Seputar Kaltim

    Kenalkan Sejarah Sejak Dini, Galeri Arsip Balikpapan Jadi Destinasi Wisata Edukasi Pelajar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 16:21 WITA

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu saat ditemu awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar melalui program sosialisasi budaya membaca.

    Pada 2026, program tersebut lebih difokuskan pada satuan pendidikan dasar, khususnya SD. Melalui program bertema Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba), Dispustakar menghadirkan sejumlah kegiatan yang dikemas secara menarik bagi para siswa.

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengajak anak-anak untuk gemar membaca, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai literasi.

    “Literasi itu tidak hanya sebatas membaca. Tetapi bagaimana cara berbicara yang baik, cara menulis yang baik, cara menyampaikan pendapat, serta bisa menceritakan kembali buku-buku yang dibacanya,” ucap Neny kepada media, Jumat (18/9/2026).

    Dalam pelaksanaannya, Dispustakar membawa pendongeng serta layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Program tersebut dilakukan dengan pendekatan jemput bola agar kegiatan literasi dapat langsung dirasakan oleh para siswa.

    Neny menyebutkan, hingga saat ini kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di enam sekolah yang masing-masing mewakili enam kecamatan di Balikpapan.

    Meski kegiatan utama telah diselesaikan, Dispustakar tetap membuka kerja sama dengan sekolah yang ingin mengadakan kegiatan literasi.

    “Kami di Dispustakar dapat terlibat sebagai narasumber maupun menghadirkan pendongeng dalam setiap kegiatan,” jelasnya.

    Selain menghadirkan pendongeng, perpustakaan keliling juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Mobil perpustakaan keliling membawa tambahan koleksi buku bacaan untuk melengkapi koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah.

    Menurut Neny, keberadaan perpustakaan umum memiliki peran untuk memperkaya bahan bacaan siswa. Sebab, perpustakaan sekolah pada dasarnya lebih banyak menyediakan buku yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran.

    “Kami sebagai perpustakaan umum untuk menambah koleksi bacaan dari sisi ilmu pengetahuan umum lainnya,” terangnya.

    Selain mendatangi sekolah, Dispustakar juga menerima kunjungan pelajar melalui program wisata edukasi. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SD, tetapi juga terbuka bagi peserta didik dari jenjang PAUD, SMP hingga SMA.

    Kehadiran Galeri Arsip turut memperluas materi edukasi yang dapat diperoleh para pelajar. “Sejumlah sekolah bahkan datang untuk memanfaatkan galeri tersebut sebagai bagian dari pembelajaran sejarah,” sambungnya.

    Dalam kunjungan, pelajar diperkenalkan dengan sejarah dan arsip, kemudian diberikan tugas untuk membuat resume berdasarkan materi yang telah disampaikan.

    “Kadang-kadang mereka khusus mata pelajaran sejarah, di mana mereka juga datang ke sini untuk kami perkenalkan sejarah dan arsip. Kemudian mereka membuat resume atas apa yang kami sampaikan atau di galeri ini,” ungkapnya.

    Dispustakar menegaskan wisata edukasi terbuka bagi seluruh kalangan. Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari melihat koleksi arsip dan mengenal sejarah hingga mengikuti sosialisasi budaya membaca.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan ruang baca yang kini dibedakan menjadi ruang baca khusus anak dan ruang baca umum.

    “Silakan datang wisata edukasi ke sini. Ada yang bisa melihat arsip, sejarah, kemudian bisa juga memperoleh sosialisasi budaya membaca dari kami, kemudian bisa menikmati fasilitas di perpustakaan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kenalkan Sejarah Sejak Dini, Galeri Arsip Balikpapan Jadi Destinasi Wisata Edukasi Pelajar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 16:21 WITA

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu saat ditemu awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar melalui program sosialisasi budaya membaca.

    Pada 2026, program tersebut lebih difokuskan pada satuan pendidikan dasar, khususnya SD. Melalui program bertema Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba), Dispustakar menghadirkan sejumlah kegiatan yang dikemas secara menarik bagi para siswa.

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengajak anak-anak untuk gemar membaca, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai literasi.

    “Literasi itu tidak hanya sebatas membaca. Tetapi bagaimana cara berbicara yang baik, cara menulis yang baik, cara menyampaikan pendapat, serta bisa menceritakan kembali buku-buku yang dibacanya,” ucap Neny kepada media, Jumat (18/9/2026).

    Dalam pelaksanaannya, Dispustakar membawa pendongeng serta layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah. Program tersebut dilakukan dengan pendekatan jemput bola agar kegiatan literasi dapat langsung dirasakan oleh para siswa.

    Neny menyebutkan, hingga saat ini kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di enam sekolah yang masing-masing mewakili enam kecamatan di Balikpapan.

    Meski kegiatan utama telah diselesaikan, Dispustakar tetap membuka kerja sama dengan sekolah yang ingin mengadakan kegiatan literasi.

    “Kami di Dispustakar dapat terlibat sebagai narasumber maupun menghadirkan pendongeng dalam setiap kegiatan,” jelasnya.

    Selain menghadirkan pendongeng, perpustakaan keliling juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Mobil perpustakaan keliling membawa tambahan koleksi buku bacaan untuk melengkapi koleksi yang tersedia di perpustakaan sekolah.

    Menurut Neny, keberadaan perpustakaan umum memiliki peran untuk memperkaya bahan bacaan siswa. Sebab, perpustakaan sekolah pada dasarnya lebih banyak menyediakan buku yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran.

    “Kami sebagai perpustakaan umum untuk menambah koleksi bacaan dari sisi ilmu pengetahuan umum lainnya,” terangnya.

    Selain mendatangi sekolah, Dispustakar juga menerima kunjungan pelajar melalui program wisata edukasi. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SD, tetapi juga terbuka bagi peserta didik dari jenjang PAUD, SMP hingga SMA.

    Kehadiran Galeri Arsip turut memperluas materi edukasi yang dapat diperoleh para pelajar. “Sejumlah sekolah bahkan datang untuk memanfaatkan galeri tersebut sebagai bagian dari pembelajaran sejarah,” sambungnya.

    Dalam kunjungan, pelajar diperkenalkan dengan sejarah dan arsip, kemudian diberikan tugas untuk membuat resume berdasarkan materi yang telah disampaikan.

    “Kadang-kadang mereka khusus mata pelajaran sejarah, di mana mereka juga datang ke sini untuk kami perkenalkan sejarah dan arsip. Kemudian mereka membuat resume atas apa yang kami sampaikan atau di galeri ini,” ungkapnya.

    Dispustakar menegaskan wisata edukasi terbuka bagi seluruh kalangan. Pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari melihat koleksi arsip dan mengenal sejarah hingga mengikuti sosialisasi budaya membaca.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan ruang baca yang kini dibedakan menjadi ruang baca khusus anak dan ruang baca umum.

    “Silakan datang wisata edukasi ke sini. Ada yang bisa melihat arsip, sejarah, kemudian bisa juga memperoleh sosialisasi budaya membaca dari kami, kemudian bisa menikmati fasilitas di perpustakaan,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)