Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengajukan anggaran tambahan ke pemprov untuk mendukung pelaksanaan Popda Kaltim XVII yang digelar November 2025.
Meski Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp3 miliar untuk Popda, Disdikpora PPU menilai dana itu belum cukup. Kepala Disdikpora Andi Singkerru menyebut kebutuhan ideal mencapai Rp10–15 miliar untuk menyukseskan 20 cabor yang dipertandingkan.
“Kita membutuhkan anggaran yang besar. Kita juga turut mengalokasikan anggaran Rp7 miliar dan Pemprov Kaltim cuma Rp3 miliar,” ucap Andi Singkerru.
“Mereka hanya menyumbang sedikit saja sedangkan sisanya itu kita diminta untuk menanggung semuanya. Ini menjadi beban bagi kami,” sambungnya.
Menurut dia, seharusnya Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran lebih besar dibandingkan PPU sebagai tuan rumah, sedangkan Pemprov Kaltim merupakan penyelenggara utama Popda tingkat provinsi.
Andi menilai jika pelaksanaan Popda berjalan sukses, maka Pemprov Kaltim akan menerima banyak pujian dan mendapat apresiasi. Tapi sebaliknya, jika pelaksanaannya mengalami kendala dan tidak berjalan baik, maka PPU yang merupakan tuan rumah akan memperoleh citra yang buruk dari para peserta.
“Kalau gagal dan terjadi permasalahan, tentu yang kena adalah tuan rumah. Apabila pelaksanaannya berhasil, maka yang bakal naik namanya adalah provinsi,” sebutnya.
Andi mengharapkan usulan penambahan anggaran pelaksanaan Popda di PPU dapat diwujudkan.
“Kita bikin surat ke provinsi untuk menambah anggarannya. Terus terang dengan anggaran segitu, kita belum siap,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengajukan anggaran tambahan ke pemprov untuk mendukung pelaksanaan Popda Kaltim XVII yang digelar November 2025.
Meski Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp3 miliar untuk Popda, Disdikpora PPU menilai dana itu belum cukup. Kepala Disdikpora Andi Singkerru menyebut kebutuhan ideal mencapai Rp10–15 miliar untuk menyukseskan 20 cabor yang dipertandingkan.
“Kita membutuhkan anggaran yang besar. Kita juga turut mengalokasikan anggaran Rp7 miliar dan Pemprov Kaltim cuma Rp3 miliar,” ucap Andi Singkerru.
“Mereka hanya menyumbang sedikit saja sedangkan sisanya itu kita diminta untuk menanggung semuanya. Ini menjadi beban bagi kami,” sambungnya.
Menurut dia, seharusnya Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran lebih besar dibandingkan PPU sebagai tuan rumah, sedangkan Pemprov Kaltim merupakan penyelenggara utama Popda tingkat provinsi.
Andi menilai jika pelaksanaan Popda berjalan sukses, maka Pemprov Kaltim akan menerima banyak pujian dan mendapat apresiasi. Tapi sebaliknya, jika pelaksanaannya mengalami kendala dan tidak berjalan baik, maka PPU yang merupakan tuan rumah akan memperoleh citra yang buruk dari para peserta.
“Kalau gagal dan terjadi permasalahan, tentu yang kena adalah tuan rumah. Apabila pelaksanaannya berhasil, maka yang bakal naik namanya adalah provinsi,” sebutnya.
Andi mengharapkan usulan penambahan anggaran pelaksanaan Popda di PPU dapat diwujudkan.
“Kita bikin surat ke provinsi untuk menambah anggarannya. Terus terang dengan anggaran segitu, kita belum siap,” tandasnya.
(Sf/Lo)