Kenapa Orang Brunei Darussalam Senang Berwisata di Kaltim?

    Seputar Fakta -

    Seputar Kaltim

    08 Januari 2026 08:02 WIB

    Ilustrasi warga Brunei Darussalam. (Kolase oleh Seputar Fakta)

    Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan asal Asia Tenggara, khususnya dari Brunei Darussalam. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim periode November 2025, wisatawan asal Brunei Darussalam mendominasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Benua Etam.

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan ini tercatat signifikan menjelang akhir tahun 2025. Data menunjukkan bahwa warga Brunei "menyerbu" Kaltim melalui pintu udara, menjadikan mereka penyumbang terbesar angka pariwisata di wilayah ini.

     

    Dominasi Mutlak Wisatawan Brunei

     

    Dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis, Yusniar Juliana memaparkan bahwa dari total 911 kunjungan wisman pada November 2025, hampir setengahnya berasal dari Brunei Darussalam.

    "Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Kalimantan Timur selama November 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Brunei Darussalam sebanyak 404 kunjungan. Angka ini setara dengan 44,35 persen dari total kunjungan," ujar Yusniar dalam keterangan resminya.

    Jumlah ini jauh mengungguli wisatawan dari negara tetangga lainnya, seperti Malaysia yang berada di posisi kedua dengan 183 kunjungan (20,09 persen), dan Singapura dengan 61 kunjungan (6,69 persen).

     

    Akses Udara Jadi Kunci

     

    Tingginya minat warga Brunei ke Kaltim tidak lepas dari kemudahan akses transportasi. Yusniar menjelaskan bahwa seluruh wisman yang masuk ke Kaltim pada periode ini menggunakan moda angkutan udara.

    "Jika dirinci menurut pintu masuk utama, seluruh kunjungan wisman yaitu sebanyak 911 kunjungan masuk melalui angkutan udara, dengan Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang utama," jelasnya.

    Data ini mengindikasikan konektivitas penerbangan yang kuat antara Brunei dan Balikpapan menjadi faktor pendorong utama "kegemaran" warga Brunei berwisata ke Kaltim, dibandingkan menggunakan jalur laut yang nihil kunjungan pada bulan tersebut.

     

    Dampak pada Hunian Hotel

     

    Serbuan wisatawan ini juga berdampak positif pada industri perhotelan. BPS Kaltim mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 63,01 persen, naik tajam 7,05 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

    "Peningkatan kunjungan ini berkolerasi dengan naiknya TPK. Hotel bintang 5 mencatat hunian tertinggi mencapai 67,18 persen, yang menunjukkan preferensi wisatawan terhadap akomodasi berkualitas," tambah Yusniar.

    Secara keseluruhan, total kunjungan wisman ke Kaltim pada November 2025 mengalami kenaikan fantastis sebesar 40,59 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), memberikan sinyal optimisme bagi pariwisata Kaltim menyambut tahun 2026.(Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kenapa Orang Brunei Darussalam Senang Berwisata di Kaltim?

    Seputar Fakta -

    Seputar Kaltim

    08 Januari 2026 08:02 WIB

    Ilustrasi warga Brunei Darussalam. (Kolase oleh Seputar Fakta)

    Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan asal Asia Tenggara, khususnya dari Brunei Darussalam. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim periode November 2025, wisatawan asal Brunei Darussalam mendominasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Benua Etam.

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan ini tercatat signifikan menjelang akhir tahun 2025. Data menunjukkan bahwa warga Brunei "menyerbu" Kaltim melalui pintu udara, menjadikan mereka penyumbang terbesar angka pariwisata di wilayah ini.

     

    Dominasi Mutlak Wisatawan Brunei

     

    Dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis, Yusniar Juliana memaparkan bahwa dari total 911 kunjungan wisman pada November 2025, hampir setengahnya berasal dari Brunei Darussalam.

    "Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Kalimantan Timur selama November 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Brunei Darussalam sebanyak 404 kunjungan. Angka ini setara dengan 44,35 persen dari total kunjungan," ujar Yusniar dalam keterangan resminya.

    Jumlah ini jauh mengungguli wisatawan dari negara tetangga lainnya, seperti Malaysia yang berada di posisi kedua dengan 183 kunjungan (20,09 persen), dan Singapura dengan 61 kunjungan (6,69 persen).

     

    Akses Udara Jadi Kunci

     

    Tingginya minat warga Brunei ke Kaltim tidak lepas dari kemudahan akses transportasi. Yusniar menjelaskan bahwa seluruh wisman yang masuk ke Kaltim pada periode ini menggunakan moda angkutan udara.

    "Jika dirinci menurut pintu masuk utama, seluruh kunjungan wisman yaitu sebanyak 911 kunjungan masuk melalui angkutan udara, dengan Bandara SAMS Sepinggan sebagai pintu gerbang utama," jelasnya.

    Data ini mengindikasikan konektivitas penerbangan yang kuat antara Brunei dan Balikpapan menjadi faktor pendorong utama "kegemaran" warga Brunei berwisata ke Kaltim, dibandingkan menggunakan jalur laut yang nihil kunjungan pada bulan tersebut.

     

    Dampak pada Hunian Hotel

     

    Serbuan wisatawan ini juga berdampak positif pada industri perhotelan. BPS Kaltim mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada November 2025 mencapai 63,01 persen, naik tajam 7,05 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

    "Peningkatan kunjungan ini berkolerasi dengan naiknya TPK. Hotel bintang 5 mencatat hunian tertinggi mencapai 67,18 persen, yang menunjukkan preferensi wisatawan terhadap akomodasi berkualitas," tambah Yusniar.

    Secara keseluruhan, total kunjungan wisman ke Kaltim pada November 2025 mengalami kenaikan fantastis sebesar 40,59 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), memberikan sinyal optimisme bagi pariwisata Kaltim menyambut tahun 2026.(Sf/Rs)