Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi sapi kurban. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Dexlite berdampak pada kenaikan harga biaya angkut.
Hal itu juga berpengaruh terhadap harga jual sapi yang juga ikut naik menjelang Iduladha 2026. Pemilik ternak sapi di Desa Tepian Batang, Misran menjelaskan harga normal sebelum adanya kenaikan BBM Rp18 juta per ekor. Namun setelah ada kenaikan BBM, harga berubah menjadi Rp19 juta per ekor.
"Ada kenaikan karena biaya angkut naik. Dari Rp18 juta sekarang Rp19 per ekor," kata Misran, Jumat (15/5/2026).
Meski demikian, ia menyebut pesanan terhadap sapi sebagai salah satu hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini tetap dibanjiri pesanan.
Sapi Bali yang diternak oleh Misran berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan didatangkan secara bertahap lebih dari 100 ekor setahun.
"Sudah ada 40 pesanan menjelang Iduladha. Masih ada 80 ekor lagi yang belum terjual," tambahnya.
Selain pemesanan sapi untuk kebutuhan perorangan, ia mengaku banyak pesanan dari pihak perusahaan, bahkan dalam sekali pemesanan bisa mencapai puluhan ekor.
Di tengah kenaikan harga BBM, ia tetap optimis penjualan sapi pada tahun ini tetap akan stabil dan tidak mempengaruhi kuantitas pemesanan sapi yang akan ia dapatkan dibanding tahun sebelumnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi sapi kurban. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Dexlite berdampak pada kenaikan harga biaya angkut.
Hal itu juga berpengaruh terhadap harga jual sapi yang juga ikut naik menjelang Iduladha 2026. Pemilik ternak sapi di Desa Tepian Batang, Misran menjelaskan harga normal sebelum adanya kenaikan BBM Rp18 juta per ekor. Namun setelah ada kenaikan BBM, harga berubah menjadi Rp19 juta per ekor.
"Ada kenaikan karena biaya angkut naik. Dari Rp18 juta sekarang Rp19 per ekor," kata Misran, Jumat (15/5/2026).
Meski demikian, ia menyebut pesanan terhadap sapi sebagai salah satu hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini tetap dibanjiri pesanan.
Sapi Bali yang diternak oleh Misran berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan didatangkan secara bertahap lebih dari 100 ekor setahun.
"Sudah ada 40 pesanan menjelang Iduladha. Masih ada 80 ekor lagi yang belum terjual," tambahnya.
Selain pemesanan sapi untuk kebutuhan perorangan, ia mengaku banyak pesanan dari pihak perusahaan, bahkan dalam sekali pemesanan bisa mencapai puluhan ekor.
Di tengah kenaikan harga BBM, ia tetap optimis penjualan sapi pada tahun ini tetap akan stabil dan tidak mempengaruhi kuantitas pemesanan sapi yang akan ia dapatkan dibanding tahun sebelumnya.
(Sf/Lo)