Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Kelompok Tani Harapan, Kelurahan Mangkurwang, Yatman. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kelompok Tani Dusun Suko Dadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong mengeluhkan minimnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua Kelompok Tani Harapan, Yatman mengatakan kelompok tani yang telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu dan beranggotakan 50 orang dan hingga kini masih mengalami kesulitan dalam memperoleh sarana dan prasarana (Sapras) dari Pemkab Kukar.
“Kita sudah sering mengirimkan proposal permohonan bantuan, namun kenyataannya belum ada tanggapan,” kata Yatman Jumat (8/11/2024).
Ia menyebut, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kondisi jalan usaha tani yang rusak parah, sehingga menyulitkan akses anggota kelompok tani untuk mengangkut hasil panen.
Dirinya mengaku perbaikan jalan usaha tani sejauh ini dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga. Keterbatasan sumber daya dan fasilitas membuat mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan nyata.
Ia menilai perhatian dari Pemkab Kukar, dapat meningkatkan kondisi infrastruktur pertanian di wilayah tersebut, sehingga kegiatan bertani bisa lebih optimal.
“Kita berharap, pemerintah dan dinas terkait dapat melirik kami, sehingga bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan oleh para petani di sini," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Kelompok Tani Harapan, Kelurahan Mangkurwang, Yatman. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Kelompok Tani Dusun Suko Dadi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong mengeluhkan minimnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua Kelompok Tani Harapan, Yatman mengatakan kelompok tani yang telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu dan beranggotakan 50 orang dan hingga kini masih mengalami kesulitan dalam memperoleh sarana dan prasarana (Sapras) dari Pemkab Kukar.
“Kita sudah sering mengirimkan proposal permohonan bantuan, namun kenyataannya belum ada tanggapan,” kata Yatman Jumat (8/11/2024).
Ia menyebut, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kondisi jalan usaha tani yang rusak parah, sehingga menyulitkan akses anggota kelompok tani untuk mengangkut hasil panen.
Dirinya mengaku perbaikan jalan usaha tani sejauh ini dilakukan secara swadaya melalui gotong royong warga. Keterbatasan sumber daya dan fasilitas membuat mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan nyata.
Ia menilai perhatian dari Pemkab Kukar, dapat meningkatkan kondisi infrastruktur pertanian di wilayah tersebut, sehingga kegiatan bertani bisa lebih optimal.
“Kita berharap, pemerintah dan dinas terkait dapat melirik kami, sehingga bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan oleh para petani di sini," pungkasnya.
(Sf/By)