Cari disini...
Seputar Kaltim
Paukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kecamatan Loa Kulu saat latihan. (Foto:Fadli)
Tenggarong - Anggaran Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) dinilai masih minim dana.
Ketua Pelaksana HUT RI Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli mengaku dana yang disediakan pemerintah sebesar Rp25 juta. Tapi dana itu tak cukup untuk menutupi semua keperluan kegiatan Paskibraka.
"Masih banyak keperluan kami, seperti seragam dan sepatu. Seragam latihan untuk pasukan pengibar bendera, konsumsi mereka selama latihan dari awal latihan sampai hari H nanti dan keperluan lainnya," ungkapnya.
Pihaknya pun terpaksa mengajukan usulan penambahan anggaran kepada Pemkab Kukar. "Kalau untuk latihan kita masih aktif setiap hari,” ucapnya.
Dia mengaku telah mengajukan permohonan bantuan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Loa Kulu, seperti PT MHU dan PT ABP.
"Kita juga minta support ke minimarket yang ada di Loa Kulu untuk menambal kekurangan selama latihan," sebunya.
Ia berharap pemerintah dapat menambah anggaran yang digelontorkan demi memenuhi kebutuhan pasukan pengibar bendera. "Kita harap minimarket juga dapat membantu walaupun hanya air mineral," harapnya.
Diketahui, sebanyak 27 pasukan pengibar bendera di Kecamatan Loa Kulu telah mulai melakukan persiapan menyambut Hari Kemerdekaan ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 mendatang.
“Kita sudah latihan baris-berbaris. Kalau untuk lanjut ke barisan pengibaran benderanya, sementara ini kami masih menunggu jembatan menuju tiang bendera itu selesai dibangun," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Paukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kecamatan Loa Kulu saat latihan. (Foto:Fadli)
Tenggarong - Anggaran Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) dinilai masih minim dana.
Ketua Pelaksana HUT RI Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli mengaku dana yang disediakan pemerintah sebesar Rp25 juta. Tapi dana itu tak cukup untuk menutupi semua keperluan kegiatan Paskibraka.
"Masih banyak keperluan kami, seperti seragam dan sepatu. Seragam latihan untuk pasukan pengibar bendera, konsumsi mereka selama latihan dari awal latihan sampai hari H nanti dan keperluan lainnya," ungkapnya.
Pihaknya pun terpaksa mengajukan usulan penambahan anggaran kepada Pemkab Kukar. "Kalau untuk latihan kita masih aktif setiap hari,” ucapnya.
Dia mengaku telah mengajukan permohonan bantuan ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Loa Kulu, seperti PT MHU dan PT ABP.
"Kita juga minta support ke minimarket yang ada di Loa Kulu untuk menambal kekurangan selama latihan," sebunya.
Ia berharap pemerintah dapat menambah anggaran yang digelontorkan demi memenuhi kebutuhan pasukan pengibar bendera. "Kita harap minimarket juga dapat membantu walaupun hanya air mineral," harapnya.
Diketahui, sebanyak 27 pasukan pengibar bendera di Kecamatan Loa Kulu telah mulai melakukan persiapan menyambut Hari Kemerdekaan ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 mendatang.
“Kita sudah latihan baris-berbaris. Kalau untuk lanjut ke barisan pengibaran benderanya, sementara ini kami masih menunggu jembatan menuju tiang bendera itu selesai dibangun," tutupnya.
(Sf/By)