Seputar Kaltim

    Kelompok Tani Bangun Rejo Minta Pengadaan Alat Mesin Penanam Padi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    04 Maret 2024 pukul 16:13 WITA

    Ketua Kelompok Tani, Solimin saat menyampaikan keluh kesah kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Petani di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memberikan dukungan berupa alat mesin penanam padi.

    Permintaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas para petani di Bangun Rejo karena peran anak muda di wilayah tersebut dinilai sangatlah kurang.

    Ketua Kelompok Tani, Solimin mengatakan generasi penerus pertanian kini sangat sulit sekali dicari. "Generasi penerus di sini memang nggak ada, anak-anak muda memilih untuk bekerja di tempat lain ketimbang bertani," kata Solimin, Senin (4/3/2024).

    Pihaknya juga meminta dukungan berupa alat penanam padi kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah untuk lebih giat melakukan sosialisasi, sehingga banyak generasi mudah berminat untuk mengembangkan pertanian.

    "Petani di sini sudah pada tua-tua untuk mengurus lahan sekian hektar seperti ini, memang memerlukan waktu yang panjang," ucapnya.

    Ia menyebutkan, alat penanaman padi kini seharga Rp3,5 juta dan pihaknya berinisiatif mengumpulkan uang dari hasil bertani untuk membeli alat tersebut.

    "Alatnya sederhana aja dan manual juga cara pemakaiannya. Untuk mengolah lahan seluas satu hektar dalam sehari, itu sangat bisa sekali dan alat itu akan mempermudah serta mempercepat pekerja para petani. Selain itu juga hemat tenaga," sebutnya.

    Solimin mengaku sempat ingin membuat proposal terkait pengadaan alat tersebut, tetapi alat yang mereka inginkan belum Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu, pihaknya mengurungkan niat membuat proposal untuk disampaikan ke pemerintah.

    Ia berharap pemerintah memberi kebijakan kepada pra petani ini untuk mendatangkan alat tersebut. Sementara itu, Bupati Kukar, Edi Damansyah mengaku keinginan petani tersebut telah disetujui.

    "Kemarin sudah saya setujui terkait permintaan petani itu, kita akan datangkan lima unit alat yang mereka butuhkan," sebut Edi.

    Edi berharap pemuda di Kukar tidak takut bertani. Pemerintah juga akan memberikan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan agar petani millenial bisa terbentuk.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Kelompok Tani Bangun Rejo Minta Pengadaan Alat Mesin Penanam Padi

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    04 Maret 2024 pukul 16:13 WITA

    Ketua Kelompok Tani, Solimin saat menyampaikan keluh kesah kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Petani di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memberikan dukungan berupa alat mesin penanam padi.

    Permintaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas para petani di Bangun Rejo karena peran anak muda di wilayah tersebut dinilai sangatlah kurang.

    Ketua Kelompok Tani, Solimin mengatakan generasi penerus pertanian kini sangat sulit sekali dicari. "Generasi penerus di sini memang nggak ada, anak-anak muda memilih untuk bekerja di tempat lain ketimbang bertani," kata Solimin, Senin (4/3/2024).

    Pihaknya juga meminta dukungan berupa alat penanam padi kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah untuk lebih giat melakukan sosialisasi, sehingga banyak generasi mudah berminat untuk mengembangkan pertanian.

    "Petani di sini sudah pada tua-tua untuk mengurus lahan sekian hektar seperti ini, memang memerlukan waktu yang panjang," ucapnya.

    Ia menyebutkan, alat penanaman padi kini seharga Rp3,5 juta dan pihaknya berinisiatif mengumpulkan uang dari hasil bertani untuk membeli alat tersebut.

    "Alatnya sederhana aja dan manual juga cara pemakaiannya. Untuk mengolah lahan seluas satu hektar dalam sehari, itu sangat bisa sekali dan alat itu akan mempermudah serta mempercepat pekerja para petani. Selain itu juga hemat tenaga," sebutnya.

    Solimin mengaku sempat ingin membuat proposal terkait pengadaan alat tersebut, tetapi alat yang mereka inginkan belum Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu, pihaknya mengurungkan niat membuat proposal untuk disampaikan ke pemerintah.

    Ia berharap pemerintah memberi kebijakan kepada pra petani ini untuk mendatangkan alat tersebut. Sementara itu, Bupati Kukar, Edi Damansyah mengaku keinginan petani tersebut telah disetujui.

    "Kemarin sudah saya setujui terkait permintaan petani itu, kita akan datangkan lima unit alat yang mereka butuhkan," sebut Edi.

    Edi berharap pemuda di Kukar tidak takut bertani. Pemerintah juga akan memberikan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan agar petani millenial bisa terbentuk.

    (Sf/By)