Seputar Kaltim

    Ketersediaan Pangan di Kukar Aman, Bupati Imbau Masyarakat Tak Belanja Berlebihan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    24 Desember 2025 pukul 13:20 WITA

    Ketersediaan pangan di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memonitor harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional tetap aman untuk masyarakat.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan hasil pemantauan di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong memgalami kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Namun masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas pasar secara keseluruhan.

    “Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, tapi masih relatif stabil,” kata Aulia, Rabu (24/12/2025).

    Secara umum pasokan bahan pangan di Kukar masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan stok yang terjaga ini menunjukkan distribusi pangan masih berjalan dengan baik.

    Meski demikian, beberapa bahan pangan, khususnya pasokan yang masih bergantung dari luar daerah, yakni kelompok kacang-kacangan mengalami kenaikan harga dibandingkan produk hasil produksi lokal.

    “Ini yang mendorong kita supaya bahan pokok bisa disediakan dari lokal sesuai dengan kondisi alam di Kukar,” ucapnya.

    Kata dia, komoditas yang berasal dari produksi lokal justru menunjukkan kondisi harga yang lebih stabil, seperti telur. Pasokan dari peternak lokal Kukar dinilai lebih stabil dari sisi harga maupun kualitas dibandingkan produk yang didatangkan dari luar daerah.

    “Dari hasil pemantauan ini, bahan pokok kita stabil untuk kebutuhan nataru,” ujarnya.

    Melalui kegiatan monitoring ini, Bupati Aulia menegaskan untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal sebagai upaya jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

    Dirinya mengimbau masyarakat dapat berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Ketersediaan pangan kita cukup dan semuanya stabil,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ketersediaan Pangan di Kukar Aman, Bupati Imbau Masyarakat Tak Belanja Berlebihan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    24 Desember 2025 pukul 13:20 WITA

    Ketersediaan pangan di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memonitor harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional tetap aman untuk masyarakat.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan hasil pemantauan di Pasar Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong memgalami kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Namun masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas pasar secara keseluruhan.

    “Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, tapi masih relatif stabil,” kata Aulia, Rabu (24/12/2025).

    Secara umum pasokan bahan pangan di Kukar masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan stok yang terjaga ini menunjukkan distribusi pangan masih berjalan dengan baik.

    Meski demikian, beberapa bahan pangan, khususnya pasokan yang masih bergantung dari luar daerah, yakni kelompok kacang-kacangan mengalami kenaikan harga dibandingkan produk hasil produksi lokal.

    “Ini yang mendorong kita supaya bahan pokok bisa disediakan dari lokal sesuai dengan kondisi alam di Kukar,” ucapnya.

    Kata dia, komoditas yang berasal dari produksi lokal justru menunjukkan kondisi harga yang lebih stabil, seperti telur. Pasokan dari peternak lokal Kukar dinilai lebih stabil dari sisi harga maupun kualitas dibandingkan produk yang didatangkan dari luar daerah.

    “Dari hasil pemantauan ini, bahan pokok kita stabil untuk kebutuhan nataru,” ujarnya.

    Melalui kegiatan monitoring ini, Bupati Aulia menegaskan untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan lokal sebagai upaya jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

    Dirinya mengimbau masyarakat dapat berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Ketersediaan pangan kita cukup dan semuanya stabil,” tutupnya.

    (Sf/Lo)