Seputar Kaltim

    Kesenjangan Pembangunan IKN, Wabup PPU Desak Pusat Alokasikan Dana untuk 3 Kecamatan 'Terlupakan'

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 November 2025 pukul 13:57 WITA

    Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: istimewa)

    Penajam – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin menyoroti ketimpangan pembangunan antara Sepaku dan tiga kecamatan lainnya semenjak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Ia mengungkapkan hanya Kecamatan Sepaku yang merasakan dampak positif dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

    Sementara tiga kecamatan lainnya seperti Penajam, Waru dan Babulu hingga kini belum mendapatkan dampak signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

    Waris Muin meminta pemerintah pusat untuk turut memperhatikan tiga kecamatan lainnya agar pembangunan di setiap wilayah merata, mengingat posisi PPU kini merupakan wilayah penyangga IKN,

    “Kami di PPU ini sering dianggap berkembang pesat karena menjadi lokasi IKN. Namun realitanya tidak demikian, yang tersentuh pembangunan hanya Sepaku, sementara tiga kecamatan lainnya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh,” ujar Waris Muin, Selasa (25/11/2025).

    Saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, pemerintah pusat dan OIKN di Gedung Kemenko 3, IKN belum lama ini, Waris Muin menyampaikan kondisi fiskal PPU yang serba keterbatasan akibat terdampak pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. 

    Pemangkasan itu mempengaruhi perkembangan di setiap kecamatan, sehingga pemerintah daerah mengharapkan pusat turut memberikan perhatian khusus kepada PPU sebagai wilayah penyangga IKN agar pembangunan tetap berjalan secara merata.

    “Anggaran kita dipotong 50 persen, dari Rp2,6 triliun turun menjadi Rp1,3 triliun. Sementara belanja pegawai saja mencapai sekitar Rp900 miliar. Belum termasuk kebutuhan infrastruktur, pembangunan hingga program prioritas daerah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kesenjangan Pembangunan IKN, Wabup PPU Desak Pusat Alokasikan Dana untuk 3 Kecamatan 'Terlupakan'

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 November 2025 pukul 13:57 WITA

    Wabup PPU, Abdul Waris Muin (Dok: istimewa)

    Penajam – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin menyoroti ketimpangan pembangunan antara Sepaku dan tiga kecamatan lainnya semenjak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Ia mengungkapkan hanya Kecamatan Sepaku yang merasakan dampak positif dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

    Sementara tiga kecamatan lainnya seperti Penajam, Waru dan Babulu hingga kini belum mendapatkan dampak signifikan, baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan ekonomi masyarakat.

    Waris Muin meminta pemerintah pusat untuk turut memperhatikan tiga kecamatan lainnya agar pembangunan di setiap wilayah merata, mengingat posisi PPU kini merupakan wilayah penyangga IKN,

    “Kami di PPU ini sering dianggap berkembang pesat karena menjadi lokasi IKN. Namun realitanya tidak demikian, yang tersentuh pembangunan hanya Sepaku, sementara tiga kecamatan lainnya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh,” ujar Waris Muin, Selasa (25/11/2025).

    Saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, pemerintah pusat dan OIKN di Gedung Kemenko 3, IKN belum lama ini, Waris Muin menyampaikan kondisi fiskal PPU yang serba keterbatasan akibat terdampak pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. 

    Pemangkasan itu mempengaruhi perkembangan di setiap kecamatan, sehingga pemerintah daerah mengharapkan pusat turut memberikan perhatian khusus kepada PPU sebagai wilayah penyangga IKN agar pembangunan tetap berjalan secara merata.

    “Anggaran kita dipotong 50 persen, dari Rp2,6 triliun turun menjadi Rp1,3 triliun. Sementara belanja pegawai saja mencapai sekitar Rp900 miliar. Belum termasuk kebutuhan infrastruktur, pembangunan hingga program prioritas daerah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)