Seputar Kaltim

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pemkot Balikpapan Dukung Program Koperasi Merah Putih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menghadapi tantangan keterbatasan lahan dalam mendukung pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih yang ditargetkan hadir di seluruh kelurahan.

    Meski demikian, pemkot tetap berkomitmen menyiapkan lokasi pembangunan secara bertahap.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan awal koperasi di lima titik hingga akhir tahun ini. Dari jumlah tersebut, empat lokasi telah dipastikan, sementara satu titik lainnya masih direncanakan berada di kawasan Manggar.

    “Untuk tahap awal, Balikpapan diminta mengusulkan lima lokasi. Empat sudah siap, satu lagi masih direncanakan di Manggar,” ucap Bagus saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

    Pembangunan tahap awal ini akan dilaksanakan oleh pihak TNI sesuai arahan pemerintah pusat. Setelah itu, Pemkot Balikpapan menargetkan perluasan pembangunan koperasi hingga menjangkau seluruh 34 kelurahan.

    Saat ini, pemkot telah membahas 11 lokasi potensial. Sementara itu, 29 kelurahan lainnya diminta mulai menyiapkan lahan sejak awal tahun depan agar program dapat berjalan sesuai target.

    “Kalau lima kelurahan sudah dibangun tahun ini, maka kelurahan lainnya kami dorong awal tahun depan sudah siap lahannya,” jelasnya.

    Dalam proses persiapan, pemkot menerapkan pembagian peran yang jelas. Camat dan lurah ditugaskan mengidentifikasi lokasi yang memungkinkan, sementara Dinas Koperasi bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menangani legalitas serta status aset lahan.

    “Kami bergerak bersama. Camat, lurah, dan dinas koperasi di lapangan, BKAD fokus pada aset karena mereka paling paham status lahannya,” terangnya.

    Namun, keterbatasan aset menjadi kendala utama di wilayah pusat kota seperti Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan. Padahal, salah satu syarat pembangunan Koperasi Merah Putih adalah ketersediaan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.

    “Kendala paling besar memang di wilayah kota karena aset lahan sangat terbatas, sementara syaratnya cukup luas,” akunya.

    Oleh karena itu, Pemkot sementara memprioritaskan wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Barat yang dinilai masih memiliki peluang ketersediaan lahan. Opsi pembebasan lahan tetap terbuka, namun perlu kajian mendalam mengingat keterbatasan anggaran daerah.

    “Pembebasan lahan bisa saja dilakukan, tapi dengan kondisi anggaran sekarang harus dihitung sangat matang,” tegasnya.

    Meski menghadapi berbagai tantangan, Pemkot Balikpapan tetap optimistis target pembangunan dapat tercapai secara bertahap. Hingga akhir tahun ini, lima lokasi resmi akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai tahap awal pelaksanaan program.

    Bagus menambahkan, penempatan koperasi di wilayah yang belum padat justru dinilai strategis, karena dapat mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di Balikpapan.

    “Kalau lokasinya agak jauh dari permukiman, justru bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di wilayah yang belum berkembang,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Pemkot Balikpapan Dukung Program Koperasi Merah Putih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menghadapi tantangan keterbatasan lahan dalam mendukung pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih yang ditargetkan hadir di seluruh kelurahan.

    Meski demikian, pemkot tetap berkomitmen menyiapkan lokasi pembangunan secara bertahap.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan awal koperasi di lima titik hingga akhir tahun ini. Dari jumlah tersebut, empat lokasi telah dipastikan, sementara satu titik lainnya masih direncanakan berada di kawasan Manggar.

    “Untuk tahap awal, Balikpapan diminta mengusulkan lima lokasi. Empat sudah siap, satu lagi masih direncanakan di Manggar,” ucap Bagus saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

    Pembangunan tahap awal ini akan dilaksanakan oleh pihak TNI sesuai arahan pemerintah pusat. Setelah itu, Pemkot Balikpapan menargetkan perluasan pembangunan koperasi hingga menjangkau seluruh 34 kelurahan.

    Saat ini, pemkot telah membahas 11 lokasi potensial. Sementara itu, 29 kelurahan lainnya diminta mulai menyiapkan lahan sejak awal tahun depan agar program dapat berjalan sesuai target.

    “Kalau lima kelurahan sudah dibangun tahun ini, maka kelurahan lainnya kami dorong awal tahun depan sudah siap lahannya,” jelasnya.

    Dalam proses persiapan, pemkot menerapkan pembagian peran yang jelas. Camat dan lurah ditugaskan mengidentifikasi lokasi yang memungkinkan, sementara Dinas Koperasi bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menangani legalitas serta status aset lahan.

    “Kami bergerak bersama. Camat, lurah, dan dinas koperasi di lapangan, BKAD fokus pada aset karena mereka paling paham status lahannya,” terangnya.

    Namun, keterbatasan aset menjadi kendala utama di wilayah pusat kota seperti Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan. Padahal, salah satu syarat pembangunan Koperasi Merah Putih adalah ketersediaan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.

    “Kendala paling besar memang di wilayah kota karena aset lahan sangat terbatas, sementara syaratnya cukup luas,” akunya.

    Oleh karena itu, Pemkot sementara memprioritaskan wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Balikpapan Barat yang dinilai masih memiliki peluang ketersediaan lahan. Opsi pembebasan lahan tetap terbuka, namun perlu kajian mendalam mengingat keterbatasan anggaran daerah.

    “Pembebasan lahan bisa saja dilakukan, tapi dengan kondisi anggaran sekarang harus dihitung sangat matang,” tegasnya.

    Meski menghadapi berbagai tantangan, Pemkot Balikpapan tetap optimistis target pembangunan dapat tercapai secara bertahap. Hingga akhir tahun ini, lima lokasi resmi akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai tahap awal pelaksanaan program.

    Bagus menambahkan, penempatan koperasi di wilayah yang belum padat justru dinilai strategis, karena dapat mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di Balikpapan.

    “Kalau lokasinya agak jauh dari permukiman, justru bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di wilayah yang belum berkembang,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)