Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Pasar Tangga Arung, Kecamatan Tenggaong, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pedagang tengah resah dengan isu mahalnya biaya sewa kios di Pasar Tangga Arung dan kini ramai dibahas di sosial media Facebook (FB).
"Dengar-dengar sewa pasar mahal. Katanya pro UMKM, tapi kok memberatkan," tulis akun Facebook Frieren.
Cuitan ini menjadi bahan perdebatan oleh warganet di kolom komentar.
Saat diKonfirmasi, Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menegaskan kabar tersebut tidak benar dan hanya ulah oknum yang ingin menjadikan ini sebagai kesempatan untuk memeras pedagang.
"Jika memang benar adanya, laporkan saja ke polisi," kata Sayid Fathullah, Senin (6/1/2025).
Ia juga menegaskan, Disperindag Kukar tidak akan menjadikan kesempatan tersebut untuk mengambil keuntungan dari para pedagang. "Kita kerja sesuai aturan, jangan main-main dengan isu yang tidak benar," tegasnya.
Kata Sayid, kios yang telah selesai akan diisi oleh para pedagang yang sudah terdata pada sejak awal relokasi, yakni sebanyak 703 orang.
Sementara pedagang tersebut akan secara bergantian pindah dari Pasar Gerbang Raja Mangkurawang ke Pasar Tangga Arung untuk menempati kios itu.
"Kami akan mulai dari kloter pertama kemudian selanjutnya menyusul sesuai dengan data yang sudah kami catat," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi. Apalagi sangat penting menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan pasar.
Menurutnya, transparansi dan kerja sama semua pihak adalah kunci untuk mencegah polemik seperti ini terus berulang.
"Kita ingin isu terkait mahalnya pembayaran kios Pasar Tangga Arung dapat segera selesai dan masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya," pungkasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Pasar Tangga Arung, Kecamatan Tenggaong, Kukar. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pedagang tengah resah dengan isu mahalnya biaya sewa kios di Pasar Tangga Arung dan kini ramai dibahas di sosial media Facebook (FB).
"Dengar-dengar sewa pasar mahal. Katanya pro UMKM, tapi kok memberatkan," tulis akun Facebook Frieren.
Cuitan ini menjadi bahan perdebatan oleh warganet di kolom komentar.
Saat diKonfirmasi, Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menegaskan kabar tersebut tidak benar dan hanya ulah oknum yang ingin menjadikan ini sebagai kesempatan untuk memeras pedagang.
"Jika memang benar adanya, laporkan saja ke polisi," kata Sayid Fathullah, Senin (6/1/2025).
Ia juga menegaskan, Disperindag Kukar tidak akan menjadikan kesempatan tersebut untuk mengambil keuntungan dari para pedagang. "Kita kerja sesuai aturan, jangan main-main dengan isu yang tidak benar," tegasnya.
Kata Sayid, kios yang telah selesai akan diisi oleh para pedagang yang sudah terdata pada sejak awal relokasi, yakni sebanyak 703 orang.
Sementara pedagang tersebut akan secara bergantian pindah dari Pasar Gerbang Raja Mangkurawang ke Pasar Tangga Arung untuk menempati kios itu.
"Kami akan mulai dari kloter pertama kemudian selanjutnya menyusul sesuai dengan data yang sudah kami catat," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi. Apalagi sangat penting menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan pasar.
Menurutnya, transparansi dan kerja sama semua pihak adalah kunci untuk mencegah polemik seperti ini terus berulang.
"Kita ingin isu terkait mahalnya pembayaran kios Pasar Tangga Arung dapat segera selesai dan masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya," pungkasnya.
(Sf/By)