Seputar Kaltim

    Kena 'Semprot' Pj Gubernur, Ini Penjelasan Kepala Dinkes Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2024 pukul 20:25 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Usai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik memberikan keterangan mengenai dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari pusat. Dinas Kesehatan Kaltim lalu beberkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk PMT tahun 2024 sudah dialokasikan ke masing-masing kabupaten kota sebesar Rp34.472.218.000.

    Adapun rincian kabupaten kota yang menerima DAK PMT 2024, Kabupaten Paser menerima Rp3,8 miliar, Kutai Barat Rp2,5 miliar, Penajam Paser Utara Rp2,4 miliar, Balikpapan Rp5,1 miliar, Samarinda Rp5,1 miliar, Kutai Kartanegara Rp7 miliar, Mahakam Ulu Rp670 juta, Bontang Rp798 juta, Kutai Timur Rp4 miliar, dan Berau Rp2,6 miliar.

    Dari keseluruhan dana PMT tersebut sudah menjadi kewenangan Puskesmas yang ditunjuk di setiap kabupaten kota. Sehingga menurut Jaya, seharusnya untuk realisasi anggaran ini sudah menjadi kewajiban para puskesmas untuk melaksanakan itu. Adapun peran Dinkes Kaltim hanya melakukan intervensi kepada Puskesmas tersebut.

    "Adapun dana DAK PMT dari Pusat langsung ke Puskesmas yang ditunjuk bukan lewat Dinkes provinsi," ungkap Jaya dihubungi di Samarinda, Rabu (12/6/2024).

    Jaya meminta kepada awak media untuk ikut dalam mengawasi realisasi anggaran itu agar tepat sasaran. Seperti apa yang dikatakan oleh Akmal Malik saat menyampaikan ini dalam sebuah acara pencegahan stunting. Akmal menekankan ketepatan sasaran, yang mana penyaluran realisasi tersebut sudah sesuai dengan data. "Bantu awasi, agar tepat sasaran yaitu intervensi 1.000 hari pertama kehidupan, karena ini yang paling penting," katanya.

    Adapun yang menjadi saran Penjabat Gubernur tadi mengenai pemberian dua telur setiap hari. Ia menekankan pemberian makanan bergizi itu penting, oleh karenanya, harus memenuhi setiap nutrisi si kecil agar tumbuh kembang 1000 hari pertama anak berlangsung dapat optimal.

    Jaya menambahkan, jangan sampai 1.000 hari pertama atau masa golden age ini terlewatkan karena memiliki peran kunci hingga anak beranjak dewasa nantinya. "Jadi kalau tepat sasaran, dari Ibu hamil, janinnya dan anak sampai umur 2 tahun ini dijaga dengan pemberian makanan bergizi dan nutrisi, agar tidak stunting," tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kena 'Semprot' Pj Gubernur, Ini Penjelasan Kepala Dinkes Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2024 pukul 20:25 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Usai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik memberikan keterangan mengenai dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari pusat. Dinas Kesehatan Kaltim lalu beberkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk PMT tahun 2024 sudah dialokasikan ke masing-masing kabupaten kota sebesar Rp34.472.218.000.

    Adapun rincian kabupaten kota yang menerima DAK PMT 2024, Kabupaten Paser menerima Rp3,8 miliar, Kutai Barat Rp2,5 miliar, Penajam Paser Utara Rp2,4 miliar, Balikpapan Rp5,1 miliar, Samarinda Rp5,1 miliar, Kutai Kartanegara Rp7 miliar, Mahakam Ulu Rp670 juta, Bontang Rp798 juta, Kutai Timur Rp4 miliar, dan Berau Rp2,6 miliar.

    Dari keseluruhan dana PMT tersebut sudah menjadi kewenangan Puskesmas yang ditunjuk di setiap kabupaten kota. Sehingga menurut Jaya, seharusnya untuk realisasi anggaran ini sudah menjadi kewajiban para puskesmas untuk melaksanakan itu. Adapun peran Dinkes Kaltim hanya melakukan intervensi kepada Puskesmas tersebut.

    "Adapun dana DAK PMT dari Pusat langsung ke Puskesmas yang ditunjuk bukan lewat Dinkes provinsi," ungkap Jaya dihubungi di Samarinda, Rabu (12/6/2024).

    Jaya meminta kepada awak media untuk ikut dalam mengawasi realisasi anggaran itu agar tepat sasaran. Seperti apa yang dikatakan oleh Akmal Malik saat menyampaikan ini dalam sebuah acara pencegahan stunting. Akmal menekankan ketepatan sasaran, yang mana penyaluran realisasi tersebut sudah sesuai dengan data. "Bantu awasi, agar tepat sasaran yaitu intervensi 1.000 hari pertama kehidupan, karena ini yang paling penting," katanya.

    Adapun yang menjadi saran Penjabat Gubernur tadi mengenai pemberian dua telur setiap hari. Ia menekankan pemberian makanan bergizi itu penting, oleh karenanya, harus memenuhi setiap nutrisi si kecil agar tumbuh kembang 1000 hari pertama anak berlangsung dapat optimal.

    Jaya menambahkan, jangan sampai 1.000 hari pertama atau masa golden age ini terlewatkan karena memiliki peran kunci hingga anak beranjak dewasa nantinya. "Jadi kalau tepat sasaran, dari Ibu hamil, janinnya dan anak sampai umur 2 tahun ini dijaga dengan pemberian makanan bergizi dan nutrisi, agar tidak stunting," tuturnya.

    (Sf/Rs)