Seputar Kaltim

    Kemenko Pangan Pantau Harga Pangan di Balikpapan, Cabai dan Bawang Merah Naik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito pastikan stok harga pangan di kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia melalui Asisten Deputi (Asdep) Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, melakukan monitoring harga komoditas pangan strategis di Kota Balikpapan, Rabu (3/12/2025).

    Kunjungan pertama dilakukan di Pasar Klandasan, Balikpapan Kota. Dirinya menjelaskan, pasar tersebut menjadi salah satu lokasi pemantauan karena Balikpapan belum memiliki pasar induk, sehingga distribusi pangan bergantung pada pasar-pasar di tiap kecamatan.

    “Kami melihat ketersediaan beras, cabai, gula, dan bawang merah cukup terpenuhi. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai dan bawang merah. Harga telur masih stabil, sementara harga daging ayam sedikit tinggi namun masih dalam batas normal,” ucap Asdep Kemenko Siradj untuk meninjau harga.

    Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga berdiskusi dengan wakil wali (Wawali) Kota Balikpapan terkait usulan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus di luar tiga zona yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

    “Usulan ini sudah kami catat untuk menjadi bahan pertimbangan pimpinan,” jelasnya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan turut mengusulkan pembangunan stasiun makanan (food station) serta program ekstensifikasi sawah. Siradj menyebutkan, bahwa usulan terkait pencetakan sawah baru akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian sebagai instansi pembina.

    Keterkaitan pemantauan harga ini dengan pasokan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia mengatakan Balikpapan saat ini memiliki 10 SPPG dari total 65 SPPG, dan ke depan jumlahnya dapat bertambah menjadi sekitar 30 SPPG.

    “Pasokan untuk MBG kadang berebut dengan kebutuhan supplier. Ini menjadi masukan agar suplai telur untuk MBG tidak mengganggu pasar dan memicu inflasi,” terangnya.

    Lebih lanjut, ia turut menjelaskan konsep food station yang berada di bawah BUMN ID Food. Fasilitas tersebut tidak hanya menyalurkan beras subsidi seperti SPHP, tetapi juga dapat memasok kebutuhan ritel modern.

    Dari hasil pantauan, Siradj menilai kondisi harga dan permintaan pangan di Balikpapan menjelang Natal dan Tahun Baru masih tergolong stabil.

    “Permintaan relatif tidak bergejolak, terutama di wilayah Kalimantan Timur,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kemenko Pangan Pantau Harga Pangan di Balikpapan, Cabai dan Bawang Merah Naik

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito pastikan stok harga pangan di kota Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia melalui Asisten Deputi (Asdep) Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, melakukan monitoring harga komoditas pangan strategis di Kota Balikpapan, Rabu (3/12/2025).

    Kunjungan pertama dilakukan di Pasar Klandasan, Balikpapan Kota. Dirinya menjelaskan, pasar tersebut menjadi salah satu lokasi pemantauan karena Balikpapan belum memiliki pasar induk, sehingga distribusi pangan bergantung pada pasar-pasar di tiap kecamatan.

    “Kami melihat ketersediaan beras, cabai, gula, dan bawang merah cukup terpenuhi. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai dan bawang merah. Harga telur masih stabil, sementara harga daging ayam sedikit tinggi namun masih dalam batas normal,” ucap Asdep Kemenko Siradj untuk meninjau harga.

    Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga berdiskusi dengan wakil wali (Wawali) Kota Balikpapan terkait usulan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) khusus di luar tiga zona yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

    “Usulan ini sudah kami catat untuk menjadi bahan pertimbangan pimpinan,” jelasnya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan turut mengusulkan pembangunan stasiun makanan (food station) serta program ekstensifikasi sawah. Siradj menyebutkan, bahwa usulan terkait pencetakan sawah baru akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian sebagai instansi pembina.

    Keterkaitan pemantauan harga ini dengan pasokan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia mengatakan Balikpapan saat ini memiliki 10 SPPG dari total 65 SPPG, dan ke depan jumlahnya dapat bertambah menjadi sekitar 30 SPPG.

    “Pasokan untuk MBG kadang berebut dengan kebutuhan supplier. Ini menjadi masukan agar suplai telur untuk MBG tidak mengganggu pasar dan memicu inflasi,” terangnya.

    Lebih lanjut, ia turut menjelaskan konsep food station yang berada di bawah BUMN ID Food. Fasilitas tersebut tidak hanya menyalurkan beras subsidi seperti SPHP, tetapi juga dapat memasok kebutuhan ritel modern.

    Dari hasil pantauan, Siradj menilai kondisi harga dan permintaan pangan di Balikpapan menjelang Natal dan Tahun Baru masih tergolong stabil.

    “Permintaan relatif tidak bergejolak, terutama di wilayah Kalimantan Timur,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)