Ke depan, dengan proyeksi APBD yang bisa turun hingga Rp1,5 triliun, seluruh pihak diminta melihat kondisi ini sebagai tantangan bersama.

    “Hari ini kita ada defisit kurang lebih Rp150 miliar. Tentunya ini kita tidak mengalahkan belanja pegawai 30 persen. Ketika APBD kita tahun depan menjadi Rp1,5 triliun, tidak ada pilihan kita harus sama-sama melihat ini sebagai sebuah tantangan. Ini adalah sebuah regulasi yang harus kita jalankan,” ujar pria yang akrab disapa Andi Faiz itu.

    Meski ada tekanan fiskal, DPRD menekankan agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Terutama insentif bagi RT, tenaga guru swasta, serta kader posyandu.

    “Hari ini mudah-mudahan bisa menjadi catatan dan masukan dari kami ke depan buat pemerintah, utamanya juga untuk bantuan-bantuan sosial. Seperti yang tadi disampaikan, yakni insentif RT, tenaga guru swasta, hingga kader posyandu, kami berharap jangan sampai dikurangi karena sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya.

    Menurutnya, insentif tersebut bukan hanya bentuk dukungan kepada masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga roda ekonomi tetap bergerak di tengah keterbatasan anggaran.

    (Sf/Lo)