Seputar Kaltim

    Ketersediaan Stok LPG di Kutim Dipastikan Aman Selama Ramadan, Disperindag Ikut Mengawasi

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly z
    26 Februari 2025 pukul 08:25 WITA

    Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani (kiri) bersama Achmad Dony Erviady. (dok.lisdawati/seputarfakta.com)

    Sangatta - Menjelang bulan Ramadan tahun 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa mereka akan mengawasi ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG).

    Guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, kuota LPG untuk Kutim telah ditentukan oleh BPH Migas dan Pertamina di awal tahun. Setiap bulan, kuota yang ditetapkan adalah 14 ribu tabung, dan akan dibagi setiap bulannya.

    "Saat ini, distribusi LPG berjalan normal dan tidak ada hambatan berarti. Pengisian LPG dilakukan hingga malam hari, dengan distribusi utama berasal dari Samarinda," ujar Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani, saat diwawancarai di ruangannya, Selasa (25/2/25).

    Meski tidak memiliki kapasitas untuk mengatur persiapan stok LPG, Disperindag tetap berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar dan siap melaporkan jika terjadi kelangkaan. "Kami tidak memiliki kapasitas untuk mengatur stok LPG, tetapi kami tidak akan berpangku tangan. Kami akan mengawasi distribusi di lapangan dan melaporkan langsung ke Pertamina serta BPH Migas jika stok LPG kosong," Lanjutnya

     Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG menjelang Ramadan, Nora menyampaikan bahwa keputusan terkait harga dan kuota ditentukan oleh Kementerian ESDM melalui Pertamina. Saat ini, HET di Kutai Timur berdasarkan SK Gubernur tahun 2022 adalah Rp21 ribu per tabung. Namun, dengan naiknya harga BBM dan biaya lainnya, banyak pengusaha mengeluhkan keuntungan yang semakin kecil. 

    "Kami berharap harga tidak memberatkan masyarakat, dan agar pemerintah pusat melalui Pertamina dapat mengatur distribusi dan HET sesuai arahan Presiden untuk menjaga harga tetap wajar, Jika HET tetap di angka Rp21 ribu, pengusaha kecil akan kesulitan," kata Nora

    Disperindag Kutim juga berencana mengusulkan perubahan HET kepada gubernur setelah berkoordinasi dengan bupati dan pengusaha setempat. Untuk mengantisipasi kelangkaan LPG selama Ramadan, Disperindag melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina mengenai kesiapan stok. 

    Pihaknya juga meminta kuota tambahan secara fluktuatif, sesuai dengan permintaan masyarakat yang meningkat di bulan puasa. "Stok LPG dipastikan aman hingga Lebaran nanti. Kami juga meminta Pertamina untuk menambah kuota jika diperlukan, mengingat kebutuhan bisa meningkat selama bulan Ramadan," jelas Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady.

    Dia optimistis dengan koordinasi yang baik antara Disperindag, Pertamina, dan BPH Migas, pasokan LPG selama Ramadan 2025 dapat tercukupi tanpa hambatan berarti.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Ketersediaan Stok LPG di Kutim Dipastikan Aman Selama Ramadan, Disperindag Ikut Mengawasi

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly z
    26 Februari 2025 pukul 08:25 WITA

    Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani (kiri) bersama Achmad Dony Erviady. (dok.lisdawati/seputarfakta.com)

    Sangatta - Menjelang bulan Ramadan tahun 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa mereka akan mengawasi ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG).

    Guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, kuota LPG untuk Kutim telah ditentukan oleh BPH Migas dan Pertamina di awal tahun. Setiap bulan, kuota yang ditetapkan adalah 14 ribu tabung, dan akan dibagi setiap bulannya.

    "Saat ini, distribusi LPG berjalan normal dan tidak ada hambatan berarti. Pengisian LPG dilakukan hingga malam hari, dengan distribusi utama berasal dari Samarinda," ujar Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani, saat diwawancarai di ruangannya, Selasa (25/2/25).

    Meski tidak memiliki kapasitas untuk mengatur persiapan stok LPG, Disperindag tetap berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar dan siap melaporkan jika terjadi kelangkaan. "Kami tidak memiliki kapasitas untuk mengatur stok LPG, tetapi kami tidak akan berpangku tangan. Kami akan mengawasi distribusi di lapangan dan melaporkan langsung ke Pertamina serta BPH Migas jika stok LPG kosong," Lanjutnya

     Mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG menjelang Ramadan, Nora menyampaikan bahwa keputusan terkait harga dan kuota ditentukan oleh Kementerian ESDM melalui Pertamina. Saat ini, HET di Kutai Timur berdasarkan SK Gubernur tahun 2022 adalah Rp21 ribu per tabung. Namun, dengan naiknya harga BBM dan biaya lainnya, banyak pengusaha mengeluhkan keuntungan yang semakin kecil. 

    "Kami berharap harga tidak memberatkan masyarakat, dan agar pemerintah pusat melalui Pertamina dapat mengatur distribusi dan HET sesuai arahan Presiden untuk menjaga harga tetap wajar, Jika HET tetap di angka Rp21 ribu, pengusaha kecil akan kesulitan," kata Nora

    Disperindag Kutim juga berencana mengusulkan perubahan HET kepada gubernur setelah berkoordinasi dengan bupati dan pengusaha setempat. Untuk mengantisipasi kelangkaan LPG selama Ramadan, Disperindag melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina mengenai kesiapan stok. 

    Pihaknya juga meminta kuota tambahan secara fluktuatif, sesuai dengan permintaan masyarakat yang meningkat di bulan puasa. "Stok LPG dipastikan aman hingga Lebaran nanti. Kami juga meminta Pertamina untuk menambah kuota jika diperlukan, mengingat kebutuhan bisa meningkat selama bulan Ramadan," jelas Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady.

    Dia optimistis dengan koordinasi yang baik antara Disperindag, Pertamina, dan BPH Migas, pasokan LPG selama Ramadan 2025 dapat tercukupi tanpa hambatan berarti.

    (Sf/Mr)