Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto PMI Paser.( Foto: Padliannor)
Tana Paser - Palang Merah Indonesia (PMI) Paser mengalami kekurangan stok untuk beberapa golongan darah.
PMI Paser berencana membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk menyikapi kekurangan stok darah.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Paser, Ahmad Hadiwijaya menjelaskan pihaknya telah membangun komunikasi dengan Pemkab Paser untuk mengarahkan ASN agar dapat mendonorkan darah secara rutin.
"Upaya jangka panjang yang kami lakukan akan berkomunikasi dengan Pemkab Paser agar setiap OPD menjadwalkan rutin untuk donor darah,” katanya, Kamis (10/4/2025).
Kondisi kurangnya stok darah menjadi hal serius untuk diselesaikan PMI Paser. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi.
"Tujuan kami agar ada dukungan dari pemerintah, baik itu dari regulasi sampai dengan teknisnya,” ucapnya.
Sementara itu, PMI Paser juga telah menyiapkan upaya lain untuk menarik minat masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya, yakni memberi apresiasi berupa sembako kepada pendonor.
"Kami akan terus menjalankan program yang ada untuk mencukupi kebutuhan darah. Kepada para pasien yang membutuhkan transfusi darah, kami sangat terbantu bila dari pihak keluarga pasien bersedia menjadi pendonor pengganti guna mencukupi kebutuhan darah yang diperlukan,” jelasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto PMI Paser.( Foto: Padliannor)
Tana Paser - Palang Merah Indonesia (PMI) Paser mengalami kekurangan stok untuk beberapa golongan darah.
PMI Paser berencana membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk menyikapi kekurangan stok darah.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Paser, Ahmad Hadiwijaya menjelaskan pihaknya telah membangun komunikasi dengan Pemkab Paser untuk mengarahkan ASN agar dapat mendonorkan darah secara rutin.
"Upaya jangka panjang yang kami lakukan akan berkomunikasi dengan Pemkab Paser agar setiap OPD menjadwalkan rutin untuk donor darah,” katanya, Kamis (10/4/2025).
Kondisi kurangnya stok darah menjadi hal serius untuk diselesaikan PMI Paser. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi.
"Tujuan kami agar ada dukungan dari pemerintah, baik itu dari regulasi sampai dengan teknisnya,” ucapnya.
Sementara itu, PMI Paser juga telah menyiapkan upaya lain untuk menarik minat masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya, yakni memberi apresiasi berupa sembako kepada pendonor.
"Kami akan terus menjalankan program yang ada untuk mencukupi kebutuhan darah. Kepada para pasien yang membutuhkan transfusi darah, kami sangat terbantu bila dari pihak keluarga pasien bersedia menjadi pendonor pengganti guna mencukupi kebutuhan darah yang diperlukan,” jelasnya.
(Sf/Lo)