Seputar Kaltim

    Kemarau Panjang Picu Kekhawatiran Karhutla, Warga Berau Gelar Salat Istisqa

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    19 Agustus 2026 pukul 14:25 WITA

    Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menghadapi kemarau panjang yang belum kunjung berakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Rabu (19/8/2026) pagi.

    Salat Istisqa ini menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang melanda sejumlah wilayah. Kemarau panjang juga turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memunculkan kabut asap di beberapa kecamatan.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat. Meski persiapannya dilakukan secara dadakan, antusias masyarakat dinilai cukup tinggi.

    "Salat Istisqa ini diadakan secara dadakan dan memang ini adalah antusias yang baik dari warga masyarakat. Menunjukkan bahwa kita semua saat ini tengah berada dalam satu permasalahan, bagaimana kemarau ini begitu panjang dan hujan belum turun sampai hari ini," ujar Gamalis.

    Ia pun menyebut kondisi cuaca dan kabut asap yang terjadi saat ini turut memengaruhi kualitas ruang dan aktivitas masyarakat. Karena itu, ia berharap melalui doa bersama tersebut, kondisi alam di Berau dapat segera membaik.

    Gamalis pun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat doa dan kebersamaan agar hujan segera turun dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Berau.

    "Insyaallah, mudah-mudahan dengan adanya Salat Istisqa ini, kita meminta turun hujan dan segera mendapatkan keberkahan serta harapan," tuturnya.

    Sementara itu, salah satu jemaah yang juga Camat Teluk Bayur, Edy Baskoro, mengatakan kondisi kemarau panjang telah dirasakan masyarakat dalam beberapa minggu hingga bulan terakhir. Bahkan, wilayahnya turut menghadapi kejadian karhutla.

    Dirinya pun berharap hujan yang dinantikan masyarakat dapat segera turun sehingga suhu panas dapat berkurang dan potensi karhutla dapat ditekan, khususnya di Kecamatan Teluk Bayur dan seluruh wilayah Kabupaten Berau.

    "Harapan kami dengan Salat Istisqa ini kita diberikan hujan sehingga situasi panasnya berkurang dan musibah, terutama kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Berau," pungkas Edy.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kemarau Panjang Picu Kekhawatiran Karhutla, Warga Berau Gelar Salat Istisqa

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    19 Agustus 2026 pukul 14:25 WITA

    Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menghadapi kemarau panjang yang belum kunjung berakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Rabu (19/8/2026) pagi.

    Salat Istisqa ini menjadi bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang melanda sejumlah wilayah. Kemarau panjang juga turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memunculkan kabut asap di beberapa kecamatan.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat. Meski persiapannya dilakukan secara dadakan, antusias masyarakat dinilai cukup tinggi.

    "Salat Istisqa ini diadakan secara dadakan dan memang ini adalah antusias yang baik dari warga masyarakat. Menunjukkan bahwa kita semua saat ini tengah berada dalam satu permasalahan, bagaimana kemarau ini begitu panjang dan hujan belum turun sampai hari ini," ujar Gamalis.

    Ia pun menyebut kondisi cuaca dan kabut asap yang terjadi saat ini turut memengaruhi kualitas ruang dan aktivitas masyarakat. Karena itu, ia berharap melalui doa bersama tersebut, kondisi alam di Berau dapat segera membaik.

    Gamalis pun mengajak masyarakat untuk terus memperkuat doa dan kebersamaan agar hujan segera turun dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Berau.

    "Insyaallah, mudah-mudahan dengan adanya Salat Istisqa ini, kita meminta turun hujan dan segera mendapatkan keberkahan serta harapan," tuturnya.

    Sementara itu, salah satu jemaah yang juga Camat Teluk Bayur, Edy Baskoro, mengatakan kondisi kemarau panjang telah dirasakan masyarakat dalam beberapa minggu hingga bulan terakhir. Bahkan, wilayahnya turut menghadapi kejadian karhutla.

    Dirinya pun berharap hujan yang dinantikan masyarakat dapat segera turun sehingga suhu panas dapat berkurang dan potensi karhutla dapat ditekan, khususnya di Kecamatan Teluk Bayur dan seluruh wilayah Kabupaten Berau.

    "Harapan kami dengan Salat Istisqa ini kita diberikan hujan sehingga situasi panasnya berkurang dan musibah, terutama kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Berau," pungkas Edy.

    (Sf/Lo)