Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto yang mengenakan kemeja warna hijau sage saat mendengarkan aspirasi masyarakat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Sejumlah petani asal Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan keluhan terkait minimnya irigasi yang menghambat aktivitas pertanian.
Keluhan itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita (KWT) Siliwangi, Seri Herlinawari dalam kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang III Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto di Posyandu 6 SPM Kenanga I, RT 03, Kelurahan Loa Ipuh, Jumat (7/8/2026).
Seri mengungkapkan lahan persawahan di Kelurahan Loa Ipuh, khususnya di sekitaran Triyu 2 hingga kini belum memiliki jaringan irigasi yang memadai untuk menunjang produktivitas pertanian.
Kondisi itu membuat para petani kesulitan memperoleh pasokan air saat musim kemarau, sehingga sebagian besar dari mereka memilih untuk tidak menggarap sawah karena lahan tidak dapat diairi secara optimal.
“Ada gabungan kelompok petani di RT 72 yang memiliki hampir 10 Hektare (Ha) lebih lahan sawah tidak mempunyai akses irigasi, sehingga ketika kemarau melanda seperti saat ini mereka tidak bisa menanam padi akibat tidak memiliki air,” ujar Seri.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Desman menyatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani Loa Ipuh agar pembangunan jaringan irigasi dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, ketersediaan irigasi merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.
“Tadi disampaikan terkait kondisi pertanian yang belum memiliki irigasi. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama dan pemerintah seharusnya hadir,” jelas Desman.
Kini keluhan tersebut akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti.
“Persoalan ini nanti akan kita bantu sampaikan supaya sektor pertanian dapat didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, terutama jaringan irigasi,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto yang mengenakan kemeja warna hijau sage saat mendengarkan aspirasi masyarakat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Sejumlah petani asal Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan keluhan terkait minimnya irigasi yang menghambat aktivitas pertanian.
Keluhan itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita (KWT) Siliwangi, Seri Herlinawari dalam kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang III Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto di Posyandu 6 SPM Kenanga I, RT 03, Kelurahan Loa Ipuh, Jumat (7/8/2026).
Seri mengungkapkan lahan persawahan di Kelurahan Loa Ipuh, khususnya di sekitaran Triyu 2 hingga kini belum memiliki jaringan irigasi yang memadai untuk menunjang produktivitas pertanian.
Kondisi itu membuat para petani kesulitan memperoleh pasokan air saat musim kemarau, sehingga sebagian besar dari mereka memilih untuk tidak menggarap sawah karena lahan tidak dapat diairi secara optimal.
“Ada gabungan kelompok petani di RT 72 yang memiliki hampir 10 Hektare (Ha) lebih lahan sawah tidak mempunyai akses irigasi, sehingga ketika kemarau melanda seperti saat ini mereka tidak bisa menanam padi akibat tidak memiliki air,” ujar Seri.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Desman menyatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani Loa Ipuh agar pembangunan jaringan irigasi dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, ketersediaan irigasi merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.
“Tadi disampaikan terkait kondisi pertanian yang belum memiliki irigasi. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama dan pemerintah seharusnya hadir,” jelas Desman.
Kini keluhan tersebut akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti.
“Persoalan ini nanti akan kita bantu sampaikan supaya sektor pertanian dapat didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, terutama jaringan irigasi,” tandasnya.
(Sf/Rs)