Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPUTR Paser, Asnawi. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus melakukan pembangunan infrastruktur jalan demi meningkatkan konektivitas antardaerah.
Langkah strategis tersebut diambil guna mengejar target tingkat kemantapan jalan daerah agar mampu melampaui standar nasional pada 2027 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser, Asnawi menyebut, kondisi kemantapan jalan daerah masih memerlukan pembenahan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, cakupan kemantapan jalan di Kabupaten Paser masih berada di angka sekitar 47 persen.
Pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan percepatan pembangunan agar kualitas infrastruktur jalan dapat meningkat drastis dalam beberapa tahun ke depan. Penanganan masalah tersebut menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Paser.
Standar pemantapan jalan di tingkat nasional sendiri saat ini dipatok sebesar 65 persen. Pemkab Paser optimistis dapat melampaui angka acuan tersebut melalui program percepatan pembangunan infrastruktur.
"Adapun standar pemantapan jalan nasional dipatok sebesar 65 persen. Insyaallah di tahun 2027 mendatang kita bisa mencapai target melampaui standar nasional," ujar Kepala Asnawi, Rabu (21/10/2026).
Guna merealisasikan target tersebut, Pemkab Paser telah menyusun skema pendanaan yang matang. Pemerintah daerah menyiapkan alokasi anggaran sementara kurang lebih Rp1,8 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Proyek infrastruktur itu tidak akan dikerjakan secara parsial, melainkan melalui perencanaan terpadu yang mencakup puluhan paket pekerjaan. Langkah itu diambil untuk memastikan pengerjaan jalan berjalan secara efektif dan konsisten.
"Untuk pelaksanaannya akan dilakukan dengan skema multiyears dengan mencakup 48 paket pekerjaan. Adapun untuk total panjang jalan itu sekitar 300 kilometer," imbu Asnawi menjelaskan teknis pelaksanaan proyek tersebut.
Pemkab Paser memfokuskan sasaran pada penuntasan sejumlah ruas jalan strategis serta jalur terpanjang di beberapa kawasan. Beberapa lokasi prioritas yang disasar antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah, serta ruas jalan Muara Payang menuju Long Sayo.
"Antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah itu menjadi salah satu ruas jalan terpanjang yang belum terselesaikan dan diproyeksikan tuntas penuh pada tahun 2027. Tinggal menyisakan ruas Long Sayo–Suan Selutung, mengingat ruas jalan tersebut memang sangat panjang. Tetapi tetap kita support juga untuk tahun 2027," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPUTR Paser, Asnawi. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus melakukan pembangunan infrastruktur jalan demi meningkatkan konektivitas antardaerah.
Langkah strategis tersebut diambil guna mengejar target tingkat kemantapan jalan daerah agar mampu melampaui standar nasional pada 2027 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Paser, Asnawi menyebut, kondisi kemantapan jalan daerah masih memerlukan pembenahan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, cakupan kemantapan jalan di Kabupaten Paser masih berada di angka sekitar 47 persen.
Pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan percepatan pembangunan agar kualitas infrastruktur jalan dapat meningkat drastis dalam beberapa tahun ke depan. Penanganan masalah tersebut menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Paser.
Standar pemantapan jalan di tingkat nasional sendiri saat ini dipatok sebesar 65 persen. Pemkab Paser optimistis dapat melampaui angka acuan tersebut melalui program percepatan pembangunan infrastruktur.
"Adapun standar pemantapan jalan nasional dipatok sebesar 65 persen. Insyaallah di tahun 2027 mendatang kita bisa mencapai target melampaui standar nasional," ujar Kepala Asnawi, Rabu (21/10/2026).
Guna merealisasikan target tersebut, Pemkab Paser telah menyusun skema pendanaan yang matang. Pemerintah daerah menyiapkan alokasi anggaran sementara kurang lebih Rp1,8 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Proyek infrastruktur itu tidak akan dikerjakan secara parsial, melainkan melalui perencanaan terpadu yang mencakup puluhan paket pekerjaan. Langkah itu diambil untuk memastikan pengerjaan jalan berjalan secara efektif dan konsisten.
"Untuk pelaksanaannya akan dilakukan dengan skema multiyears dengan mencakup 48 paket pekerjaan. Adapun untuk total panjang jalan itu sekitar 300 kilometer," imbu Asnawi menjelaskan teknis pelaksanaan proyek tersebut.
Pemkab Paser memfokuskan sasaran pada penuntasan sejumlah ruas jalan strategis serta jalur terpanjang di beberapa kawasan. Beberapa lokasi prioritas yang disasar antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah, serta ruas jalan Muara Payang menuju Long Sayo.
"Antara lain jalur Batu Engau hingga Senipah itu menjadi salah satu ruas jalan terpanjang yang belum terselesaikan dan diproyeksikan tuntas penuh pada tahun 2027. Tinggal menyisakan ruas Long Sayo–Suan Selutung, mengingat ruas jalan tersebut memang sangat panjang. Tetapi tetap kita support juga untuk tahun 2027," tutupnya.
(Sf/Lo)