Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal memprioritaskan kebutuhan tenaga pelayanan dasar, khususnya dokter dan guru, apabila rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali dibuka.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di daerah hingga kini masih didominasi sektor pendidikan dan kesehatan.
"Kebutuhan ASN di daerah masih didominasi sektor pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Itu yang kita butuhkan banyak," ucap Mudyat, belum lama ini.
Di sektor pendidikan, kebutuhan tenaga pengajar masih cukup tinggi seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mencatat sebanyak 61 guru akan memasuki masa purna tugas pada tahun ini.
Sementara terkait pemenuhan kebutuhan tenaga tersebut, pemerintah daerah masih menunggu usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai jumlah formasi yang diperlukan.
Selain guru, kebutuhan tenaga dokter juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, rendahnya minat tenaga medis untuk bekerja di daerah menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga belum mampu menyediakan insentif yang kompetitif akibat keterbatasan kemampuan fiskal.
Mudyat menjelaskan, pelaksanaan rekrutmen CPNS di daerah sebetulnya juga harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Terlebih, saat ini belanja pegawai Kabupaten PPU mencapai 47 persen, melampaui batas maksimal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Soal belanja pegawai ini juga masih jadi polemik dan dalam proses pembahasan," katanya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mempertimbangkan secara cermat pembukaan rekrutmen ASN baru, meski kebutuhan tenaga pelayanan dasar masih mendesak.
"Kita akan diskusi dengan Menpan dan Mendagri terkait kebijakan pegawai. Belum tahu apakah ada CPNS 2027 atau tidak. Kalau dibuka, kita utamakan kebutuhan pelayanan seperti dokter dan guru," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal memprioritaskan kebutuhan tenaga pelayanan dasar, khususnya dokter dan guru, apabila rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali dibuka.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di daerah hingga kini masih didominasi sektor pendidikan dan kesehatan.
"Kebutuhan ASN di daerah masih didominasi sektor pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Itu yang kita butuhkan banyak," ucap Mudyat, belum lama ini.
Di sektor pendidikan, kebutuhan tenaga pengajar masih cukup tinggi seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mencatat sebanyak 61 guru akan memasuki masa purna tugas pada tahun ini.
Sementara terkait pemenuhan kebutuhan tenaga tersebut, pemerintah daerah masih menunggu usulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai jumlah formasi yang diperlukan.
Selain guru, kebutuhan tenaga dokter juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, rendahnya minat tenaga medis untuk bekerja di daerah menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga belum mampu menyediakan insentif yang kompetitif akibat keterbatasan kemampuan fiskal.
Mudyat menjelaskan, pelaksanaan rekrutmen CPNS di daerah sebetulnya juga harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Terlebih, saat ini belanja pegawai Kabupaten PPU mencapai 47 persen, melampaui batas maksimal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Soal belanja pegawai ini juga masih jadi polemik dan dalam proses pembahasan," katanya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mempertimbangkan secara cermat pembukaan rekrutmen ASN baru, meski kebutuhan tenaga pelayanan dasar masih mendesak.
"Kita akan diskusi dengan Menpan dan Mendagri terkait kebijakan pegawai. Belum tahu apakah ada CPNS 2027 atau tidak. Kalau dibuka, kita utamakan kebutuhan pelayanan seperti dokter dan guru," pungkasnya.
(Sf/Rs)