Seputar Kaltim

    Kekeringan Ganggu Lahan Padi PPU, 204 Hektare Terdampak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    31 Juli 2026 pukul 19:46 WITA

    Lahan pertanian padi di Kecamatan Waru. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kekeringan berdampak pada 204,3 hektare lahan padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang Mei hingga Juli 2026. Dinas Pertanian PPU masih memantau kondisi tanaman setelah hujan kembali turun dalam beberapa pekan terakhir.

    Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan sebagian lahan yang terdampak masih berpeluang diselamatkan. Namun, kondisi terkini masih perlu dipastikan melalui pemantauan bersama penyuluh dan pemerintah kecamatan.

    "Harapannya lahan-lahan masih bisa diselamatkan. Kita masih berkutat dengan camat dan koordinator BPP untuk melihat secara detail kondisinya setelah hujan turun," kata Gunawan, Jumat (31/7/2026).

    Laporan insidentil Dinas Pertanian mencatat kekeringan mulai terjadi pada Mei. Saat itu, sejumlah lahan mengalami kekurangan air akibat rendahnya curah hujan dan berkurangnya pasokan air irigasi.

    Kondisi tersebut menyebabkan tanaman mengalami cekaman air, ditandai daun menggulung, pertumbuhan terhambat hingga tanah sawah retak pada kondisi yang lebih parah.

    Dampak terbesar tercatat di Kecamatan Sepaku pada awal hingga pertengahan Juli dengan luas 165,6 hektare. Sebelumnya, Kecamatan Waru mencatat 36,7 hektare lahan terdampak pada Mei, sedangkan di Pejala, Kecamatan Penajam, terdapat 2 hektare.

    Secara keseluruhan, intensitas kekeringan berada pada kisaran 25-50 persen dari hamparan lahan terdampak dan masuk kategori sedang.

    Gunawan mengatakan kondisi tersebut masih terus dipantau karena hujan telah turun dalam beberapa waktu terakhir. Dalam dua pekan terakhir tercatat enam hari hujan, sehingga Dinas Pertanian masih menghitung kembali kondisi tanaman dan luasan terdampak.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kekeringan Ganggu Lahan Padi PPU, 204 Hektare Terdampak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    31 Juli 2026 pukul 19:46 WITA

    Lahan pertanian padi di Kecamatan Waru. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kekeringan berdampak pada 204,3 hektare lahan padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang Mei hingga Juli 2026. Dinas Pertanian PPU masih memantau kondisi tanaman setelah hujan kembali turun dalam beberapa pekan terakhir.

    Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan sebagian lahan yang terdampak masih berpeluang diselamatkan. Namun, kondisi terkini masih perlu dipastikan melalui pemantauan bersama penyuluh dan pemerintah kecamatan.

    "Harapannya lahan-lahan masih bisa diselamatkan. Kita masih berkutat dengan camat dan koordinator BPP untuk melihat secara detail kondisinya setelah hujan turun," kata Gunawan, Jumat (31/7/2026).

    Laporan insidentil Dinas Pertanian mencatat kekeringan mulai terjadi pada Mei. Saat itu, sejumlah lahan mengalami kekurangan air akibat rendahnya curah hujan dan berkurangnya pasokan air irigasi.

    Kondisi tersebut menyebabkan tanaman mengalami cekaman air, ditandai daun menggulung, pertumbuhan terhambat hingga tanah sawah retak pada kondisi yang lebih parah.

    Dampak terbesar tercatat di Kecamatan Sepaku pada awal hingga pertengahan Juli dengan luas 165,6 hektare. Sebelumnya, Kecamatan Waru mencatat 36,7 hektare lahan terdampak pada Mei, sedangkan di Pejala, Kecamatan Penajam, terdapat 2 hektare.

    Secara keseluruhan, intensitas kekeringan berada pada kisaran 25-50 persen dari hamparan lahan terdampak dan masuk kategori sedang.

    Gunawan mengatakan kondisi tersebut masih terus dipantau karena hujan telah turun dalam beberapa waktu terakhir. Dalam dua pekan terakhir tercatat enam hari hujan, sehingga Dinas Pertanian masih menghitung kembali kondisi tanaman dan luasan terdampak.

    (Sf/Lo)