Kembali Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Samarinda Ini Berpotensi Terendam Banjir 

    Seputarfakta.com - Tria   -

    Seputar Kaltim

    28 Januari 2025 12:57 WIB

    Samarinda kembali diguyur hujan, beberapa wilayah diminta waspada ada potensi terjadi banjir besar, Selasa (28/1/2025) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan deras kembali melanda Kota Samarinda pada Selasa (28/1/2025) sore, yang menyebabkan beberapa wilayah di kota ini berpotensi mengalami banjir besar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa setelah wilayah Samarinda Utara terendam, sejumlah daerah lain juga terancam alami banjir serupa.  

    Ia mengimbau warga yang tinggal di wilayah hilir bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut meliputi Kawasan Perum Bengkuring, Betapus, Tepian Lempake, Perum Bumi Sempaja, Perum Griya Mukti Samarinda, Temindung Permai, Jalan Ahmad Yani, Gelatik, Belatuk, kawasan Kampus Universitas Mulawarman, Jalan S. Parman, dan Dr. Soetomo.  

    Usai menghadapi banjir di Desa Budaya Pampang dan kawasan Perumahan Bengkuring Raya, BPBD Samarinda bersama Forkopimda dan relawan telah mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan intensif di beberapa titik rawan banjir, seperti Perum Griya Mukti dan kawasan Jalan Pemuda. 

    Sebagai langkah mitigasi, ia menyebut dua perahu telah dikerahkan untuk memantau kondisi di lapangan.  

    “Jika ketinggian air sudah mencapai lebih dari 50 cm, kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu petugas SAR,” tegas Suwarso, Selasa (28/1/2025).  

    Apalagi, hasil pantauan BPBD menunjukkan bahwa Bendungan Benanga di Lempake, yang menjadi salah satu indikator utama potensi banjir, masih berada pada status siaga. 

    Pemantauan di kawasan hilir seperti Betapus, Perumahan Bengkuring, dan Kelurahan Sempaja Timur juga menunjukkan kenaikan permukaan air. Di beberapa titik di sisi sungai, ketinggian air mencapai 20 cm hingga 1,5 meter.  

    "Masih ada potensi kemungkinan air naik apalagi kalau terjadi hujan kembali," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kembali Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Samarinda Ini Berpotensi Terendam Banjir 

    Seputarfakta.com - Tria   -

    Seputar Kaltim

    28 Januari 2025 12:57 WIB

    Samarinda kembali diguyur hujan, beberapa wilayah diminta waspada ada potensi terjadi banjir besar, Selasa (28/1/2025) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hujan deras kembali melanda Kota Samarinda pada Selasa (28/1/2025) sore, yang menyebabkan beberapa wilayah di kota ini berpotensi mengalami banjir besar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa setelah wilayah Samarinda Utara terendam, sejumlah daerah lain juga terancam alami banjir serupa.  

    Ia mengimbau warga yang tinggal di wilayah hilir bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah tersebut meliputi Kawasan Perum Bengkuring, Betapus, Tepian Lempake, Perum Bumi Sempaja, Perum Griya Mukti Samarinda, Temindung Permai, Jalan Ahmad Yani, Gelatik, Belatuk, kawasan Kampus Universitas Mulawarman, Jalan S. Parman, dan Dr. Soetomo.  

    Usai menghadapi banjir di Desa Budaya Pampang dan kawasan Perumahan Bengkuring Raya, BPBD Samarinda bersama Forkopimda dan relawan telah mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan intensif di beberapa titik rawan banjir, seperti Perum Griya Mukti dan kawasan Jalan Pemuda. 

    Sebagai langkah mitigasi, ia menyebut dua perahu telah dikerahkan untuk memantau kondisi di lapangan.  

    “Jika ketinggian air sudah mencapai lebih dari 50 cm, kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu petugas SAR,” tegas Suwarso, Selasa (28/1/2025).  

    Apalagi, hasil pantauan BPBD menunjukkan bahwa Bendungan Benanga di Lempake, yang menjadi salah satu indikator utama potensi banjir, masih berada pada status siaga. 

    Pemantauan di kawasan hilir seperti Betapus, Perumahan Bengkuring, dan Kelurahan Sempaja Timur juga menunjukkan kenaikan permukaan air. Di beberapa titik di sisi sungai, ketinggian air mencapai 20 cm hingga 1,5 meter.  

    "Masih ada potensi kemungkinan air naik apalagi kalau terjadi hujan kembali," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)