Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Pelaku yang telah diringkus Polsek Kota Bangun (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang pria berinisial MIG (30) di Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) diringkus aparat kepolisian karena berkeliling kampung sambil membawa Senjata Tajam (Sajam).
Kapolsek Kota Bangun, AKP Rusman Rusmawan menceritakan peristiwa itu terjadi pada 25 Februari 2026 dini hari, tepatnya di Jalan P.S Kanan, RT 07.
Pelaku diduga mengambil sebilah parang dari rumah warga dan kemudian berkeliling kampung sambil membawa senjata tajam tersebut.
"Pelaku ini sempat mendatangi rumah warga dan tiba-tiba mengajak berkelahi. Jadi warga langsung merasa takut dan memilih menghindar dengan menutup pintu rumahnya," ujar AKP Asnan, Jumat (27/2/2026).
Tidak berhenti sampai di situ, pelaku juga sempat mengajak beberapa warga lainnya untuk berkelahi sambil membawa parang.
Warga setempat sempat berupaya menenangkan pelaku, namun upaya tersebut tampaknya tidak berjalan mulus dan justru membuat sejumlah warga semakin resah dan ketakutan atas keselamatan diri mereka.
“Karena warga resah, pelaku langsung dilaporkan ke polisi dan kita langsung bergerak untuk mengamankan pelaku,” terang AKP Asnan.
Kini aparat kepolisian masih mendalami motif pelaku melakukan aksi meresahkan tersebut.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Pelaku yang telah diringkus Polsek Kota Bangun (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang pria berinisial MIG (30) di Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar) diringkus aparat kepolisian karena berkeliling kampung sambil membawa Senjata Tajam (Sajam).
Kapolsek Kota Bangun, AKP Rusman Rusmawan menceritakan peristiwa itu terjadi pada 25 Februari 2026 dini hari, tepatnya di Jalan P.S Kanan, RT 07.
Pelaku diduga mengambil sebilah parang dari rumah warga dan kemudian berkeliling kampung sambil membawa senjata tajam tersebut.
"Pelaku ini sempat mendatangi rumah warga dan tiba-tiba mengajak berkelahi. Jadi warga langsung merasa takut dan memilih menghindar dengan menutup pintu rumahnya," ujar AKP Asnan, Jumat (27/2/2026).
Tidak berhenti sampai di situ, pelaku juga sempat mengajak beberapa warga lainnya untuk berkelahi sambil membawa parang.
Warga setempat sempat berupaya menenangkan pelaku, namun upaya tersebut tampaknya tidak berjalan mulus dan justru membuat sejumlah warga semakin resah dan ketakutan atas keselamatan diri mereka.
“Karena warga resah, pelaku langsung dilaporkan ke polisi dan kita langsung bergerak untuk mengamankan pelaku,” terang AKP Asnan.
Kini aparat kepolisian masih mendalami motif pelaku melakukan aksi meresahkan tersebut.
(Sf/Rs)