Seputar Kaltim

    Kepala Dinas Perkebunan Berau Minta Petani dan Pekebun Tak Hanya Tanam Satu Jenis Tanaman 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2024 pukul 14:11 WITA

    Kepala Disbun Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Berau mendorong petani dan pekebun untuk dapat memaksimalkan potensi sektor perkebunan yang ada di Kabupaten Berau. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah diversifikasi tanaman pangan.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mengajak petani lokal untuk dapat mengembangkan lahan pertaniannya untuk jangka panjang. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar tidak hanya berfokus pada satu komoditas saja, melainkan bisa menanam beberapa tanaman.

    "Saya berharap para petani dan pekebun, bisa menanam lebih dari satu komoditas, dan melakukan diversifikasi usaha, terutama hilirasi produk perkebunan," ujar Kepala Disbun Berau, Lita Handini.

    Ia juga mengatakan, kemungkinan sektor perkebunan akan menjadi sektor pengganti setelah pertambangan jika tidak lagi produktif. Hal ini karena, hasil dari sektor perkebunan saat ini mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi nyata di Kabupaten Berau.

    "Kita harus bersama-sama meningkatkan semangat dalam mengahadapi tantangan ke depan di sektor perkebunan," ucapnya.

    Selain itu, ia menyampaikan Berau, saat ini tengah fokus pada pengembangan sektor-sektor komoditas pertanian unggulan seperti kakao atau cokelat masuk dalam komoditas unggulan bersama lada, kelapa, dan sawit.

    "Kami berupaya, bagaimana Berau juga bisa menyediakan produk yang berkualitas, apalagi cokelat kita juga diakui," katanya.

    Ia berharap agar para petani dapat mempertimbangkan untuk menanam komoditas lain agar tidak bergantung kepada satu komoditas saja.

    "Komoditas itu seperti lada, kakao menjadi tren saat ini. Sebaiknya, petani lokal bisa pertimbangkan komoditi itu," tuturnya.

    Ia juga mengatakan, lahan yang luas akan lebih produktif jika ditanami berbagai jenis tanaman. Menurutnya, dengan diversifikasi bisa mengurangi resiko gagal panen dan memastikan ketersediaan pangan yang lebih beragam. 

    "Kalau petani punya lahan yang luas mengapa tidak ditanami komoditas lainnya. Kan untungnya lebih besar," ungkapnya.

    Lita juga mengingatkan kepada para petani dan pekebun agar tidak menanam pada kawasan hutan atau yang dilindungi agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

    "Kami ingin para petani lebih sejahtera dengan memanfaatkan potensi lahan yang mereka miliki secara optimal," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kepala Dinas Perkebunan Berau Minta Petani dan Pekebun Tak Hanya Tanam Satu Jenis Tanaman 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    29 Desember 2024 pukul 14:11 WITA

    Kepala Disbun Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Berau mendorong petani dan pekebun untuk dapat memaksimalkan potensi sektor perkebunan yang ada di Kabupaten Berau. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah diversifikasi tanaman pangan.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini mengajak petani lokal untuk dapat mengembangkan lahan pertaniannya untuk jangka panjang. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar tidak hanya berfokus pada satu komoditas saja, melainkan bisa menanam beberapa tanaman.

    "Saya berharap para petani dan pekebun, bisa menanam lebih dari satu komoditas, dan melakukan diversifikasi usaha, terutama hilirasi produk perkebunan," ujar Kepala Disbun Berau, Lita Handini.

    Ia juga mengatakan, kemungkinan sektor perkebunan akan menjadi sektor pengganti setelah pertambangan jika tidak lagi produktif. Hal ini karena, hasil dari sektor perkebunan saat ini mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi nyata di Kabupaten Berau.

    "Kita harus bersama-sama meningkatkan semangat dalam mengahadapi tantangan ke depan di sektor perkebunan," ucapnya.

    Selain itu, ia menyampaikan Berau, saat ini tengah fokus pada pengembangan sektor-sektor komoditas pertanian unggulan seperti kakao atau cokelat masuk dalam komoditas unggulan bersama lada, kelapa, dan sawit.

    "Kami berupaya, bagaimana Berau juga bisa menyediakan produk yang berkualitas, apalagi cokelat kita juga diakui," katanya.

    Ia berharap agar para petani dapat mempertimbangkan untuk menanam komoditas lain agar tidak bergantung kepada satu komoditas saja.

    "Komoditas itu seperti lada, kakao menjadi tren saat ini. Sebaiknya, petani lokal bisa pertimbangkan komoditi itu," tuturnya.

    Ia juga mengatakan, lahan yang luas akan lebih produktif jika ditanami berbagai jenis tanaman. Menurutnya, dengan diversifikasi bisa mengurangi resiko gagal panen dan memastikan ketersediaan pangan yang lebih beragam. 

    "Kalau petani punya lahan yang luas mengapa tidak ditanami komoditas lainnya. Kan untungnya lebih besar," ungkapnya.

    Lita juga mengingatkan kepada para petani dan pekebun agar tidak menanam pada kawasan hutan atau yang dilindungi agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

    "Kami ingin para petani lebih sejahtera dengan memanfaatkan potensi lahan yang mereka miliki secara optimal," pungkasnya.

    (Sf/Rs)