Seputar Kaltim

    Kekurangan 300 Guru, Disdik Paser Ajukan 250 Tambahan Lewat Skema PJLP

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2026 pukul 15:29 WITA

    Kepala Disdik Paser, M Yunus Syam. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser -  Kekurangan tenaga pengajar masih menjadi persoalan yang sedang dihadapi Kabupaten Paser. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap efektifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Paser, M Yunus Syam mengungkapkan saat ini Paser masih kekurangan sekitar 300 guru di berbagai jenjang pendidikan.

    "Kekurangan hampir terjadi di semua kecamatan. Saat ini kita kekurangan sekitar 300 guru," kata M Yunus, Senin (13/7/2026).

    Untuk menjawab persoalan itu, Disdik Paser telah mengajukan penambahan sebanyak 250 guru melalui skema Pegawai Jasa Layanan Perorangan (PJLP).

    Menurutnya, skema PJLP menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengisi kekurangan guru yang terjadi di Paser saat ini.

    Namun demikian, skema PJLP juga sangat bergantung terhadap fiskal daerah, mengingat penggajian yang diberikan kepada tenaga pengajar akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Di tengah efisiensi anggaran dan pemangkasan Transfer Pusat ke Daerah (TKD) yang terjadi saat ini, ketersediaan tenaga pendidik menjadi salah satu kebutuhan yang perlu untuk disikapi dengan serius.

    "Melalui PJLP kita mengajukan tambahan sebanyak 250 guru," imbuhnya.

    M Yunus tidak memungkiri penambahan yang diajukan masih kurang dari kebutuhan tenaga pengajar. Maka itu ia berharap, pembukaan tenaga pengajar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  dapat segera dilaksanakan untuk menutupi kekurangan yang ada.

    "Memang masih kurang. Untuk CPNS ada penerimaan 90 orang, semoga hal itu bisa cepat penerimaannya," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kekurangan 300 Guru, Disdik Paser Ajukan 250 Tambahan Lewat Skema PJLP

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2026 pukul 15:29 WITA

    Kepala Disdik Paser, M Yunus Syam. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser -  Kekurangan tenaga pengajar masih menjadi persoalan yang sedang dihadapi Kabupaten Paser. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap efektifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Paser, M Yunus Syam mengungkapkan saat ini Paser masih kekurangan sekitar 300 guru di berbagai jenjang pendidikan.

    "Kekurangan hampir terjadi di semua kecamatan. Saat ini kita kekurangan sekitar 300 guru," kata M Yunus, Senin (13/7/2026).

    Untuk menjawab persoalan itu, Disdik Paser telah mengajukan penambahan sebanyak 250 guru melalui skema Pegawai Jasa Layanan Perorangan (PJLP).

    Menurutnya, skema PJLP menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengisi kekurangan guru yang terjadi di Paser saat ini.

    Namun demikian, skema PJLP juga sangat bergantung terhadap fiskal daerah, mengingat penggajian yang diberikan kepada tenaga pengajar akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Di tengah efisiensi anggaran dan pemangkasan Transfer Pusat ke Daerah (TKD) yang terjadi saat ini, ketersediaan tenaga pendidik menjadi salah satu kebutuhan yang perlu untuk disikapi dengan serius.

    "Melalui PJLP kita mengajukan tambahan sebanyak 250 guru," imbuhnya.

    M Yunus tidak memungkiri penambahan yang diajukan masih kurang dari kebutuhan tenaga pengajar. Maka itu ia berharap, pembukaan tenaga pengajar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  dapat segera dilaksanakan untuk menutupi kekurangan yang ada.

    "Memang masih kurang. Untuk CPNS ada penerimaan 90 orang, semoga hal itu bisa cepat penerimaannya," tutupnya.

    (Sf/Rs)