Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DInas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerapkan pengawasan ketat terhadap kelayakan kesehatan calon jemaah haji keberangkatan tahun ini.
Dari total 5.353 jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Balikpapan, pemenuhan status Istithaah (mampu secara kesehatan) kini dikawal ketat dan diwajibkan sebagai syarat mutlak sebelum jemaah diizinkan melakukan pelunasan ongkos haji.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran ibadah jemaah di Tanah Suci, mengingat cuaca ekstrem dan beratnya aktivitas fisik yang harus dijalani, seperti wukuf di Arafah.
Embarkasi Balikpapan sendiri menaungi jemaah dari wilayah Kaltim, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
"Berdasarkan data pemeriksaan terakhir, dari 3.535 jemaah yang telah diperiksa kesehatannya, sebanyak 3.471 dinyatakan Istithaah. Artinya mereka dalam kondisi sehat atau memiliki penyakit bawaan yang terkontrol," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin ditemui di Samarinda, Rabu (8/4/2026).
Dinkes mencatat ada 23 jemaah yang kini belum berstatus istitho'ah. Para jemaah tersebut masih dalam tahap pembinaan dan pengobatan oleh tim medis di masing-masing kabupaten/kota.
Harapannya setelah kondisi kesehatannya membaik dan terkontrol, mereka dapat segera menyetor pelunasan di akhir batas waktu.
"Jika memang kondisi fisik tidak memungkinkan, kuota dapat digantikan oleh pihak keluarga demi meminimalisir risiko kedaruratan medis setibanya di Arab Saudi," tuturnya.
Untuk menunjang imunitas ribuan jemaah, pemerintah juga telah merampungkan distribusi alokasi vaksin ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota. Kuota terbesar tercatat berada di Samarinda dengan jumlah mencapai lebih dari 1.000 jemaah.
"Vaksin yang disiapkan meliputi 3.326 vial vaksin Meningitis, 645 vial vaksin Polio, serta 610 vial vaksin Covid-19 untuk kebutuhan booster jemaah yang belum melengkapinya," jabarnya.
Sebagai bentuk jaminan pelayanan kesehatan selama di Makkah dan Madinah, Kaltim juga akan memberangkatkan 18 tenaga medis dan tenaga kesehatan.
"Para tenaga medis ini akan melekat mendampingi kloter Kaltim secara penuh, mulai dari proses embarkasi, pemantauan di dalam pesawat, hingga pelaksanaan puncak ibadah haji," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DInas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerapkan pengawasan ketat terhadap kelayakan kesehatan calon jemaah haji keberangkatan tahun ini.
Dari total 5.353 jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Balikpapan, pemenuhan status Istithaah (mampu secara kesehatan) kini dikawal ketat dan diwajibkan sebagai syarat mutlak sebelum jemaah diizinkan melakukan pelunasan ongkos haji.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran ibadah jemaah di Tanah Suci, mengingat cuaca ekstrem dan beratnya aktivitas fisik yang harus dijalani, seperti wukuf di Arafah.
Embarkasi Balikpapan sendiri menaungi jemaah dari wilayah Kaltim, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.
"Berdasarkan data pemeriksaan terakhir, dari 3.535 jemaah yang telah diperiksa kesehatannya, sebanyak 3.471 dinyatakan Istithaah. Artinya mereka dalam kondisi sehat atau memiliki penyakit bawaan yang terkontrol," ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin ditemui di Samarinda, Rabu (8/4/2026).
Dinkes mencatat ada 23 jemaah yang kini belum berstatus istitho'ah. Para jemaah tersebut masih dalam tahap pembinaan dan pengobatan oleh tim medis di masing-masing kabupaten/kota.
Harapannya setelah kondisi kesehatannya membaik dan terkontrol, mereka dapat segera menyetor pelunasan di akhir batas waktu.
"Jika memang kondisi fisik tidak memungkinkan, kuota dapat digantikan oleh pihak keluarga demi meminimalisir risiko kedaruratan medis setibanya di Arab Saudi," tuturnya.
Untuk menunjang imunitas ribuan jemaah, pemerintah juga telah merampungkan distribusi alokasi vaksin ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota. Kuota terbesar tercatat berada di Samarinda dengan jumlah mencapai lebih dari 1.000 jemaah.
"Vaksin yang disiapkan meliputi 3.326 vial vaksin Meningitis, 645 vial vaksin Polio, serta 610 vial vaksin Covid-19 untuk kebutuhan booster jemaah yang belum melengkapinya," jabarnya.
Sebagai bentuk jaminan pelayanan kesehatan selama di Makkah dan Madinah, Kaltim juga akan memberangkatkan 18 tenaga medis dan tenaga kesehatan.
"Para tenaga medis ini akan melekat mendampingi kloter Kaltim secara penuh, mulai dari proses embarkasi, pemantauan di dalam pesawat, hingga pelaksanaan puncak ibadah haji," tutupnya.
(Sf/Lo)