Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Terapkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Program Mas BIMA

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    02 Februari 2026 12:34 WIB

    Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, punya program tematik Masyarakat Bijak Mengelola Alam (Mas BIMA). Dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya pengelolaan lingkungan dari tingkat rumah tangga mulai digencarkan Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, melalui program tematik Masyarakat Bijak Mengelola Alam (Mas BIMA).

    Program ini menitikberatkan pada edukasi dan keterlibatan aktif warga dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

    Lurah Muara Rapak, Bima Wibisono menjelaskan, bahwa program tersebut dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Menurutnya, perubahan pola hidup ramah lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

    “Kesadaran lingkungan tidak bisa instan. Harus dibangun lewat edukasi dan praktik langsung yang melibatkan warga,” ucap Bima saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/2/2026).

    Sebagai langkah awal, Kelurahan Muara Rapak akan mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga. Warga akan dikenalkan dengan pembuatan komposter sederhana menggunakan bahan yang mudah didapat, sehingga sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos.

    Kompos tersebut rencananya dimanfaatkan untuk tanaman obat keluarga (toga) di lingkungan rumah masing-masing. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan bagi warga.

    “Pengelolaan sampah organik menjadi fokus awal, karena langsung berdampak. Volume sampah berkurang dan hasilnya bisa dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

    Meski demikian, Bima menegaskan bahwa teknis pelaksanaan program masih akan dimatangkan bersama masyarakat dan lembaga kemasyarakatan agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

    Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. Ia menilai Mas BIMA sejalan dengan karakter wilayah Balikpapan Utara yang mengedepankan pembangunan berbasis lingkungan.

    “Program ini mendukung penguatan kampung ProKlim, pengelolaan sampah, serta upaya mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Lingkungan Bersih dan Sehat di Balikpapan Utara,” tambahnya.

    Melalui kolaborasi kelurahan, kecamatan, PKK, dan masyarakat, program Mas BIMA diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari rumah dan komunitas terkecil.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Terapkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Program Mas BIMA

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    02 Februari 2026 12:34 WIB

    Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, punya program tematik Masyarakat Bijak Mengelola Alam (Mas BIMA). Dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Upaya pengelolaan lingkungan dari tingkat rumah tangga mulai digencarkan Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, melalui program tematik Masyarakat Bijak Mengelola Alam (Mas BIMA).

    Program ini menitikberatkan pada edukasi dan keterlibatan aktif warga dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

    Lurah Muara Rapak, Bima Wibisono menjelaskan, bahwa program tersebut dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Menurutnya, perubahan pola hidup ramah lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

    “Kesadaran lingkungan tidak bisa instan. Harus dibangun lewat edukasi dan praktik langsung yang melibatkan warga,” ucap Bima saat dikonfirmasi awak media, Senin (2/2/2026).

    Sebagai langkah awal, Kelurahan Muara Rapak akan mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga. Warga akan dikenalkan dengan pembuatan komposter sederhana menggunakan bahan yang mudah didapat, sehingga sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos.

    Kompos tersebut rencananya dimanfaatkan untuk tanaman obat keluarga (toga) di lingkungan rumah masing-masing. Selain mengurangi sampah, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan bagi warga.

    “Pengelolaan sampah organik menjadi fokus awal, karena langsung berdampak. Volume sampah berkurang dan hasilnya bisa dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

    Meski demikian, Bima menegaskan bahwa teknis pelaksanaan program masih akan dimatangkan bersama masyarakat dan lembaga kemasyarakatan agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

    Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. Ia menilai Mas BIMA sejalan dengan karakter wilayah Balikpapan Utara yang mengedepankan pembangunan berbasis lingkungan.

    “Program ini mendukung penguatan kampung ProKlim, pengelolaan sampah, serta upaya mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Lingkungan Bersih dan Sehat di Balikpapan Utara,” tambahnya.

    Melalui kolaborasi kelurahan, kecamatan, PKK, dan masyarakat, program Mas BIMA diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari rumah dan komunitas terkecil.

    (Sf/Rs)