Seputar Kaltim

    Kejar Tiga Besar Porprov 2026, Kutim Fokus Tambah Medali Emas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2026 pukul 11:49 WITA

    Rapat koordinasi persiapan Porprov Kaltim 2026 di Gedung KONI Kutim. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah meningkatkan perolehan medali emas demi mewujudkan target masuk tiga besar.

    Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat rapat koordinasi persiapan Porprov yang digelar di Gedung KONI Kutim, Kamis (11/6/2026). 

    Menurutnya, peringkat dalam ajang multi-event olahraga tidak ditentukan oleh banyaknya medali secara keseluruhan, melainkan jumlah medali emas yang berhasil diraih.

    “Perolehan medali ini kan untuk peringkat yang paling utama emas. Jadi kita peraknya seribu, banyak sekali, tapi emasnya cuma satu, kalah dengan orang yang dapat emasnya dua. Jadi target kita emas,” ujar Mahyunadi.

    Ia menjelaskan, Kutim berada di peringkat keempat pada Porprov sebelumnya. Meski hanya terpaut satu tingkat dari posisi tiga besar, Kutim masih tertinggal 51 medali dari peraih peringkat ketiga pada Porprov sebelumnya. 

    Untuk itu, Mahyunadi meminta seluruh pengurus cabor dan KONI Kutim memaksimalkan potensi atlet yang telah menunjukkan prestasi pada Babak Kualifikasi (BK), terutama atlet peraih medali perak dan perunggu yang dinilai berpeluang menyumbang medali emas.

    “Nah, berdasarkan hasil BK itu bisa kita maksimalkan. Atlet yang kemarin dapat perak atau perunggu, bagaimana kualitasnya bisa ditingkatkan dalam waktu yang ada sehingga saat Porprov nanti bisa meraih emas,” jelasnya.

    Ia mengatakan, menambah jumlah atlet dalam waktu yang tersisa bukan perkara mudah. Untuk itu, strategi yang lebih realistis adalah meningkatkan kemampuan atlet yang sudah ada melalui program pembinaan yang terarah.

    Sejumlah program seperti training center (TC), try out, dan peningkatan jam latihan menjadi opsi yang akan dibahas bersama KONI dan Dispora Kutim dalam waktu dekat.

    “Tentunya hal inilah yang kita bersama-sama Ketua KONI dan Kadispora atur strateginya. Mungkin itu TC, mungkin try out dan lain sebagainya untuk meningkatkan prestasi atlet yang kemarin dapat perak atau perunggu agar bisa menjadi emas,” katanya.

    Mahyunadi mengakui persaingan Porprov tidak akan mudah. Selain harus mengejar ketertinggalan medali, Kutim juga tidak bisa menurunkan seluruh atlet peraih medali sebelumnya karena adanya batas usia maksimal 30 tahun.

    Namun, ia optimistis target peningkatan prestasi tetap bisa dicapai apabila seluruh pihak yang terlibat mampu bekerja sama dan memaksimalkan waktu persiapan yang tersedia.

    “Yang bisa kita maksimalkan adalah atlet yang pada BK lalu meraih perak atau perunggu agar saat Porprov nanti bisa meningkat menjadi peraih medali emas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kejar Tiga Besar Porprov 2026, Kutim Fokus Tambah Medali Emas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2026 pukul 11:49 WITA

    Rapat koordinasi persiapan Porprov Kaltim 2026 di Gedung KONI Kutim. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah meningkatkan perolehan medali emas demi mewujudkan target masuk tiga besar.

    Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat rapat koordinasi persiapan Porprov yang digelar di Gedung KONI Kutim, Kamis (11/6/2026). 

    Menurutnya, peringkat dalam ajang multi-event olahraga tidak ditentukan oleh banyaknya medali secara keseluruhan, melainkan jumlah medali emas yang berhasil diraih.

    “Perolehan medali ini kan untuk peringkat yang paling utama emas. Jadi kita peraknya seribu, banyak sekali, tapi emasnya cuma satu, kalah dengan orang yang dapat emasnya dua. Jadi target kita emas,” ujar Mahyunadi.

    Ia menjelaskan, Kutim berada di peringkat keempat pada Porprov sebelumnya. Meski hanya terpaut satu tingkat dari posisi tiga besar, Kutim masih tertinggal 51 medali dari peraih peringkat ketiga pada Porprov sebelumnya. 

    Untuk itu, Mahyunadi meminta seluruh pengurus cabor dan KONI Kutim memaksimalkan potensi atlet yang telah menunjukkan prestasi pada Babak Kualifikasi (BK), terutama atlet peraih medali perak dan perunggu yang dinilai berpeluang menyumbang medali emas.

    “Nah, berdasarkan hasil BK itu bisa kita maksimalkan. Atlet yang kemarin dapat perak atau perunggu, bagaimana kualitasnya bisa ditingkatkan dalam waktu yang ada sehingga saat Porprov nanti bisa meraih emas,” jelasnya.

    Ia mengatakan, menambah jumlah atlet dalam waktu yang tersisa bukan perkara mudah. Untuk itu, strategi yang lebih realistis adalah meningkatkan kemampuan atlet yang sudah ada melalui program pembinaan yang terarah.

    Sejumlah program seperti training center (TC), try out, dan peningkatan jam latihan menjadi opsi yang akan dibahas bersama KONI dan Dispora Kutim dalam waktu dekat.

    “Tentunya hal inilah yang kita bersama-sama Ketua KONI dan Kadispora atur strateginya. Mungkin itu TC, mungkin try out dan lain sebagainya untuk meningkatkan prestasi atlet yang kemarin dapat perak atau perunggu agar bisa menjadi emas,” katanya.

    Mahyunadi mengakui persaingan Porprov tidak akan mudah. Selain harus mengejar ketertinggalan medali, Kutim juga tidak bisa menurunkan seluruh atlet peraih medali sebelumnya karena adanya batas usia maksimal 30 tahun.

    Namun, ia optimistis target peningkatan prestasi tetap bisa dicapai apabila seluruh pihak yang terlibat mampu bekerja sama dan memaksimalkan waktu persiapan yang tersedia.

    “Yang bisa kita maksimalkan adalah atlet yang pada BK lalu meraih perak atau perunggu agar saat Porprov nanti bisa meningkat menjadi peraih medali emas,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)