Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi saluran irigasi di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara yang kerap menimbulkan bau tak sedap.(Istimewa)
Penajam — Warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang tidak kunjung diperbaiki pemerintah setempat.
Saluran irigasi yang airnya seringkali meluap ke permukaan setelah hujan kerap menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu transaksi jual-beli di pasar tersebut.
Warga Petung, Muhammad Rusli menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU yang dinilai tidak memperhatikan kondisi lingkungan dan kurang responsif terhadap aspirasi terkait masalah pasar Petung yang kian memprihatinkan.
Ia menyoroti masalah saluran irigasi yang belum diperbaiki, terutama saat musim hujan tiba. Air meluap dan bercampur dengan ikan, menimbulkan bau amis yang mengganggu aktivitas jual beli di pasar.
"Seusai hujan, terkadang irigasi di sini meluap dan menimbulkan bau amis dari bangkai ikan yang dibuang dengan sengaja. Kondisi ini tentu membawa dampak buruk bagi warga yang tinggal di RT 07, 08 dan 09. Kita terpaksa menghirup bau itu karena tidak ada tindaklanjut dari pemerintah maupun DPRD, khususnya dapil Penajam, sehingga kita khawatir dengan kondisi kesehatan jika ini terus dibiarkan," katanya, Jumat (14/02/2025).
Rusli juga menyayangkan kondisi jalan pasar sedari dulu hingga sekarang belum juga disemenisasi. Padahal Pasar Petung merupakan pusat perekonomian di PPU karena berbagai kalangan masyarakat berkumpul di kawasan tersebut.
"Jika saya bandingkan dengan pasar-pasar lain, rata-rata jalan pasar telah disemenisasi. Jadi, jangan heran warga di sekitaran Petung menganggap wilayahnya kurang diperhatikan," ungkapnya.
Meski kondisi ini sudah berlarut lama, warga Petung tetap mengharapkan adanya tindakan nyata dari Pemkab dan DPRD PPU agar permasalahan ini segera tertangani.
"Sebelumnya telah kita sampaikan aspirasi kita ke DPRD karena mereka diibaratkan seperti jembatan penghubung antara masyarakat dan Pemkab, tapi hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya. Jadi, kami ingin sekali persoalan yang kita alami sejak lama ini bisa diselesaikan," tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi saluran irigasi di Pasar Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara yang kerap menimbulkan bau tak sedap.(Istimewa)
Penajam — Warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang tidak kunjung diperbaiki pemerintah setempat.
Saluran irigasi yang airnya seringkali meluap ke permukaan setelah hujan kerap menimbulkan bau tidak sedap, sehingga mengganggu transaksi jual-beli di pasar tersebut.
Warga Petung, Muhammad Rusli menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU yang dinilai tidak memperhatikan kondisi lingkungan dan kurang responsif terhadap aspirasi terkait masalah pasar Petung yang kian memprihatinkan.
Ia menyoroti masalah saluran irigasi yang belum diperbaiki, terutama saat musim hujan tiba. Air meluap dan bercampur dengan ikan, menimbulkan bau amis yang mengganggu aktivitas jual beli di pasar.
"Seusai hujan, terkadang irigasi di sini meluap dan menimbulkan bau amis dari bangkai ikan yang dibuang dengan sengaja. Kondisi ini tentu membawa dampak buruk bagi warga yang tinggal di RT 07, 08 dan 09. Kita terpaksa menghirup bau itu karena tidak ada tindaklanjut dari pemerintah maupun DPRD, khususnya dapil Penajam, sehingga kita khawatir dengan kondisi kesehatan jika ini terus dibiarkan," katanya, Jumat (14/02/2025).
Rusli juga menyayangkan kondisi jalan pasar sedari dulu hingga sekarang belum juga disemenisasi. Padahal Pasar Petung merupakan pusat perekonomian di PPU karena berbagai kalangan masyarakat berkumpul di kawasan tersebut.
"Jika saya bandingkan dengan pasar-pasar lain, rata-rata jalan pasar telah disemenisasi. Jadi, jangan heran warga di sekitaran Petung menganggap wilayahnya kurang diperhatikan," ungkapnya.
Meski kondisi ini sudah berlarut lama, warga Petung tetap mengharapkan adanya tindakan nyata dari Pemkab dan DPRD PPU agar permasalahan ini segera tertangani.
"Sebelumnya telah kita sampaikan aspirasi kita ke DPRD karena mereka diibaratkan seperti jembatan penghubung antara masyarakat dan Pemkab, tapi hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya. Jadi, kami ingin sekali persoalan yang kita alami sejak lama ini bisa diselesaikan," tandasnya.
(Sf/By)