Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, menyampaikan bahwa selain potensi peningkatan jumlah penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), faktor cuaca menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
“KSOP Balikpapan terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memastikan keselamatan pelayaran,” ucap Capt. Weku kepada awak media, Jumat (19/12/2025).
Selain itu, seluruh operator kapal diwajibkan untuk selalu memperhatikan dan mematuhi laporan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
“Di posko Nataru tersedia fasilitas pemantauan cuaca secara real time. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal bukan dilarang, tetapi ditunda hingga cuaca dinyatakan aman,” terangnya.
Ia menjelaskan, posko Nataru berfungsi sebagai pusat informasi terpadu yang menyajikan data terkini terkait keselamatan pelayaran, kondisi cuaca, serta pergerakan penumpang di Pelabuhan Balikpapan.
Meski demikian, KSOP Balikpapan belum dapat memprediksi secara pasti jumlah penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi laut selama periode Nataru. Hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap faktor cuaca dalam merencanakan perjalanan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh pihak, baik operator kapal maupun penumpang, dapat bekerja sama dan mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan keamanan pelayaran,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, menyampaikan bahwa selain potensi peningkatan jumlah penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), faktor cuaca menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
“KSOP Balikpapan terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memastikan keselamatan pelayaran,” ucap Capt. Weku kepada awak media, Jumat (19/12/2025).
Selain itu, seluruh operator kapal diwajibkan untuk selalu memperhatikan dan mematuhi laporan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
“Di posko Nataru tersedia fasilitas pemantauan cuaca secara real time. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal bukan dilarang, tetapi ditunda hingga cuaca dinyatakan aman,” terangnya.
Ia menjelaskan, posko Nataru berfungsi sebagai pusat informasi terpadu yang menyajikan data terkini terkait keselamatan pelayaran, kondisi cuaca, serta pergerakan penumpang di Pelabuhan Balikpapan.
Meski demikian, KSOP Balikpapan belum dapat memprediksi secara pasti jumlah penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi laut selama periode Nataru. Hal ini disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap faktor cuaca dalam merencanakan perjalanan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh pihak, baik operator kapal maupun penumpang, dapat bekerja sama dan mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan keamanan pelayaran,” pungkasnya.
(Sf/Rs)