Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur Turnamen Sirnas C Kutim 2026, Aang Syahruddin (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutim 2026 menjadi peluang bagi atlet bulu tangkis lokal untuk mengejar poin nasional tanpa harus mengeluarkan biaya besar ke luar daerah.
Direktur Turnamen Sirnas C Kutim 2026, Aang Syahruddin mengatakan kejuaraan yang digelar di GOR Kudungga Sangatta tersebut memberikan keuntungan bagi atlet Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kutim.
“Kalau mereka harus ke Jawa, Sumatera atau Sulawesi untuk mengikuti kejuaraan tentu biayanya lebih besar. Tetapi sekarang diadakan di sini, jadi ini kesempatan buat atlet lokal untuk berkompetisi mendapatkan poin,” ujar Aang.
Menurutnya, poin dari sirnas sangat penting karena akan memengaruhi peringkat nasional atlet pada turnamen berikutnya.
“Setiap atlet yang bermain akan mendapatkan poin. Itu menjadi keuntungan di sirkuit nasional karena nantinya mereka bisa mendapatkan unggulan di kejuaraan berikutnya,” katanya.
Sirnas C Bupati Kutim 2026 diikuti ratusan atlet dari 15 provinsi di Indonesia, termasuk sejumlah klub besar dari Pulau Jawa yang selama ini kerap menjuarai turnamen nasional.
“Yang datang dari beberapa klub di Pulau Jawa memang sering menjuarai Sirnas level C, B maupun A. Jadi atlet-atlet Kaltim tentu harus bekerja keras,” ucapnya.
Meski demikian, Kaltim tetap menargetkan mampu meraih tiga medali emas dari total 11 nomor yang dipertandingkan. “Target kita ada tiga emas yang bisa direbut, kemungkinan dari kelompok usia dini, pemula dan taruna,” jelasnya.
Aang menambahkan, kontingen Kaltim diikuti sekitar 20 klub dari delapan kabupaten/kota, yakni Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Paser, Penajam Paser Utara dan Kutim.
Kutim mengirim empat klub dengan total 18 atlet untuk bersaing di ajang nasional tersebut. Selain itu, ia menyebut Sirnas C Kutim menjadi rangkaian pertama agenda Sirnas di Kaltim 2026. Setelah Kutim, kejuaraan serupa rencananya akan digelar di Samarinda, Bontang, Balikpapan dan Paser.
“Jadi ini sampelnya untuk di Kalimantan Timur. Ke depannya akan ada lagi,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur Turnamen Sirnas C Kutim 2026, Aang Syahruddin (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutim 2026 menjadi peluang bagi atlet bulu tangkis lokal untuk mengejar poin nasional tanpa harus mengeluarkan biaya besar ke luar daerah.
Direktur Turnamen Sirnas C Kutim 2026, Aang Syahruddin mengatakan kejuaraan yang digelar di GOR Kudungga Sangatta tersebut memberikan keuntungan bagi atlet Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kutim.
“Kalau mereka harus ke Jawa, Sumatera atau Sulawesi untuk mengikuti kejuaraan tentu biayanya lebih besar. Tetapi sekarang diadakan di sini, jadi ini kesempatan buat atlet lokal untuk berkompetisi mendapatkan poin,” ujar Aang.
Menurutnya, poin dari sirnas sangat penting karena akan memengaruhi peringkat nasional atlet pada turnamen berikutnya.
“Setiap atlet yang bermain akan mendapatkan poin. Itu menjadi keuntungan di sirkuit nasional karena nantinya mereka bisa mendapatkan unggulan di kejuaraan berikutnya,” katanya.
Sirnas C Bupati Kutim 2026 diikuti ratusan atlet dari 15 provinsi di Indonesia, termasuk sejumlah klub besar dari Pulau Jawa yang selama ini kerap menjuarai turnamen nasional.
“Yang datang dari beberapa klub di Pulau Jawa memang sering menjuarai Sirnas level C, B maupun A. Jadi atlet-atlet Kaltim tentu harus bekerja keras,” ucapnya.
Meski demikian, Kaltim tetap menargetkan mampu meraih tiga medali emas dari total 11 nomor yang dipertandingkan. “Target kita ada tiga emas yang bisa direbut, kemungkinan dari kelompok usia dini, pemula dan taruna,” jelasnya.
Aang menambahkan, kontingen Kaltim diikuti sekitar 20 klub dari delapan kabupaten/kota, yakni Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Paser, Penajam Paser Utara dan Kutim.
Kutim mengirim empat klub dengan total 18 atlet untuk bersaing di ajang nasional tersebut. Selain itu, ia menyebut Sirnas C Kutim menjadi rangkaian pertama agenda Sirnas di Kaltim 2026. Setelah Kutim, kejuaraan serupa rencananya akan digelar di Samarinda, Bontang, Balikpapan dan Paser.
“Jadi ini sampelnya untuk di Kalimantan Timur. Ke depannya akan ada lagi,” pungkasnya.
(Sf/Lo)