Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dampak El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya adalah dampak meningkatnya kebutuhan air bersih selama kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kebutuhan air bersih dari beberapa daerah. Salah satunya Desa Muara Bengalon.
Menurutnya, kondisi sumber air di wilayah tersebut sebelumnya memang sudah mengalami pendangkalan. Kemarau kemudian membuat kondisi itu semakin terasa.
“Ada sih salah satu desa kayak Muara Bengalon. Itu memang sebelumnya sudah dangkal, dari laut itu. Nah tambah, tapi masih bisa diatasi,” ujar Sulastin.
Ia menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan upaya agar kebutuhan air tetap terpenuhi. Salah satunya dengan memanfaatkan sambungan selang untuk mengalirkan air.
BPBD kini juga mulai menginventarisasi kebutuhan daerah untuk menghadapi dampak kemarau yang berpotensi meluas.
Langkah tersebut dilakukan setelah BPBD mengikuti koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kodam dan Polda beberapa waktu lalu.
“Kami sudah zoom dengan BNPB, dengan Kodam, Polda. Kami diminta inventarisasi kebutuhan apa saja yang dibutuhkan,” katanya.
Sulastin mengatakan hasil inventarisasi kebutuhan tersebut telah diajukan secara tertulis. BPBD berharap dukungan yang diperlukan dapat segera direalisasikan.
Sementara terkait kemungkinan bantuan helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sulastin menyebut belum ada kepastian.
Prioritas bantuan, kata dia, juga mempertimbangkan jumlah kejadian serta luasan lahan terbakar di masing-masing daerah
“Sepertinya mereka juga menilai melihat bukti. Per kejadian masih 83, terus hektarnya juga masih 143 hektare sekian,” ucapnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dampak El Nino mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Salah satunya adalah dampak meningkatnya kebutuhan air bersih selama kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Sulastin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kebutuhan air bersih dari beberapa daerah. Salah satunya Desa Muara Bengalon.
Menurutnya, kondisi sumber air di wilayah tersebut sebelumnya memang sudah mengalami pendangkalan. Kemarau kemudian membuat kondisi itu semakin terasa.
“Ada sih salah satu desa kayak Muara Bengalon. Itu memang sebelumnya sudah dangkal, dari laut itu. Nah tambah, tapi masih bisa diatasi,” ujar Sulastin.
Ia menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan upaya agar kebutuhan air tetap terpenuhi. Salah satunya dengan memanfaatkan sambungan selang untuk mengalirkan air.
BPBD kini juga mulai menginventarisasi kebutuhan daerah untuk menghadapi dampak kemarau yang berpotensi meluas.
Langkah tersebut dilakukan setelah BPBD mengikuti koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kodam dan Polda beberapa waktu lalu.
“Kami sudah zoom dengan BNPB, dengan Kodam, Polda. Kami diminta inventarisasi kebutuhan apa saja yang dibutuhkan,” katanya.
Sulastin mengatakan hasil inventarisasi kebutuhan tersebut telah diajukan secara tertulis. BPBD berharap dukungan yang diperlukan dapat segera direalisasikan.
Sementara terkait kemungkinan bantuan helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sulastin menyebut belum ada kepastian.
Prioritas bantuan, kata dia, juga mempertimbangkan jumlah kejadian serta luasan lahan terbakar di masing-masing daerah
“Sepertinya mereka juga menilai melihat bukti. Per kejadian masih 83, terus hektarnya juga masih 143 hektare sekian,” ucapnya.
(Sf/Lo)