Cari disini...
Seputar Kaltim
Jauh-jauh dari Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud pilih turun langsung ke lokasi banjir lumpur di Pidie Jaya, Aceh. Bawa bantuan miliaran hingga solusi air bersih. (Dok Pemprov Kaltim).
Samarinda – Pemandangan berbeda terlihat di lokasi bencana banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum, memilih menanggalkan kesan protokoler kaku dan turun langsung ke lapangan yang berlumpur.
Ia tak sekadar menyerahkan bantuan secara simbolis di tempat kering. Pada kunjungan Jumat (2/1/26) tersebut, Rudy Mas'ud bersama rombongan justru berkeliling meninjau rumah-rumah warga yang masih terendam lumpur sisa banjir. Ia menyapa warga di lokasi pengungsian, berdialog, dan melihat langsung kondisi riil dampak bencana.
Raut empati tak bisa disembunyikan dari wajah orang nomor satu di Kaltim ini saat mendengar keluh kesah warga. Dalam dialognya, ia mencoba menguatkan hati para korban agar tetap tabah menghadapi cobaan.
"Mudah-mudahan bencana ini bisa dilalui dengan kesabaran. Yakinlah di samping kesusahan ada kemudahan. Ini ujian. Pidie Jaya ini masyarakatnya mau naik kelas, dapat keberkahan nantinya," ucap Gubernur Harum, dikutip dari laman resmi Pemrov Kaltim.
Kedatangan Harum ke ujung barat Indonesia ini bukan dengan tangan kosong. Ia membawa misi solidaritas "Dompet Kaltim Peduli Bencana" dengan total bantuan mencapai Rp5,7 miliar yang disebar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Khusus untuk Kabupaten Pidie Jaya, bantuan yang digelontorkan cukup signifikan. Selain dana tunai sebesar Rp1 miliar, terdapat bantuan logistik senilai Rp700 juta yang mencakup stok pangan dan perlengkapan darurat.
Tak hanya itu, menyadari pentingnya kebutuhan dasar pascabencana, dialokasikan pula dana sebesar Rp300 juta melalui KNPI Kaltim. Dana ini dikhususkan untuk pembuatan dan penyediaan sarana air bersih yang sangat dibutuhkan warga saat ini.
Langkah Gubernur Kaltim yang rela 'becek-becekan' ini menjadi simbol kuat persaudaraan antarpulau, membuktikan bahwa duka masyarakat Aceh juga dirasakan mendalam oleh saudara mereka di Kalimantan Timur.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jauh-jauh dari Kaltim, Gubernur Rudy Mas'ud pilih turun langsung ke lokasi banjir lumpur di Pidie Jaya, Aceh. Bawa bantuan miliaran hingga solusi air bersih. (Dok Pemprov Kaltim).
Samarinda – Pemandangan berbeda terlihat di lokasi bencana banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum, memilih menanggalkan kesan protokoler kaku dan turun langsung ke lapangan yang berlumpur.
Ia tak sekadar menyerahkan bantuan secara simbolis di tempat kering. Pada kunjungan Jumat (2/1/26) tersebut, Rudy Mas'ud bersama rombongan justru berkeliling meninjau rumah-rumah warga yang masih terendam lumpur sisa banjir. Ia menyapa warga di lokasi pengungsian, berdialog, dan melihat langsung kondisi riil dampak bencana.
Raut empati tak bisa disembunyikan dari wajah orang nomor satu di Kaltim ini saat mendengar keluh kesah warga. Dalam dialognya, ia mencoba menguatkan hati para korban agar tetap tabah menghadapi cobaan.
"Mudah-mudahan bencana ini bisa dilalui dengan kesabaran. Yakinlah di samping kesusahan ada kemudahan. Ini ujian. Pidie Jaya ini masyarakatnya mau naik kelas, dapat keberkahan nantinya," ucap Gubernur Harum, dikutip dari laman resmi Pemrov Kaltim.
Kedatangan Harum ke ujung barat Indonesia ini bukan dengan tangan kosong. Ia membawa misi solidaritas "Dompet Kaltim Peduli Bencana" dengan total bantuan mencapai Rp5,7 miliar yang disebar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Khusus untuk Kabupaten Pidie Jaya, bantuan yang digelontorkan cukup signifikan. Selain dana tunai sebesar Rp1 miliar, terdapat bantuan logistik senilai Rp700 juta yang mencakup stok pangan dan perlengkapan darurat.
Tak hanya itu, menyadari pentingnya kebutuhan dasar pascabencana, dialokasikan pula dana sebesar Rp300 juta melalui KNPI Kaltim. Dana ini dikhususkan untuk pembuatan dan penyediaan sarana air bersih yang sangat dibutuhkan warga saat ini.
Langkah Gubernur Kaltim yang rela 'becek-becekan' ini menjadi simbol kuat persaudaraan antarpulau, membuktikan bahwa duka masyarakat Aceh juga dirasakan mendalam oleh saudara mereka di Kalimantan Timur.
(Sf/Rs)