Seputar Kaltim

    Kepala DP3A Kutim Ingatkan Pentingnya Kelola Emosi demi Kesehatan Mental

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 14:10 WITA

    Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, saat membuka bimbingan teknis di Hotel Royal Victoria Sangatta, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Kemampuan mengelola emosi dinilai menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan mental sekaligus membangun keharmonisan keluarga. Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur (Kutim), Idham Cholid, saat membuka bimbingan teknis di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (6/8/2026).

    Ia mengatakan kemampuan mengelola emosi tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tetapi juga menentukan cara seseorang bersikap dan berinteraksi dengan lingkungan.

    Menurutnya, banyak orang lebih mudah menilai kesalahan orang lain dibandingkan melakukan introspeksi. Padahal, mengenali karakter dan mengendalikan emosi diri merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarga maupun masyarakat.

    "Yang paling penting adalah mengenali emosi diri sendiri. Sebelum bereaksi terhadap suatu persoalan, kita harus mampu mengendalikan respons agar tidak mengambil keputusan secara emosional," ujar Idham. 

    Ia menjelaskan, pengendalian emosi perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Suasana rumah yang harmonis akan menciptakan rasa aman bagi anak, sehingga mendukung tumbuh kembang dan proses belajar mereka.

    "Anak sering membawa suasana yang ada di rumah ke lingkungan sekolah. Karena itu, keluarga yang harmonis menjadi fondasi penting bagi perkembangan mereka," katanya.

    Idham juga menilai kemampuan mengendalikan emosi penting dimiliki perempuan yang menjalankan usaha atau bisnis. Cara berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada orang lain turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan.

    Selain di lingkungan keluarga dan aktivitas ekonomi, Idham juga menekankan pentingnya mengelola emosi saat berinteraksi di ruang digital. Media sosial kerap menjadi tempat seseorang meluapkan emosi tanpa mempertimbangkan dampaknya.

    Ia mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri menyampaikan kritik maupun pendapat secara santun dan tidak mudah terpancing untuk saling menghujat.

    "Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, akan lebih baik jika disampaikan dengan cara yang membangun sehingga memberikan manfaat bagi orang lain," pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kepala DP3A Kutim Ingatkan Pentingnya Kelola Emosi demi Kesehatan Mental

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    07 Agustus 2026 pukul 14:10 WITA

    Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, saat membuka bimbingan teknis di Hotel Royal Victoria Sangatta, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Kemampuan mengelola emosi dinilai menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan mental sekaligus membangun keharmonisan keluarga. Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur (Kutim), Idham Cholid, saat membuka bimbingan teknis di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (6/8/2026).

    Ia mengatakan kemampuan mengelola emosi tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tetapi juga menentukan cara seseorang bersikap dan berinteraksi dengan lingkungan.

    Menurutnya, banyak orang lebih mudah menilai kesalahan orang lain dibandingkan melakukan introspeksi. Padahal, mengenali karakter dan mengendalikan emosi diri merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarga maupun masyarakat.

    "Yang paling penting adalah mengenali emosi diri sendiri. Sebelum bereaksi terhadap suatu persoalan, kita harus mampu mengendalikan respons agar tidak mengambil keputusan secara emosional," ujar Idham. 

    Ia menjelaskan, pengendalian emosi perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Suasana rumah yang harmonis akan menciptakan rasa aman bagi anak, sehingga mendukung tumbuh kembang dan proses belajar mereka.

    "Anak sering membawa suasana yang ada di rumah ke lingkungan sekolah. Karena itu, keluarga yang harmonis menjadi fondasi penting bagi perkembangan mereka," katanya.

    Idham juga menilai kemampuan mengendalikan emosi penting dimiliki perempuan yang menjalankan usaha atau bisnis. Cara berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada orang lain turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan.

    Selain di lingkungan keluarga dan aktivitas ekonomi, Idham juga menekankan pentingnya mengelola emosi saat berinteraksi di ruang digital. Media sosial kerap menjadi tempat seseorang meluapkan emosi tanpa mempertimbangkan dampaknya.

    Ia mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri menyampaikan kritik maupun pendapat secara santun dan tidak mudah terpancing untuk saling menghujat.

    "Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Namun, akan lebih baik jika disampaikan dengan cara yang membangun sehingga memberikan manfaat bagi orang lain," pungkasnya. 

    (Sf/Lo)