Seputar Kaltim

    Kepala BPBD Samarinda Keluhkan Keterbatasan Alat, Pemadaman Karhutla Terkendala Medan Jauh

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    19 September 2026 pukul 18:05 WITA

    Kepala BPBD Samarinda, Suwarso. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan kendala teknis dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Samarinda. Hal itu disampaikan Suwarso pada Kamis (17/9/2026).

    Menurutnya, secara jenis peralatan pemadaman sebenarnya sudah cukup, namun dari segi jumlah masih sangat terbatas. Kendala utama adalah medan pemadaman yang jauh ke dalam dengan sumber air terbatas dan selang yang tidak menjangkau lokasi titik api.

    "Kalau alat sebetulnya memang kita ya secara jenisnya cukup, tapi jumlahnya yang berkurang karena mobil tangki itu, karena rata-rata daerah yang kita suplai itu untuk pemadaman terutama ya itu jauh di dalam, sumber air terbatas, selangnya juga terbatas sehingga yang di dalam tidak bisa kita jangkau," ujar Suwarso.

    Ia merinci, kebutuhan mendesak di lapangan meliputi mesin portabel, water tank tandon untuk menjangkau area dalam, unit-unit tangki untuk suplai air, serta peralatan Alat Pelindung Diri (APD).

    "Jadi kebutuhan seperti mesin portabel, water tank tandon yang untuk jangkau ke dalam, unit-unit tangki untuk suplai air, kemudian peralatan-peralatan APD itu rata-rata itu keluhan dari teman-teman relawan, Damkar, BPBD dan itu dibutuhkan untuk percepatan penanganan," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, pihaknya telah mendapatkan dukungan alat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa selang, unit portabel, dan APD, namun jumlahnya masih terbatas.

    "Kita mendapatkan dukungan alat dari BNPB berupa selang ada unit portabel ada APD tapi jumlahnya masih terbatas. Nah kita diberi kesempatan untuk mengajukan kembali dan mudah-mudahan nanti datang disesuaikan dengan kemampuan BNPB maupun Kementerian Kehutanan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kepala BPBD Samarinda Keluhkan Keterbatasan Alat, Pemadaman Karhutla Terkendala Medan Jauh

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    19 September 2026 pukul 18:05 WITA

    Kepala BPBD Samarinda, Suwarso. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan kendala teknis dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Samarinda. Hal itu disampaikan Suwarso pada Kamis (17/9/2026).

    Menurutnya, secara jenis peralatan pemadaman sebenarnya sudah cukup, namun dari segi jumlah masih sangat terbatas. Kendala utama adalah medan pemadaman yang jauh ke dalam dengan sumber air terbatas dan selang yang tidak menjangkau lokasi titik api.

    "Kalau alat sebetulnya memang kita ya secara jenisnya cukup, tapi jumlahnya yang berkurang karena mobil tangki itu, karena rata-rata daerah yang kita suplai itu untuk pemadaman terutama ya itu jauh di dalam, sumber air terbatas, selangnya juga terbatas sehingga yang di dalam tidak bisa kita jangkau," ujar Suwarso.

    Ia merinci, kebutuhan mendesak di lapangan meliputi mesin portabel, water tank tandon untuk menjangkau area dalam, unit-unit tangki untuk suplai air, serta peralatan Alat Pelindung Diri (APD).

    "Jadi kebutuhan seperti mesin portabel, water tank tandon yang untuk jangkau ke dalam, unit-unit tangki untuk suplai air, kemudian peralatan-peralatan APD itu rata-rata itu keluhan dari teman-teman relawan, Damkar, BPBD dan itu dibutuhkan untuk percepatan penanganan," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, pihaknya telah mendapatkan dukungan alat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa selang, unit portabel, dan APD, namun jumlahnya masih terbatas.

    "Kita mendapatkan dukungan alat dari BNPB berupa selang ada unit portabel ada APD tapi jumlahnya masih terbatas. Nah kita diberi kesempatan untuk mengajukan kembali dan mudah-mudahan nanti datang disesuaikan dengan kemampuan BNPB maupun Kementerian Kehutanan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)