Cari disini...
Seputar Kaltim
Upaya penyelamtan Basarnas atas tragedi kecelakaan kapal yang terjadi di Kutai barat. (Foto: Basarnas Balikpapan/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tragedi kecelakaan kapal feri penyeberangan di Perairan Ujoh Halang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, kembali menyisakan duka mendalam. Pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (12/11/2025), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan empat korban dalam kondisi meninggal dunia (MD).
Dengan temuan ini, dari total delapan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini tersisa empat orang yang masih dalam pencarian intensif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, menyampaikan bahwa temuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi berbagai unsur Tim SAR di lapangan.
"Kami menyampaikan duka mendalam atas wafatnya keempat korban. Temuan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi yang solid dari seluruh unsur Tim SAR Gabungan di lapangan," ujar Dody Setiawan Suwondo.
Ia memastikan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan untuk menemukan empat korban lain yang masih belum diketahui nasibnya.
Kapal feri nahas tersebut diketahui mengalami kecelakaan pada Senin, 10 November 2025, sekitar pukul 21.00 WITA. Kapal yang membawa muatan semen dari Ujoh Halang menuju PT. BDL tersebut membawa total 28 orang, terdiri dari 25 buruh dan 3 motoris. Sebanyak 20 orang berhasil selamat, sementara 8 orang dinyatakan hilang.
Empat korban yang ditemukan hari ini adalah bagian dari delapan orang yang hilang tersebut. Keempat korban berhasil dievakuasi di lokasi yang berbeda-beda, yakni Marselus Bouk alias Cello laki-laki berusia 24 tahun ditemukan paling awal pada pukul 06.00 WITA, berjarak 3,69 kilometer dari Lokasi Kejadian Peristiwa (LKP).
Kemudian, ada Anci Anwar berusia 50 tahun menyusul ditemukan pukul 06.50 WITA, berjarak 5,4 kilometer dari LKP.
Kedua korban tersebut, berdasarkan laporan awal, diidentifikasi memiliki asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (untuk Cello) dan Samarinda, Kalimantan Timur (untuk Anci).
Keduanya langsung dievakuasi menuju RSUD Harapan Insan Sendawar, Barong Tongkok, untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Upaya pencarian yang melibatkan unsur-unsur dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan ini kembali membuahkan hasil, yakni Dedi pria berusia 47 tahun berhasil ditemukan pukul 08.20 WITA dalam kondisi MD pada jarak sekitar 13,2 Kilometer dari LKP awal.
Dedi memiliki kesamaan nama dengan salah satu korban hilang (Dedy, 30 Tahun) dalam daftar awal, namun usia yang tertera berbeda. Terakhir, Yanto menjadi korban keempat yang ditemukan pada pukul 08.50 WITA, di sekitar LKP.
Menurut data awal, korban hilang atas nama Cello (21 Tahun), Anci (50 Tahun), dan Yanto (40 Tahun) kini telah berhasil ditemukan, meskipun ada sedikit perbedaan data usia dalam laporan awal dan temuan.
Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal feri masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, laporan awal menyebutkan dugaan kuat kecelakaan ini disebabkan oleh overload muatan semen.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus fokus melakukan penyisiran dan pencarian terhadap empat korban yang tersisa, yaitu Asmaun/Bogel, 55 tahun asal Malang, Jawa Timur. Pendy, 30 tahun asal Lumajang, Jawa Timur. Dedy, 30 Tahun asal Bandung, Jawa Barat. Ilham, 27 Tahun asal Bandung, Jawa Barat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Upaya penyelamtan Basarnas atas tragedi kecelakaan kapal yang terjadi di Kutai barat. (Foto: Basarnas Balikpapan/Seputarfakta.com)
Samarinda - Tragedi kecelakaan kapal feri penyeberangan di Perairan Ujoh Halang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, kembali menyisakan duka mendalam. Pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (12/11/2025), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan empat korban dalam kondisi meninggal dunia (MD).
Dengan temuan ini, dari total delapan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini tersisa empat orang yang masih dalam pencarian intensif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, menyampaikan bahwa temuan ini adalah hasil dari kerja keras dan sinergi berbagai unsur Tim SAR di lapangan.
"Kami menyampaikan duka mendalam atas wafatnya keempat korban. Temuan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi yang solid dari seluruh unsur Tim SAR Gabungan di lapangan," ujar Dody Setiawan Suwondo.
Ia memastikan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan untuk menemukan empat korban lain yang masih belum diketahui nasibnya.
Kapal feri nahas tersebut diketahui mengalami kecelakaan pada Senin, 10 November 2025, sekitar pukul 21.00 WITA. Kapal yang membawa muatan semen dari Ujoh Halang menuju PT. BDL tersebut membawa total 28 orang, terdiri dari 25 buruh dan 3 motoris. Sebanyak 20 orang berhasil selamat, sementara 8 orang dinyatakan hilang.
Empat korban yang ditemukan hari ini adalah bagian dari delapan orang yang hilang tersebut. Keempat korban berhasil dievakuasi di lokasi yang berbeda-beda, yakni Marselus Bouk alias Cello laki-laki berusia 24 tahun ditemukan paling awal pada pukul 06.00 WITA, berjarak 3,69 kilometer dari Lokasi Kejadian Peristiwa (LKP).
Kemudian, ada Anci Anwar berusia 50 tahun menyusul ditemukan pukul 06.50 WITA, berjarak 5,4 kilometer dari LKP.
Kedua korban tersebut, berdasarkan laporan awal, diidentifikasi memiliki asal Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (untuk Cello) dan Samarinda, Kalimantan Timur (untuk Anci).
Keduanya langsung dievakuasi menuju RSUD Harapan Insan Sendawar, Barong Tongkok, untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Upaya pencarian yang melibatkan unsur-unsur dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan ini kembali membuahkan hasil, yakni Dedi pria berusia 47 tahun berhasil ditemukan pukul 08.20 WITA dalam kondisi MD pada jarak sekitar 13,2 Kilometer dari LKP awal.
Dedi memiliki kesamaan nama dengan salah satu korban hilang (Dedy, 30 Tahun) dalam daftar awal, namun usia yang tertera berbeda. Terakhir, Yanto menjadi korban keempat yang ditemukan pada pukul 08.50 WITA, di sekitar LKP.
Menurut data awal, korban hilang atas nama Cello (21 Tahun), Anci (50 Tahun), dan Yanto (40 Tahun) kini telah berhasil ditemukan, meskipun ada sedikit perbedaan data usia dalam laporan awal dan temuan.
Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal feri masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, laporan awal menyebutkan dugaan kuat kecelakaan ini disebabkan oleh overload muatan semen.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus fokus melakukan penyisiran dan pencarian terhadap empat korban yang tersisa, yaitu Asmaun/Bogel, 55 tahun asal Malang, Jawa Timur. Pendy, 30 tahun asal Lumajang, Jawa Timur. Dedy, 30 Tahun asal Bandung, Jawa Barat. Ilham, 27 Tahun asal Bandung, Jawa Barat.
(Sf/Rs)