Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) memprediksi musim kemarau akan berakhir pada Oktober dan berpotensi berlanjut hingga November 2026 mendatang.
Selama periode tersebut, sejumlah wilayah di Kukar diperkirakan akan mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.
Kondisi itu juga berpotensi berdampak terhadap ketersediaan air bersih serta meningkatkan risiko terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengajak masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa atau Salat memohon turunnya hujan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kukar.
“Terkait kondisi kemarau panjang ini, kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan,” ujar Aulia, Jumat (28/8/2026).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah dan stakeholder terkait di tengah kondisi kemarau saat ini.
Menurutnya, soliditas antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan akibat kondisi kemarau.
“Dengan kita semua solid, kita yakin ini bisa tangani dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) memprediksi musim kemarau akan berakhir pada Oktober dan berpotensi berlanjut hingga November 2026 mendatang.
Selama periode tersebut, sejumlah wilayah di Kukar diperkirakan akan mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.
Kondisi itu juga berpotensi berdampak terhadap ketersediaan air bersih serta meningkatkan risiko terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengajak masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa atau Salat memohon turunnya hujan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kukar.
“Terkait kondisi kemarau panjang ini, kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan,” ujar Aulia, Jumat (28/8/2026).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah dan stakeholder terkait di tengah kondisi kemarau saat ini.
Menurutnya, soliditas antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan akibat kondisi kemarau.
“Dengan kita semua solid, kita yakin ini bisa tangani dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
(Sf/Lo)