Seputar Kaltim

    Keracunan Massal di Sebulu, Penyebabnya Bakteri Salmonella dari Makanan Bumbu Merah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2024 pukul 11:48 WITA

    Puskesmas Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Keracunan massal di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disebabkan oleh bakteri Salmonella. Sebanyak 155 orang harus dirawat intensif dan dua orang meninggal dunia akibat insiden ini. 

    "Kita sudah terima hasil uji sampel di 2 Oktober 2024 kemarin yang disebabkan oleh bakteri Salmonella," kata Kepala UPT Puskesmas Sebulu Abdullah Ramli Minggu (6/10/2024).

    Ia menjelaskan berdasarkan analisis laboratorium, bakteri Salmonella ditemukan dalam telur bumbu merah, yang merupakan bagian dari nasi kotak yang disajikan oleh pihak ketringan.

    Bakteri Salmonella sering menjadi penyebab utama keracunan makanan. Bakteri ini biasanya ditemukan pada makanan mentah atau tidak dimasak dengan sempurna, terutama telur, daging ayam, dan produk susu.

    “Pada kasus ini, telur yang digunakan dalam bumbu merah itu sudah terkontaminasi. Gejalanya diare, demam, sakit perut, mual, dan muntah,” jelasnya.

    Kata dia, bakteri Salmonella umumnya terjadi pada makanan yang tidak di bersihkan secara merata. Kemudian, proses memasak yang tidak sempurna.

    Dirinya menegaskan, kepada seluruh pengusaha katering, untuk lebih berhati-hati dalam mengolah makanan. Terutama saat menggunakan telur dan produk yang dihasilkan oleh hewan lainnya.

    “Prosedur kebersihan itu harus ditaati, pastikan makanan matang sepenuhnya adalah langkah utama untuk mencegah infeksi Salmonella. Saya rasa ini hal paling umum sebagai pengetahuan untuk mereka yang punya ketringan, jangan sampai ini terulang lagi,” tegasnya.

    Saat ini pihaknya telah memberikan hasil uji sampel tersebut ke kepala desa dan kepolisian Sebulu untuk analisis perkara lebih lanjut. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Keracunan Massal di Sebulu, Penyebabnya Bakteri Salmonella dari Makanan Bumbu Merah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2024 pukul 11:48 WITA

    Puskesmas Kecamatan Sebulu, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Keracunan massal di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disebabkan oleh bakteri Salmonella. Sebanyak 155 orang harus dirawat intensif dan dua orang meninggal dunia akibat insiden ini. 

    "Kita sudah terima hasil uji sampel di 2 Oktober 2024 kemarin yang disebabkan oleh bakteri Salmonella," kata Kepala UPT Puskesmas Sebulu Abdullah Ramli Minggu (6/10/2024).

    Ia menjelaskan berdasarkan analisis laboratorium, bakteri Salmonella ditemukan dalam telur bumbu merah, yang merupakan bagian dari nasi kotak yang disajikan oleh pihak ketringan.

    Bakteri Salmonella sering menjadi penyebab utama keracunan makanan. Bakteri ini biasanya ditemukan pada makanan mentah atau tidak dimasak dengan sempurna, terutama telur, daging ayam, dan produk susu.

    “Pada kasus ini, telur yang digunakan dalam bumbu merah itu sudah terkontaminasi. Gejalanya diare, demam, sakit perut, mual, dan muntah,” jelasnya.

    Kata dia, bakteri Salmonella umumnya terjadi pada makanan yang tidak di bersihkan secara merata. Kemudian, proses memasak yang tidak sempurna.

    Dirinya menegaskan, kepada seluruh pengusaha katering, untuk lebih berhati-hati dalam mengolah makanan. Terutama saat menggunakan telur dan produk yang dihasilkan oleh hewan lainnya.

    “Prosedur kebersihan itu harus ditaati, pastikan makanan matang sepenuhnya adalah langkah utama untuk mencegah infeksi Salmonella. Saya rasa ini hal paling umum sebagai pengetahuan untuk mereka yang punya ketringan, jangan sampai ini terulang lagi,” tegasnya.

    Saat ini pihaknya telah memberikan hasil uji sampel tersebut ke kepala desa dan kepolisian Sebulu untuk analisis perkara lebih lanjut. 

    (Sf/Rs)