Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Keterbatasan daya tampung SMP negeri kembali menjadi tantangan dunia pendidikan di Kota Balikpapan menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026.
Setiap tahun ajaran baru, ribuan orang tua harus bersaing mencari sekolah bagi anak-anak mereka karena jumlah lulusan SD terus meningkat, sementara kapasitas SMP negeri belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, ketimpangan jumlah sekolah antara jenjang SD dan SMP menjadi persoalan utama yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
“Yang paling sulit karena perbandingan jumlah sekolah antara SD dan SMP cukup besar,” ucap Irfan, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus menyiapkan berbagai langkah, agar seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak putus sekolah.
Salah satu solusi yang ditempuh adalah menggandeng 15 SMP swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Jadi SMP swasta bisa menampung sekitar 1.200 anak,” jelasnya.
Selain melibatkan sekolah swasta, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga menambah kapasitas penerimaan siswa baru di SMP negeri sebesar lima persen.
Penambahan daya tampung tersebut didukung alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemkot untuk menyesuaikan lonjakan jumlah lulusan SD setiap tahun.
“Kami mendapat dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah kota, jadi daya tampung bisa bertambah lima persen,” ungkap Irfan.
Pemkot Balikpapan juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sarana dan kapasitas sekolah seiring pertumbuhan jumlah penduduk di kota tersebut.
Pemerintah menilai peningkatan layanan pendidikan menjadi hal penting agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan kesempatan belajar yang layak, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, keterlibatan sekolah swasta diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi kepadatan penerimaan siswa baru di SMP negeri sambil menunggu pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Keterbatasan daya tampung SMP negeri kembali menjadi tantangan dunia pendidikan di Kota Balikpapan menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026.
Setiap tahun ajaran baru, ribuan orang tua harus bersaing mencari sekolah bagi anak-anak mereka karena jumlah lulusan SD terus meningkat, sementara kapasitas SMP negeri belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan, ketimpangan jumlah sekolah antara jenjang SD dan SMP menjadi persoalan utama yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
“Yang paling sulit karena perbandingan jumlah sekolah antara SD dan SMP cukup besar,” ucap Irfan, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus menyiapkan berbagai langkah, agar seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak putus sekolah.
Salah satu solusi yang ditempuh adalah menggandeng 15 SMP swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Jadi SMP swasta bisa menampung sekitar 1.200 anak,” jelasnya.
Selain melibatkan sekolah swasta, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga menambah kapasitas penerimaan siswa baru di SMP negeri sebesar lima persen.
Penambahan daya tampung tersebut didukung alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemkot untuk menyesuaikan lonjakan jumlah lulusan SD setiap tahun.
“Kami mendapat dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar dari pemerintah kota, jadi daya tampung bisa bertambah lima persen,” ungkap Irfan.
Pemkot Balikpapan juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sarana dan kapasitas sekolah seiring pertumbuhan jumlah penduduk di kota tersebut.
Pemerintah menilai peningkatan layanan pendidikan menjadi hal penting agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan kesempatan belajar yang layak, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, keterlibatan sekolah swasta diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi kepadatan penerimaan siswa baru di SMP negeri sambil menunggu pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang.
(Sf/Lo)