Seputar Kaltim

    Kemarau Mulai Tekan Air Baku di Sangatta Selatan, Perumdam Kutim Siapkan Rekayasa Intake

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:42 WITA

    Petugas menata bebatuan di sekitar intake IPA Sangatta Selatan. (Foto: Ilustrasi AI)

    Sangatta – Debit air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), mulai menurun seiring kondisi kemarau. Penurunan debit ini membuat Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim harus mengantisipasi berkurangnya pasokan air ke instalasi pengolahan.

    Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan terdapat pendangkalan di sekitar titik pengambilan air. Pendangkalan membuat aliran sungai menyebar sehingga tidak seluruhnya mengarah ke mulut intake. Kondisi ini membuat penyerapan air baku tidak maksimal, terutama jika debit sungai terus berkurang.

    “Kalau alirannya menyebar begini, penyerapan air jelas tidak akan maksimal,” ujar Suparjan saat meninjau kondisi intake air baku di Sangatta Selatan, Rabu (2/9/2026).

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, perumdam menyiapkan opsi pembendungan lokal di sekitar intake. Pembendungan itu nantinya diarahkan untuk memusatkan aliran sungai ke titik pengambilan air.

    Meski demikian, pembendungan belum langsung dilakukan. Suparjan meminta jajarannya terlebih dahulu melakukan kajian teknis agar penanganan tersebut tidak mengganggu konstruksi intake maupun kondisi lingkungan di sekitar sumber air.

    Langkah ini menjadi perhatian karena IPA Sangatta Selatan memasok air bersih bagi pelanggan di sejumlah wilayah, yakni Kampung Kajang, Kampung Tengah, Kampung Baru, Kampung Palet, Masabang dan Margo Rukun.

    Sambil menunggu kajian teknis, petugas di lapangan mulai menata bebatuan yang berada di sekitar intake. Penataan dilakukan untuk membantu memperlancar dan mengarahkan aliran air menuju titik pengambilan.

    Kepala Cabang Perumdam TTB Sangatta Selatan, Doliansyah, mengatakan penataan bebatuan langsung dikerjakan petugas lapangan. Sementara pengecatan jembatan pipa masih dalam proses pengajuan anggaran ke kantor pusat.

    “Untuk penataan bebatuan di sekitar intake langsung dikerjakan petugas lapangan hari ini. Sedangkan untuk pengecatan jembatan pipa, kami sedang ajukan permohonan anggaran ke kantor pusat,” kata Doliansyah.

    Selain pekerjaan di lokasi, perumdam meningkatkan pemantauan kondisi intake selama 24 jam. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan debit air baku dan menentukan langkah lanjutan apabila kondisi sungai terus menyusut.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kemarau Mulai Tekan Air Baku di Sangatta Selatan, Perumdam Kutim Siapkan Rekayasa Intake

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    03 September 2026 pukul 13:42 WITA

    Petugas menata bebatuan di sekitar intake IPA Sangatta Selatan. (Foto: Ilustrasi AI)

    Sangatta – Debit air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), mulai menurun seiring kondisi kemarau. Penurunan debit ini membuat Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim harus mengantisipasi berkurangnya pasokan air ke instalasi pengolahan.

    Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan terdapat pendangkalan di sekitar titik pengambilan air. Pendangkalan membuat aliran sungai menyebar sehingga tidak seluruhnya mengarah ke mulut intake. Kondisi ini membuat penyerapan air baku tidak maksimal, terutama jika debit sungai terus berkurang.

    “Kalau alirannya menyebar begini, penyerapan air jelas tidak akan maksimal,” ujar Suparjan saat meninjau kondisi intake air baku di Sangatta Selatan, Rabu (2/9/2026).

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, perumdam menyiapkan opsi pembendungan lokal di sekitar intake. Pembendungan itu nantinya diarahkan untuk memusatkan aliran sungai ke titik pengambilan air.

    Meski demikian, pembendungan belum langsung dilakukan. Suparjan meminta jajarannya terlebih dahulu melakukan kajian teknis agar penanganan tersebut tidak mengganggu konstruksi intake maupun kondisi lingkungan di sekitar sumber air.

    Langkah ini menjadi perhatian karena IPA Sangatta Selatan memasok air bersih bagi pelanggan di sejumlah wilayah, yakni Kampung Kajang, Kampung Tengah, Kampung Baru, Kampung Palet, Masabang dan Margo Rukun.

    Sambil menunggu kajian teknis, petugas di lapangan mulai menata bebatuan yang berada di sekitar intake. Penataan dilakukan untuk membantu memperlancar dan mengarahkan aliran air menuju titik pengambilan.

    Kepala Cabang Perumdam TTB Sangatta Selatan, Doliansyah, mengatakan penataan bebatuan langsung dikerjakan petugas lapangan. Sementara pengecatan jembatan pipa masih dalam proses pengajuan anggaran ke kantor pusat.

    “Untuk penataan bebatuan di sekitar intake langsung dikerjakan petugas lapangan hari ini. Sedangkan untuk pengecatan jembatan pipa, kami sedang ajukan permohonan anggaran ke kantor pusat,” kata Doliansyah.

    Selain pekerjaan di lokasi, perumdam meningkatkan pemantauan kondisi intake selama 24 jam. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan debit air baku dan menentukan langkah lanjutan apabila kondisi sungai terus menyusut.

    (Sf/Lo)