Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)
Tana Paser - Kebakaran Lahan dan Hutan (karhutla) hingga kini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Paser. Ancaman karhutla itu diperparah dengan kondisi El Nino yang mengakibatkan cuaca ekstrem dan diperkirakan akan bertahan hingga Oktober 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Ruslan menyampaikan hingga saat ini Kecamatan Tanah Grogot menjadi wilayah dengan sebaran luasan karhutla tertinggi di Paser.
"Tanah Grogot 94 kejadian dengan luasan sekitar 212,8 Hektare," kata Ruslan, Senin (31/8/2026).
Dari 10 kecamatan yang ada di Paser sebanyak sembilan kecamatan telah mengalami karhutla diantaranya, Kecamatan Paser Belengkong 84 kejadian 141,6 hektare, Batu Engau 14 kejadian 112 hektare, Muara Komam 16 kejadian 21,3 hektare, Batu Sopang tujuh kejadian 19,5 hektare, Muara Samu delapan kejadian 17,8 hektare, Long Ikis satu kejadian 5 hektare, Kuaro satu kejadian 4 hektare dan Long Kali dua kejadian 2,5 hektare.
Berdasarkan tipe lahan, wilayah yang memiliki tipe mineral kering mendominasi dengan 147 kejadian dengan luasan 398,33 hektare. Sementara di posisi kedua diduduki tipe lahan gabut sebanyak 42 kejadian dengan luasan 136,17 hektare dan tipe perkebunan atau pertanian dua kejadian dengan luasan dua hektare.
Guna mengantisipasi meluasnya area lahan yang terbakar, BPBD Kabupaten Paser telah menyiagakan personil gabungan bersama TNI, Polri, serta relawan di titik-titik rawan bencana.
Tim Satgas karhutla terus melakukan patroli rutin secara berkala ke daerah-daerah termasuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh armada pemadam kebakaran.
Selain patroli, pihak BPBD juga secara intensif mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyalakan api atau membakar lahan secara sembarangan selama periode El Nino berlangsung.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ditambah lagi pada kondisi sekarang api dapat memicu kebakaran lahan yang bisa saja merbat ke luasan yang lebih besar," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Paser. (Foto: BPBD Paser)
Tana Paser - Kebakaran Lahan dan Hutan (karhutla) hingga kini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Paser. Ancaman karhutla itu diperparah dengan kondisi El Nino yang mengakibatkan cuaca ekstrem dan diperkirakan akan bertahan hingga Oktober 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Ruslan menyampaikan hingga saat ini Kecamatan Tanah Grogot menjadi wilayah dengan sebaran luasan karhutla tertinggi di Paser.
"Tanah Grogot 94 kejadian dengan luasan sekitar 212,8 Hektare," kata Ruslan, Senin (31/8/2026).
Dari 10 kecamatan yang ada di Paser sebanyak sembilan kecamatan telah mengalami karhutla diantaranya, Kecamatan Paser Belengkong 84 kejadian 141,6 hektare, Batu Engau 14 kejadian 112 hektare, Muara Komam 16 kejadian 21,3 hektare, Batu Sopang tujuh kejadian 19,5 hektare, Muara Samu delapan kejadian 17,8 hektare, Long Ikis satu kejadian 5 hektare, Kuaro satu kejadian 4 hektare dan Long Kali dua kejadian 2,5 hektare.
Berdasarkan tipe lahan, wilayah yang memiliki tipe mineral kering mendominasi dengan 147 kejadian dengan luasan 398,33 hektare. Sementara di posisi kedua diduduki tipe lahan gabut sebanyak 42 kejadian dengan luasan 136,17 hektare dan tipe perkebunan atau pertanian dua kejadian dengan luasan dua hektare.
Guna mengantisipasi meluasnya area lahan yang terbakar, BPBD Kabupaten Paser telah menyiagakan personil gabungan bersama TNI, Polri, serta relawan di titik-titik rawan bencana.
Tim Satgas karhutla terus melakukan patroli rutin secara berkala ke daerah-daerah termasuk wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh armada pemadam kebakaran.
Selain patroli, pihak BPBD juga secara intensif mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menyalakan api atau membakar lahan secara sembarangan selama periode El Nino berlangsung.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ditambah lagi pada kondisi sekarang api dapat memicu kebakaran lahan yang bisa saja merbat ke luasan yang lebih besar," tutupnya.
(Sf/Lo)