Seputar Kaltim

    Kemarau Panjang, PDAM Bontang Berlakukan Penggiliran Distribusi Air Mulai 17 Agustus

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 16:27 WITA

    Kantor PDAM Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang memberlakukan sistem penggiliran distribusi air kepada pelanggan mulai Senin (17/8/2026). Kebijakan tersebut dilakukan menyusul kondisi kemarau panjang yang menyebabkan debit sumber air baku di Kota Bontang mengalami penurunan.

    Dalam pengumumannya, Perumda Tirta Taman menyebut penurunan debit air baku berdampak terhadap produksi dan distribusi air kepada pelanggan. Untuk menjaga pemerataan pelayanan, distribusi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Brigjen Katamso KM 6 akan diberlakukan dengan sistem satu zona.

    “Akibat musim kemarau panjang, debit sumber air baku di Kota Bontang mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada produksi dan distribusi air kepada pelanggan,” demikian informasi Perumda Tirta Taman yang disampaikan melalui akun Instagram resminya.

    Dengan sistem tersebut, wilayah pelanggan akan dibagi menjadi dua zona waktu. Zona atas mendapatkan distribusi air pada pukul 07.00–11.00 WITA, sedangkan zona bawah mendapatkan distribusi pada pukul 11.00–07.00 WITA.

    Wilayah yang masuk zona atas meliputi Jalan Brigjen Katamso, Jalan S Parman, Jalan Balikpapan, serta Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya.

    Sementara itu, wilayah zona bawah meliputi Jalan M T Haryono, Jalan M H Thamrin, Jalan Awang Long, Jalan Mulawarman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan R Soeprapto, Jalan Suryanata, Jalan Parikesit, Jalan D I Panjaitan, Jalan K P Tendean, Jalan K S Tubun, Jalan Pattimura, Perum BTN KCY, Jalan A Yani dan sekitarnya, Jalan Imam Bonjol, Jalan H M Ardhan, Jalan Tomat, Jalan Brokoli, Jalan Durian, Jalan Selat Bone, Jalan Selat Selayar, serta Jalan Ir H Juanda dan sekitarnya.

    Perumda Tirta Taman menyampaikan sistem penggiliran tersebut akan diberlakukan untuk menjaga pemerataan pelayanan air kepada pelanggan selama kondisi sumber air baku masih terdampak kemarau.

    Apabila kondisi cuaca dan debit air baku kembali normal, pelayanan distribusi air akan dikembalikan seperti sebelumnya dengan sistem zona luas.

    Perumda Tirta Taman juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat selama kondisi kemarau. Pelanggan diminta memanfaatkan waktu saat air mengalir untuk menampung persediaan air guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan gangguan pelayanan maupun kebocoran jaringan air.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kemarau Panjang, PDAM Bontang Berlakukan Penggiliran Distribusi Air Mulai 17 Agustus

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    17 Agustus 2026 pukul 16:27 WITA

    Kantor PDAM Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang memberlakukan sistem penggiliran distribusi air kepada pelanggan mulai Senin (17/8/2026). Kebijakan tersebut dilakukan menyusul kondisi kemarau panjang yang menyebabkan debit sumber air baku di Kota Bontang mengalami penurunan.

    Dalam pengumumannya, Perumda Tirta Taman menyebut penurunan debit air baku berdampak terhadap produksi dan distribusi air kepada pelanggan. Untuk menjaga pemerataan pelayanan, distribusi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jalan Brigjen Katamso KM 6 akan diberlakukan dengan sistem satu zona.

    “Akibat musim kemarau panjang, debit sumber air baku di Kota Bontang mengalami penurunan. Kondisi ini berdampak pada produksi dan distribusi air kepada pelanggan,” demikian informasi Perumda Tirta Taman yang disampaikan melalui akun Instagram resminya.

    Dengan sistem tersebut, wilayah pelanggan akan dibagi menjadi dua zona waktu. Zona atas mendapatkan distribusi air pada pukul 07.00–11.00 WITA, sedangkan zona bawah mendapatkan distribusi pada pukul 11.00–07.00 WITA.

    Wilayah yang masuk zona atas meliputi Jalan Brigjen Katamso, Jalan S Parman, Jalan Balikpapan, serta Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya.

    Sementara itu, wilayah zona bawah meliputi Jalan M T Haryono, Jalan M H Thamrin, Jalan Awang Long, Jalan Mulawarman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan R Soeprapto, Jalan Suryanata, Jalan Parikesit, Jalan D I Panjaitan, Jalan K P Tendean, Jalan K S Tubun, Jalan Pattimura, Perum BTN KCY, Jalan A Yani dan sekitarnya, Jalan Imam Bonjol, Jalan H M Ardhan, Jalan Tomat, Jalan Brokoli, Jalan Durian, Jalan Selat Bone, Jalan Selat Selayar, serta Jalan Ir H Juanda dan sekitarnya.

    Perumda Tirta Taman menyampaikan sistem penggiliran tersebut akan diberlakukan untuk menjaga pemerataan pelayanan air kepada pelanggan selama kondisi sumber air baku masih terdampak kemarau.

    Apabila kondisi cuaca dan debit air baku kembali normal, pelayanan distribusi air akan dikembalikan seperti sebelumnya dengan sistem zona luas.

    Perumda Tirta Taman juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat selama kondisi kemarau. Pelanggan diminta memanfaatkan waktu saat air mengalir untuk menampung persediaan air guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan gangguan pelayanan maupun kebocoran jaringan air.

    (Sf/Lo)