Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kecamatan Kelay di Kabupaten Berau dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Dimana berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak hingga tingginya angka anak putus sekolah, masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat setempat.
Dari total 14 kampung di Kecamatan Kelay, delapan kampung masih berstatus berkembang, sementara enam lainnya telah berstatus maju. Namun, kondisi ini dinilai belum stabil, karena kampung berkembang berpotensi menjadi tertinggal apabila tidak segera mendapat intervensi pembangunan yang maksimal.
Camat Kelay, M Saleh melalui Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali, mengungkapkan bahwa infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi masih menjadi persoalan utama masyarakat di Kecamatan Kelay.
"Permasalahan utama di Kelay adalah infrastruktur dasar. Jalan, listrik, dan air masih sangat perlu peningkatan," ujar Ramali saat pemaparan dalam Rakor Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pendidikan. Dimana banyak anak di Kelay terpaksa putus sekolah karena keterbatasan akses ke jenjang pendidikan lanjutan.
"Untuk melanjutkan ke SMP dan SMA, anak-anak harus keluar kampung dan membutuhkan biaya. Tidak semua mampu, sehingga banyak yang akhirnya putus sekolah," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar kampung di wilayah tersebut hanya memiliki fasilitas pendidikan hingga tingkat sekolah dasar.
"Kami turun langsung ke kampung-kampung dan menemukan banyak kasus anak putus sekolah. Ini perlu solusi bersama," tambahnya.
Selain itu, sektor kesehatan juga menghadapi persoalan serius. Akses jalan yang buruk menyebabkan keterlambatan penanganan medis, bahkan sempat terjadi kasus meninggalnya seorang ibu hamil saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
"Karena akses jalan yang tidak baik mengakibatkan terlambat akhirnya meninggal di tengah jalan. Nah ini sesuatu yang sangat memprihatinkan kita semua. Bahkan kita sempat mendapat teguran atau menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat karena ini masuk kategori kejadian luar biasa," ungkapnya.
Di sektor ekonomi, kurangnya infrastruktur turut berdampak pada tingginya biaya logistik. Komoditas unggulan seperti kopi dan kakao sulit berkembang karena ongkos angkut yang mahal. Menurutnya hal ini membuat ekonomi warga sulit berkembang.
Oleh karena itu, ia pun berharap pemerintah daerah segera melanjutkan pembangunan jalan poros Hulu Kelay dan membuka akses jalan alternatif Long Lanuk-Merapun untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
"Potensi Kelay sebenarnya sangat besar. Jika akses diperbaiki, ekonomi dan pariwisata bisa berkembang pesat," tuturnya.
Ramali pun mengajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta untuk bersama-sama membantu pembangunan wilayah pedalaman.
"Karena kami melihat sendiri, kasian warga kita di pedalaman ini banyak permasalahannya. Jadi harapannya kami mohon bantuan pemerintah dan pihak terkait untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di pedalaman ini," tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kecamatan Kelay di Kabupaten Berau dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Dimana berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak hingga tingginya angka anak putus sekolah, masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat setempat.
Dari total 14 kampung di Kecamatan Kelay, delapan kampung masih berstatus berkembang, sementara enam lainnya telah berstatus maju. Namun, kondisi ini dinilai belum stabil, karena kampung berkembang berpotensi menjadi tertinggal apabila tidak segera mendapat intervensi pembangunan yang maksimal.
Camat Kelay, M Saleh melalui Kasi Pemerintahan Kecamatan Kelay, Ahmad Ramali, mengungkapkan bahwa infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi masih menjadi persoalan utama masyarakat di Kecamatan Kelay.
"Permasalahan utama di Kelay adalah infrastruktur dasar. Jalan, listrik, dan air masih sangat perlu peningkatan," ujar Ramali saat pemaparan dalam Rakor Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kecamatan Kelay, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pendidikan. Dimana banyak anak di Kelay terpaksa putus sekolah karena keterbatasan akses ke jenjang pendidikan lanjutan.
"Untuk melanjutkan ke SMP dan SMA, anak-anak harus keluar kampung dan membutuhkan biaya. Tidak semua mampu, sehingga banyak yang akhirnya putus sekolah," jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar kampung di wilayah tersebut hanya memiliki fasilitas pendidikan hingga tingkat sekolah dasar.
"Kami turun langsung ke kampung-kampung dan menemukan banyak kasus anak putus sekolah. Ini perlu solusi bersama," tambahnya.
Selain itu, sektor kesehatan juga menghadapi persoalan serius. Akses jalan yang buruk menyebabkan keterlambatan penanganan medis, bahkan sempat terjadi kasus meninggalnya seorang ibu hamil saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
"Karena akses jalan yang tidak baik mengakibatkan terlambat akhirnya meninggal di tengah jalan. Nah ini sesuatu yang sangat memprihatinkan kita semua. Bahkan kita sempat mendapat teguran atau menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat karena ini masuk kategori kejadian luar biasa," ungkapnya.
Di sektor ekonomi, kurangnya infrastruktur turut berdampak pada tingginya biaya logistik. Komoditas unggulan seperti kopi dan kakao sulit berkembang karena ongkos angkut yang mahal. Menurutnya hal ini membuat ekonomi warga sulit berkembang.
Oleh karena itu, ia pun berharap pemerintah daerah segera melanjutkan pembangunan jalan poros Hulu Kelay dan membuka akses jalan alternatif Long Lanuk-Merapun untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
"Potensi Kelay sebenarnya sangat besar. Jika akses diperbaiki, ekonomi dan pariwisata bisa berkembang pesat," tuturnya.
Ramali pun mengajak kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta untuk bersama-sama membantu pembangunan wilayah pedalaman.
"Karena kami melihat sendiri, kasian warga kita di pedalaman ini banyak permasalahannya. Jadi harapannya kami mohon bantuan pemerintah dan pihak terkait untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di pedalaman ini," tandasnya.
(Sf/Rs)