Seputar Kaltim

    Kebutuhan Mendesak Air Bersih, ATP akan Suplai Air Bersih ke Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pemerintah kota Balikpapan gandeng PT Arsari Tirta Pradana (ATP) untuk penuhi kebutuhan air bersih warga kota Balikpapan. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan pesat di Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota bergerak cepat mencari solusi. Salah satunya menggandeng sektor swasta, dalam hal ini PT Arsari Tirta Pradana (ATP), anak usaha dari Arsari Group.

    Kolaborasi ini resmi ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dan PT Arsari Tirta Pradana di Jakarta. Lewat kerja sama ini, ATP akan menyuplai air bersih dari Bendungan Arsari untuk mendukung kebutuhan masyarakat Balikpapan.

    "Kebutuhan air bersih terus meningkat. Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih," ucap Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam siaran persnya.

    Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari permintaan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan berdasarkan proyeksi kebutuhan air kota yang terus meningkat.

    Direktur Utama Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Air bersih adalah kebutuhan pokok semua orang. Kami sudah memikirkan hal ini sejak 2016. Saya percaya, ini bukan sekadar proyek, tapi investasi sosial demi keberlanjutan hidup masyarakat Balikpapan,” tambah Hashim.

    Arsari Group menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagian dari misi sosial yang berdampak luas terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

    Kesepakatan ini akan diperkuat melalui perjanjian teknis antara Pemkot dan ATP, dengan masa berlaku lima tahun dan opsi perpanjangan.

    “Evaluasi akan dilakukan setiap enam bulan dan pemantauan rutin setiap tiga bulan,” lanjutnya.

    Langkah strategis ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan swasta dapat mengatasi persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih, terutama di kota yang tengah berkembang pesat seperti Balikpapan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kebutuhan Mendesak Air Bersih, ATP akan Suplai Air Bersih ke Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pemerintah kota Balikpapan gandeng PT Arsari Tirta Pradana (ATP) untuk penuhi kebutuhan air bersih warga kota Balikpapan. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan pesat di Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota bergerak cepat mencari solusi. Salah satunya menggandeng sektor swasta, dalam hal ini PT Arsari Tirta Pradana (ATP), anak usaha dari Arsari Group.

    Kolaborasi ini resmi ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dan PT Arsari Tirta Pradana di Jakarta. Lewat kerja sama ini, ATP akan menyuplai air bersih dari Bendungan Arsari untuk mendukung kebutuhan masyarakat Balikpapan.

    "Kebutuhan air bersih terus meningkat. Kerja sama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih," ucap Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam siaran persnya.

    Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari permintaan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan berdasarkan proyeksi kebutuhan air kota yang terus meningkat.

    Direktur Utama Arsari Group, Hashim S. Djojohadikusumo, menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Air bersih adalah kebutuhan pokok semua orang. Kami sudah memikirkan hal ini sejak 2016. Saya percaya, ini bukan sekadar proyek, tapi investasi sosial demi keberlanjutan hidup masyarakat Balikpapan,” tambah Hashim.

    Arsari Group menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagian dari misi sosial yang berdampak luas terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

    Kesepakatan ini akan diperkuat melalui perjanjian teknis antara Pemkot dan ATP, dengan masa berlaku lima tahun dan opsi perpanjangan.

    “Evaluasi akan dilakukan setiap enam bulan dan pemantauan rutin setiap tiga bulan,” lanjutnya.

    Langkah strategis ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan swasta dapat mengatasi persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih, terutama di kota yang tengah berkembang pesat seperti Balikpapan.

    (Sf/Rs)