Cari disini...
Seputar Kaltim
Tim SAR melakukan penelusuran pencarian korban tenggelam di Sungai Karang Mumus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana haru menyelimuti hari kedua pencarian remaja yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Karang Mumus (SKM), tepatnya di kawasan Jalan Kesehatan Dalam, Samarinda, Jumat (24/10/2025).
Di tengah perjuangan tim SAR gabungan melawan arus sungai yang kian deras, pihak keluarga meminta ikut serta dalam penyisiran.
Mereka turut naik ke atas perahu karet penolong, menyaksikan langsung upaya tanpa lelah tim gabungan yang berpacu dengan waktu.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, permintaan itu disampaikan keluarga saat tim hendak melakukan penyisiran tahap kedua.
"Tadi pada saat kita melakukan pencarian ataupun penyisiran di tahap kedua, keluarga meminta untuk ikut di perahu penolong," ujar Mardi Sianturi saat ditemui di lokasi operasi.
Pihak Basarnas mengabulkan permintaan tersebut dengan pertimbangan kemanusiaan, agar keluarga dapat melihat langsung keseriusan proses pencarian.
"Kita ikutkan supaya keluarga juga merasa lega bahwa pencarian telah dilakukan," tambah Mardi.
Pencarian hari kedua yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini menghadapi tantangan berat.
Kondisi cuaca yang mendung diselingi hujan, ditambah tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, membuat arus SKM menjadi sangat deras dan debit air meningkat.
Kondisi alam yang ganas ini memaksa tim SAR gabungan mengubah strategi operasi di lapangan.
Mardi Sianturi menegaskan, area pencarian diperluas secara signifikan dari rencana semula.
"Kendala-kendala yang ada di lapangan, yaitu adanya arus yang sangat deras ya. Rencana awal (penyisiran) 2 km, tapi berhubung kita pertimbangkan derasnya arus, kita perpanjang menjadi 5 km ke arah hilir," jelasnya.
Mardi turut mengapresiasi kekompakan tim yang terlibat, yang terdiri dari berbagai instansi, relawan, dan masyarakat sekitar.
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja dilaporkan terseret arus dan tenggelam pada Kamis (23/10/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Saat itu, remaja itu tengah berenang bersama teman dan keluarganya di tengah kondisi hujan deras yang mengguyur Kota Tepian.
Tim SAR gabungan operasi pencarian hari ini dihentikan sementara pada pukul 17.30 WITA, dan akan dilanjutkan esok hari.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tim SAR melakukan penelusuran pencarian korban tenggelam di Sungai Karang Mumus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Suasana haru menyelimuti hari kedua pencarian remaja yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Karang Mumus (SKM), tepatnya di kawasan Jalan Kesehatan Dalam, Samarinda, Jumat (24/10/2025).
Di tengah perjuangan tim SAR gabungan melawan arus sungai yang kian deras, pihak keluarga meminta ikut serta dalam penyisiran.
Mereka turut naik ke atas perahu karet penolong, menyaksikan langsung upaya tanpa lelah tim gabungan yang berpacu dengan waktu.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, permintaan itu disampaikan keluarga saat tim hendak melakukan penyisiran tahap kedua.
"Tadi pada saat kita melakukan pencarian ataupun penyisiran di tahap kedua, keluarga meminta untuk ikut di perahu penolong," ujar Mardi Sianturi saat ditemui di lokasi operasi.
Pihak Basarnas mengabulkan permintaan tersebut dengan pertimbangan kemanusiaan, agar keluarga dapat melihat langsung keseriusan proses pencarian.
"Kita ikutkan supaya keluarga juga merasa lega bahwa pencarian telah dilakukan," tambah Mardi.
Pencarian hari kedua yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini menghadapi tantangan berat.
Kondisi cuaca yang mendung diselingi hujan, ditambah tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, membuat arus SKM menjadi sangat deras dan debit air meningkat.
Kondisi alam yang ganas ini memaksa tim SAR gabungan mengubah strategi operasi di lapangan.
Mardi Sianturi menegaskan, area pencarian diperluas secara signifikan dari rencana semula.
"Kendala-kendala yang ada di lapangan, yaitu adanya arus yang sangat deras ya. Rencana awal (penyisiran) 2 km, tapi berhubung kita pertimbangkan derasnya arus, kita perpanjang menjadi 5 km ke arah hilir," jelasnya.
Mardi turut mengapresiasi kekompakan tim yang terlibat, yang terdiri dari berbagai instansi, relawan, dan masyarakat sekitar.
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja dilaporkan terseret arus dan tenggelam pada Kamis (23/10/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA.
Saat itu, remaja itu tengah berenang bersama teman dan keluarganya di tengah kondisi hujan deras yang mengguyur Kota Tepian.
Tim SAR gabungan operasi pencarian hari ini dihentikan sementara pada pukul 17.30 WITA, dan akan dilanjutkan esok hari.
(Sf/Rs)