Seputar Kaltim

    Kesadaran Warga Balikpapan Bangkit, Bank Sampah Kembali Bergeliat Pascapandemi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana . (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya masyarakat Balikpapan dalam mengelola sampah rumah tangga mulai menunjukkan hasil positif. Setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19, kini aktivitas bank sampah di kota ini kembali hidup dan berkembang.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, bahwa jumlah bank sampah di Balikpapan kini telah meningkat menjadi sekitar 130 unit. Padahal, saat masa pandemi, jumlahnya sempat merosot hingga tinggal 70 unit akibat pembatasan sosial dan menurunnya aktivitas masyarakat.

    “Sebelum pandemi ada sekitar 120 bank sampah. Sekarang jumlahnya sudah bangkit lagi menjadi sekitar 130-an. Kami menargetkan tiap kelurahan memiliki minimal enam bank sampah,” ucap Sudirman saat dikonfirmasi awak media, Senin (3/11/2025).

    Dengan target tersebut, DLH menargetkan akan ada lebih dari 200 bank sampah baru yang tersebar di seluruh kelurahan. Upaya ini diharapkan bisa memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus menumbuhkan nilai ekonomi dari sampah anorganik yang terkumpul.

    Selain memperbanyak unit bank sampah, DLH juga tengah mendorong pembentukan bank sampah induk di tingkat kecamatan.

    “Saat ini, Balikpapan baru memiliki dua bank sampah induk yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan dan pendistribusian hasil sampah dari bank-bank sampah di kelurahan,” lanjutnya.

    Tak hanya itu, gerakan Sedekah Sampah juga terus digalakkan di tingkat RT. Program ini diinisiasi oleh para ketua RT dengan tujuan mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah, sambil memberi nilai sosial bagi hasil pengumpulan sampah.

    “Kami juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program CSR untuk menyediakan keranjang sampah di setiap RT,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kesadaran warga dalam memilah sampah memang belum merata, tetapi mulai menunjukkan peningkatan. Karena itu, DLH terus mengedukasi masyarakat, termasuk anak-anak agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dini.

    “Langkah kecil seperti memilah sampah dari rumah punya dampak besar bagi kebersihan kota,” tegasnya.

    Dengan semakin banyaknya bank sampah aktif dan meningkatnya kepedulian masyarakat, DLH optimistis Balikpapan dapat menjadi kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kesadaran Warga Balikpapan Bangkit, Bank Sampah Kembali Bergeliat Pascapandemi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana . (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya masyarakat Balikpapan dalam mengelola sampah rumah tangga mulai menunjukkan hasil positif. Setelah sempat terpuruk selama pandemi Covid-19, kini aktivitas bank sampah di kota ini kembali hidup dan berkembang.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, bahwa jumlah bank sampah di Balikpapan kini telah meningkat menjadi sekitar 130 unit. Padahal, saat masa pandemi, jumlahnya sempat merosot hingga tinggal 70 unit akibat pembatasan sosial dan menurunnya aktivitas masyarakat.

    “Sebelum pandemi ada sekitar 120 bank sampah. Sekarang jumlahnya sudah bangkit lagi menjadi sekitar 130-an. Kami menargetkan tiap kelurahan memiliki minimal enam bank sampah,” ucap Sudirman saat dikonfirmasi awak media, Senin (3/11/2025).

    Dengan target tersebut, DLH menargetkan akan ada lebih dari 200 bank sampah baru yang tersebar di seluruh kelurahan. Upaya ini diharapkan bisa memperluas partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus menumbuhkan nilai ekonomi dari sampah anorganik yang terkumpul.

    Selain memperbanyak unit bank sampah, DLH juga tengah mendorong pembentukan bank sampah induk di tingkat kecamatan.

    “Saat ini, Balikpapan baru memiliki dua bank sampah induk yang berfungsi sebagai pusat pengelolaan dan pendistribusian hasil sampah dari bank-bank sampah di kelurahan,” lanjutnya.

    Tak hanya itu, gerakan Sedekah Sampah juga terus digalakkan di tingkat RT. Program ini diinisiasi oleh para ketua RT dengan tujuan mengajak warga untuk memilah sampah sejak dari rumah, sambil memberi nilai sosial bagi hasil pengumpulan sampah.

    “Kami juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program CSR untuk menyediakan keranjang sampah di setiap RT,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kesadaran warga dalam memilah sampah memang belum merata, tetapi mulai menunjukkan peningkatan. Karena itu, DLH terus mengedukasi masyarakat, termasuk anak-anak agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dini.

    “Langkah kecil seperti memilah sampah dari rumah punya dampak besar bagi kebersihan kota,” tegasnya.

    Dengan semakin banyaknya bank sampah aktif dan meningkatnya kepedulian masyarakat, DLH optimistis Balikpapan dapat menjadi kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas.

    (Sf/Rs)